11 April dalam Sejarah
Sabtu, 11 April 2026 08:00 WIBOleh Tim Redaksi
Peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 11 April mencakup berbagai momen bersejarah mulai dari perkembangan politik internasional hingga pencapaian besar dalam eksplorasi ruang angkasa.
Pada tahun 1970, NASA meluncurkan misi Apollo 13 dari Kennedy Space Center. Meskipun misi ini awalnya ditujukan untuk mendarat di Bulan, kegagalan teknis pada tangki oksigen dua hari setelah peluncuran mengubahnya menjadi salah satu misi penyelamatan paling dramatis dalam sejarah kedirgantaraan, di mana seluruh awak berhasil kembali ke Bumi dengan selamat.
Di ranah politik internasional, tanggal ini menandai berakhirnya Perang Saudara Amerika secara simbolis bagi banyak pihak ketika pada tahun 1865, Presiden Abraham Lincoln memberikan pidato publik terakhirnya. Dalam pidato tersebut, ia memaparkan rencana rekonstruksi dan untuk pertama kalinya menyatakan dukungan secara terbuka atas hak pilih bagi warga kulit hitam yang memiliki kualifikasi tertentu.
Dunia hiburan juga mencatat sejarah besar pada 11 April 1988, ketika film kolosal karya Bernardo Bertolucci berjudul The Last Emperor mendominasi ajang Academy Awards ke-60. Film yang menceritakan kehidupan kaisar terakhir Tiongkok ini berhasil memenangkan sembilan kategori sekaligus, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik, tanpa kalah di satu kategori pun yang dinominasikannya.
Dari sisi kemanusiaan dan kesehatan, pada tahun 1817, James Parkinson menerbitkan sebuah karya ilmiah berjudul An Essay on the Shaking Palsy. Tulisan inilah yang pertama kali mendefinisikan gejala medis yang sekarang dikenal secara luas sebagai penyakit Parkinson, yang kemudian menjadi landasan penting bagi perkembangan ilmu saraf modern.
Selain itu, pada 11 April 1979, terjadi peristiwa penting di Afrika Timur ketika diktator Uganda, Idi Amin, digulingkan dari kekuasaannya. Pasukan Tanzania yang dibantu oleh kelompok pemberontak Uganda berhasil menguasai ibu kota Kampala, yang sekaligus mengakhiri masa pemerintahan delapan tahun yang penuh dengan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut.
Editor: Mohamad Tohir






























.md.jpg)






