16 April dalam Sejarah
Kamis, 16 April 2026 08:00 WIBOleh Tim Redaksi
-
HUT Kopassus (1952): Berdirinya Kesatuan Komando Teritorium III di Batujajar, Jawa Barat, yang menjadi cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pembentukan ini dipelopori oleh Kolonel A.E. Kawilarang sebagai respons atas kebutuhan pasukan elit untuk menghadapi pemberontakan seperti RMS.
-
Partahi Mamora Halomoan Lumbantoruan (2007): Seorang mahasiswa doktoral asal Indonesia menjadi salah satu korban dalam tragedi penembakan massal di Virginia Tech, Amerika Serikat.
-
Lenin Kembali ke Rusia (1917): Vladimir Lenin kembali ke Petrograd (St. Petersburg) dari pengasingannya di Swiss. Kedatangannya menjadi titik balik krusial yang memicu Revolusi Oktober di Rusia.
-
Pertempuran Berlin Dimulai (1945): Pasukan Uni Soviet melancarkan serangan terakhir terhadap pasukan Jerman di Berlin selama Perang Dunia II, yang akhirnya berujung pada menyerahnya Nazi Jerman.
-
Efek Psikedelik LSD Ditemukan (1943): Kimiawan Albert Hofmann secara tidak sengaja menemukan efek halusinogen dari asam lisergat dietilamida (LSD) setelah menyerap sedikit zat tersebut melalui ujung jarinya.
-
Apollo 16 Meluncur (1972): Misi luar angkasa berawak kelima Amerika Serikat yang mendarat di bulan resmi diluncurkan dari Kennedy Space Center.
-
Tragedi Virginia Tech (2007): Salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat terjadi di Institut Politeknik Virginia, menewaskan 32 orang.
-
Wilbur Wright (1867): Pionir penerbangan asal Amerika Serikat yang bersama saudaranya, Orville, berhasil menciptakan pesawat terbang pertama.
-
Charlie Chaplin (1889): Ikon film bisu, komedian, dan sutradara legendaris asal Inggris.
-
Abdul Kahar Mudzakkir (1907): Tokoh pergerakan nasional Indonesia, anggota BPUPKI, dan salah satu perumus Piagam Jakarta.
-
Johannes Abraham Dimara (1916): Pahlawan Nasional asal Papua yang berperan besar dalam perjuangan pembebasan Irian Barat.
-
Francisco Goya (1828): Pelukis romantis ternama asal Spanyol yang dianggap sebagai salah satu seniman paling berpengaruh pada masanya.
-
Toelis Soetan Sati (1942): Sastrawan Angkatan Balai Pustaka yang dikenal lewat karyanya, Sengsara Membawa Nikmat.
-
Sutan Mohammad Amin Nasution (1993): Gubernur pertama Sumatera Utara dan Gubernur pertama Riau yang memiliki peran besar dalam administrasi awal kemerdekaan Indonesia.
-
Yasunari Kawabata (1972): Penulis Jepang pertama yang memenangkan Nobel Sastra.





































