EastFood Indonesia Expo 2026, Wadah Strategis UMKM dan Industri Kuliner Perluas Pasar Global
Jumat, 19 Juni 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Pameran makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur, EastFood Indonesia Expo 2026 resmi dibuka di Grand City Convention Hall, Surabaya pada Kamis (18/06/2026) kemarin. Ajang tahunan yang memasuki tahun ke-16 penyelenggaraan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kolaborasi bisnis bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta industri pangan nasional.
Pameran skala internasional ini akan berlangsung hingga 21 Juni 2026 mendatang dengan menghadirkan lebih dari 180 peserta dari dalam dan luar negeri. Selama empat hari penyelenggaraan, pihak panitia menargetkan dapat menyedot sekitar 20 ribu pengunjung dari berbagai kalangan.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh para tamu undangan dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga asosiasi pengusaha di industri makanan, minuman, ritel, dan pengemasan, termasuk salah satunya pendiri Ikatan Ahli Boga Indonesia, Dr. Dewi Motik Pramono.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan EastFood Indonesia Expo hadir sebagai wadah yang mempertemukan seluruh rantai nilai industri makanan dan minuman, mulai dari produsen bahan baku, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga sektor pendukung lainnya.
"Kami berharap EastFood Indonesia Expo 2026 dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri, memperluas jaringan bisnis, dan membuka akses pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha nasional maupun internasional," ujar Daud.
Apalagi menurut Daud, penyelenggaraan tahun ini menjadi lebih fokus karena sektor pengemasan yang sebelumnya tergabung dalam pameran, kini dipisahkan menjadi ajang tersendiri bertajuk Allpack Surabaya 2026 yang akan digelar pada awal Juli mendatang di lokasi yang sama.
Tahun ini, gelaran tersebut melibatkan sedikitnya 30 pelaku UMKM dari Jawa Timur dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Kehadiran peserta internasional dan pelaku usaha lokal diharapkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis sekaligus memperluas akses pasar ekspor bagi produk-produk unggulan tanah air.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang promosi produk biasa, melainkan wadah strategis yang mempertemukan pelaku usaha, asosiasi, investor, distributor, pembeli, hingga mitra internasional dalam satu ekosistem industri pangan yang solid.
"Dalam konteks itulah EastFood Indonesia Expo 2026 menjadi sangat penting. Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi menjadi wadah strategis yang mempertemukan seluruh pelaku industri untuk memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir," kata Endy.
Menurutnya, daya saing industri makanan dan minuman saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk semata, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap teknologi, inovasi pengemasan, branding, sertifikasi, efisiensi produksi, serta kemampuan menembus pasar yang semakin kompetitif.
Endy juga mengapresiasi komitmen penyelenggara yang terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk tampil dalam pameran internasional. Ia menilai UMKM merupakan fondasi ekonomi daerah sekaligus bagian penting dari rantai pasok industri makanan nasional.
"Kami berharap keikutsertaan UMKM dalam EastFood Indonesia Expo 2026 tidak berhenti pada kegiatan promosi semata, tetapi mampu menghasilkan kemitraan usaha, perluasan pasar, peningkatan transaksi bisnis, bahkan membuka peluang ekspor yang nyata," ujarnya.
Selain menyuguhkan pameran produk dan teknologi terkini, ajang ini juga dimeriahkan oleh berbagai program edukatif dan kompetisi kuliner seperti Bakat Boga Challenge 2026 yang diikuti mahasiswa kuliner, siswa perhotelan, hingga chef profesional. Ada pula workshop kopi, gelato, es krim, pastry, bakery, serta master class pizza bersama chef asal Italia dengan tema Pizza Rasa Indonesia.
Kehadiran pameran akbar ini diharapkan semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai hub utama industri makanan dan minuman sekaligus gerbang perdagangan penting di kawasan Indonesia Timur.
Editor: Mohamad Tohir














.sm.jpg)























