Pemkab Bojonegoro Paparkan Rencana Revitalisasi Ruang Publik dan Pasar Kota dalam Dialog Sapa Bupati
Jumat, 04 September 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memaparkan sejumlah rencana penataan ruang publik dan kawasan perdagangan dalam dialog interaktif Sapa Bupati edisi VI di Pendopo Malowopati, Kamis (03/09/2026) kemarin. Kegiatan bulanan tersebut dihadiri Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaparkan program kerja dan merespons masukan masyarakat.
Dalam forum bertema "Menata Kota, Memudahkan Warga" tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKP CK) bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) menjadi dua instansi utama yang memaparkan agenda pembangunan tahun 2026.
Kepala Dinas PKP CK Bojonegoro, Satito Hadi, menjelaskan bahwa fokus penataan ruang publik pada tahun 2026 mencakup empat titik utama di wilayah perkotaan.
"Penataan meliputi revitalisasi Pasar Kota, Alun-Alun, Masjid Darussalam, dan Taman Rajekwesi. Revitalisasi ini bertujuan mengoptimalisasi ruang publik sebagai pusat interaksi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan bagi masyarakat Bojonegoro," ujar Satito.
Sementara itu, Kepala Dindagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Mohammad Akhmadi, memaparkan rencana perubahan konsep Pasar Kota menjadi pasar semi-modern. Penataan tersebut direncanakan meliputi perbaikan fasilitas fisik seperti penyediaan eskalator, penataan area parkir bertingkat, penerapan zonasi komoditas pedagang, hingga pengaturan sirkulasi udara dan sanitasi.
Terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak penataan kawasan perkotaan, pihak Dindagkop UM menyatakan telah menyiapkan titik relokasi area ekonomi kerakyatan. Akhmadi menyebut penataan dilakukan untuk menyeimbangkan fungsi ketertiban kota dengan ruang usaha bagi para pedagang.
"Kami sangat terbuka terhadap saran dan masukan dari masyarakat demi meningkatkan kenyamanan dan ketertiban kota, khususnya pada kawasan pasar di Bojonegoro," kata Akhmadi.
Program Sapa Bupati sendiri disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Pemkab Bojonegoro dan Radio Malowopati FM sebagai wadah penyampaian aspirasi, kritik, serta usulan warga secara terbuka kepada jajaran pemerintah daerah.





































