Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
Selasa, 23 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro– Langkah Kabupaten Bojonegoro menuju panggung dunia kian mantap. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama Badan Pengelola Geopark Bojonegoro sukses menggelar rangkaian kunjungan lapangan pra-validasi aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) yang berlangsung selama dua hari, 18-19 Juni 2026.
Kegiatan strategis ini difasilitasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Agenda ini menjadi bagian krusial dari proses pendampingan serta penguatan kesiapan Geopark Bojonegoro menjelang evaluasi resmi oleh tim asesor UNESCO Global Geopark (UGGp), yang dijadwalkan pada 27 hingga 31 Juli 2026 mendatang.
Pra-validasi ini difokuskan untuk meninjau kesiapan kawasan secara menyeluruh, memetakan aspek yang perlu diperkuat, serta memastikan prinsip UGGp—mulai dari konservasi warisan bumi, pendidikan masyarakat, hingga pembangunan ekonomi berkelanjutan—telah menyatu dalam tata kelola kawasan.
Pantauan di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Pemprov Jatim, serta Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) terjun langsung meninjau sejumlah titik unggulan.
Destinasi yang dikunjungi meliputi lanskap geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya, di antaranya: Pusat Informasi Geologi, Biosite Belimbing Ngringinrejo, Museum 13, Geosite Antiklin Kawengan, Museum Perminyakan Tradisional Wonocolo, Teksas Wonocolo, Formasi Wonocolo, Formasi Bulu Desa Beji, Geosite Kedung Lantung, Sentra Batik Jono, Hutan Jati Gondang, Geosite Banyukuning, Wisata Negeri Atas Angin, hingga Geosite Kayangan Api.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa pra-validasi ini menjadi momentum emas untuk menyerap masukan konstruktif dari para pakar demi menyempurnakan kesiapan jelang penilaian akhir Juli nanti.
"Ini menjadi tahapan sangat penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark. Rekomendasi yang diberikan akan menjadi dasar bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola kawasan, kualitas interpretasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis geopark,” terang Helmy.
Pihaknya mengaku optimistis, lewat kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha, Geopark Bojonegoro mampu membuktikan kontribusi nyatanya bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Optimisme senada juga diungkapkan oleh Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Rudy Suhendar. Ia menilai Geopark Bojonegoro memiliki modalitas yang sangat kuat untuk menyandang status UGGp, berkat keunikan warisan geologi yang berpadu apik dengan partisipasi aktif masyarakat lokal.
"Geopark Bojonegoro memiliki karakter geologi yang khas dan didukung oleh kekayaan budaya lokal serta keterlibatan masyarakat yang sangat baik,” puji Rudy.
Namun, Rudy juga mengingatkan adanya tantangan ke depan, yakni merajut keterhubungan antara geoheritage, biodiversity, dan cultural heritage ke dalam satu narasi yang utuh agar manfaatnya dirasakan luas oleh publik.
"UNESCO tidak hanya menilai keunikan geositenya, tetapi bagaimana kawasan tersebut mampu menjadi sarana edukasi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan dampak ekonomi nyata tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan," tambahnya.
Hasil dari pra-validasi ini segera menjadi bahan evaluasi kilat bagi Pemkab dan Badan Pengelola Geopark Bojonegoro untuk memoles aspek visibilitas, interpretasi, dan jejaring kemitraan sebelum tim UNESCO tiba bulan depan.
Kelayakan Geopark Bojonegoro menuju panggung dunia bukan sekadar prestasi di atas kertas, melainkan bukti nyata komitmen bersama dalam merawat bumi:"Bersama Masyarakat, Menjaga Warisan Bumi untuk Dunia." (red/imm)



















.sm.jpg)


















