Tembus Pasar Estetik, Perajin Anyaman Desa Gapluk Purwosari Kreasikan Keranjang Mini Telur Gayatri
Kamis, 03 September 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro terus mengukuhkan posisinya sebagai sentra perajin anyaman kreatif. Para ibu rumah tangga di desa setempat sukses melahirkan inovasi baru berupa keranjang bambu mini estetik yang dirancang khusus sebagai wadah telur program Gayatri atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri.
Melihat tingginya minat pasar terhadap produk-produk kerajinan yang fungsional dan bernilai seni, para perajin merancang keranjang anyaman bambu berukuran mungil tersebut secara multifungsi. Satu unit keranjang mini mampu menampung sekitar 10 hingga 13 butir telur tergantung ukurannya.
Ketua TP PKK Kecamatan Purwosari Sri Wilujeng mengapresiasi keahlian serta kejelian para perajin lokal Desa Gapluk dalam menangkap peluang pasar modern. Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa kapasitas produksi saat ini masih menghadapi kendala teknis, seperti keterbatasan jumlah tenaga pembuat serta ketersediaan bahan baku.
"Inovasi produk seperti keranjang mini ini sangat potensial. Terinspirasi dari e-commerce," ujarnya.
Selain keranjang telur mini, para perajin Desa Gapluk juga rutin memproduksi aneka kriya anyaman bambu lainnya seperti besek, keranjang nyadran, hingga rinjing. Proses pengerjaan satu buah kerajinan rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu sehari, dengan pemesanan yang disesuaikan untuk kebutuhan hajatan, bingkisan parsel, maupun suvenir acara. Produk kerajinan ini dibanderol dengan harga terjangkau mulai dari Rp15.000 per buah.
Potensi pengembangan UMKM kreatif di Desa Gapluk ini turut menyedot perhatian penggerak PKK tingkat kabupaten. Pada Agustus lalu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menyempatkan diri turun langsung meninjau serta berdialog dengan salah satu perajin lokal di lokasi.
Dalam kunjungannya tersebut, Cantika memberikan dorongan agar kapasitas produksi dan mutu kerajinan warga terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Langkah penanganan yang disiapkan meliputi pembinaan keterampilan, penambahan tenaga kerja perajin, hingga pembukaan akses jaringan pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal Bojonegoro. (red/mul)
Reporter Tim Redaksi
Editor Mulyanto
Publisher Mohamad Tohir













































