Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia
DLH Blora dan Pertamina EP Cepu Bangun Polinator Garden, Jaga Ekosistem Kupu Kupu Lokal
Selasa, 30 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora - Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora bersama PT Pertamina EP Cepu dan Pemerintah Desa Nglobo sukses menggelar kegiatan pelestarian alam bertajuk Polinator Garden yang dipusatkan di kawasan Objek Wisata Plumpung, Desa Nglobo, Kecamatan Jiken pada hari Senin (29/06/2026) kemarin. Aksi penanaman berbagai jenis tumbuhan berbunga ini diselenggarakan secara khusus sebagai puncak dari seluruh rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora.
Berbeda dengan kegiatan penghijauan atau reboisasi pada umumnya, gerakan penghijauan kali ini sengaja difokuskan pada penanaman aneka varietas tanaman bunga yang memiliki fungsi strategis sebagai sumber pakan sekaligus habitat alami bagi kawanan serangga polinator. Kehadiran hamparan tanaman berbunga di objek wisata tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah ekosistem baru yang mendukung keberlangsungan hidup berbagai jenis serangga penyerbuk, khususnya spesies kupu-kupu lokal yang selama ini menjadi salah satu aset kekayaan hayati andalan di Kabupaten Blora.
Serangga polinator seperti kupu-kupu, lebah, dan beberapa jenis serangga lainnya dinilai memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi karena melalui proses penyerbukan alami, mereka membantu reproduksi tanaman berbunga serta meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Agenda lingkungan hidup tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PT Pertamina EP Cepu, jajaran Forkopimda Blora, seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Blora, pegiat lingkungan, aparatur Pemerintah Desa Nglobo, serta masyarakat sekitar yang antusias bersinergi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora Istadi Rusmanto menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini sangat sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup mengenai tantangan besar lingkungan global yang saat ini tengah dihadapi oleh seluruh peradaban dunia. Dirinya mengingatkan bahwa tekanan terhadap alam saat ini sudah berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian bersama dari seluruh elemen.
"Dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis. Disadari atau tidak, lingkungan telah mengalami perubahan yang sangat nyata, yaitu perubahan iklim (climate change), degradasi keanekaragaman hayati (biodiversity loss), dan pencemaran (pollution). Ketiga tantangan tersebut saling berkaitan dan memberikan tekanan yang semakin besar terhadap kelangsungan kehidupan di bumi," ungkapnya menjabarkan kondisi alam saat ini.
Istadi menguraikan bahwa keberadaan serangga polinator belakangan ini terus mengalami tekanan hebat akibat semakin berkurangnya luasan habitat alami mereka sebagai dampak nyata dari adanya alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, hingga faktor perubahan iklim dunia. Oleh karena itu, langkah taktis penyediaan zonasi habitat yang aman melalui penanaman massal berbagai tanaman berbunga dipandang sebagai aksi nyata demi menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di daerah.
"Upaya penyediaan habitat yang aman bagi serangga polinator merupakan bagian penting dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menjaga kualitas lingkungan. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Nglobo dan PT Pertamina yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026," tambahnya memaparkan.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Blora sekaligus Koordinator Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 Muhamad Muniri turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas besarnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sehingga acara puncak ini dapat terlaksana tanpa kendala. Ia menyatakan bahwa gerakan Polinator Garden bukan sekadar seremoni penanaman bunga hias, melainkan sebuah investasi lingkungan jangka panjang untuk menyelamatkan populasi fauna endemik setempat.
"Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul di Desa Nglobo dalam rangka pelaksanaan puncak Hari Lingkungan Hidup. Bersama Pertamina EP Cepu, kita melaksanakan kegiatan yang luar biasa dalam rangka pelestarian kupu-kupu lokal endemik Blora," tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Muniri berharap aksi kolaboratif ini dapat berjalan secara berkesinambungan dan menginspirasi wilayah lain di Blora untuk lebih peduli terhadap ekosistem mikro di sekitar mereka. Kesadaran untuk menjaga bumi dari kerusakan terkecil harus ditanamkan secara kuat di benak seluruh lapisan masyarakat demi masa depan generasi yang akan datang.
"Terima kasih kepada seluruh stakeholder, Pertamina EP Cepu, Pertamina Regional 11, Pemerintah Desa Nglobo, seluruh OPD, Forkopimda, pegiat lingkungan, serta seluruh peserta yang hadir. Mudah-mudahan kegiatan ini sesuai dengan harapan Bupati Blora dalam melestarikan satwa kupu-kupu lokal Blora. Mari kita lestarikan bumi dan menjadikan bumi sebagai sesuatu yang paling berharga untuk kita jaga bersama," imbuhnya mengakhiri sambutan.
Selain agenda penanaman bibit pohon berbunga, puncak peringatan hari lingkungan ini juga diisi dengan aksi penuangan cairan eco enzyme secara massal ke aliran sungai yang berada di sekitar lokasi objek wisata. Cairan hasil fermentasi limbah organik yang kaya akan mikroorganisme bermanfaat ini sengaja dilepaskan ke perairan umum dengan tujuan mulia untuk membantu mempercepat proses penguraian bahan organik, mereduksi aroma bau tidak sedap, serta mengembalikan stabilitas keseimbangan mikroorganisme di dalam air sekaligus menjadi media edukasi praktis bagi warga mengenai pentingnya tata kelola sampah organik domestik.
Melalui peluncuran program Polinator Garden yang inovatif ini, Pemerintah Kabupaten Blora bersama PT Pertamina EP Cepu menaruh harapan besar agar tingkat kepedulian kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian habitat alami serangga penyerbuk dapat terus meningkat. Dengan semakin meluasnya ketersediaan ruang terbuka hijau yang ditanami oleh vegetasi tumbuhan berbunga, kestabilan rantai makanan dan populasi serangga polinator diproyeksikan akan tetap terjaga dengan baik sehingga mampu menyokong produktivitas sektor pertanian serta mewujudkan kualitas lingkungan yang berkelanjutan di masa depan.






































