Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora Buntut Keracunan Siswa,
Sabtu, 12 September 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (11/09/2026). Sidak tegas ini dilakukan menyusul dugaan kuat dapur tersebut menjadi pemicu keracunan massal ratusan pelajar usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sidak tersebut, Trenggono didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Blora, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, Dandim 0721 Blora Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, serta jajaran Dinas Kesehatan dan Forkopimcam Tunjungan.
Usai meninjau fisik dan operasional dapur bersama Koordinator SPPG Blora Artika Diannita, Wakil Kepala BGN melayangkan teguran keras kepada Pemilik SPPG Wasono Basuki dan Kepala Dapur Afif Djaelani. Dapur tersebut dinilai sangat tidak layak dan banyak melanggar Standard Operating Procedure (SOP).
“Ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan MBG di Blora. Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas, kita suspend berat hingga suspend permanen. Dapurnya sangat tidak layak dan banyak sekali SOP tidak dilaksanakan. Setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen. Kepala dapurnya juga jelas kita copot,” tegas Trenggono.
Terkait dugaan unsur tindak pidana kealpaan atau kesengajaan, pihak BGN menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum dan hasil uji laboratorium sampel makanan yang sedang berjalan.
Berdasarkan data di lapangan, kasus dugaan keracunan ini bermula pada Senin (07/09/2026) ketika ratusan siswa SMAN 1 Tunjungan mengalami mual, mulas, hingga diare usai mengonsumsi menu MBG berupa nasi ayam woku, tumis brokoli, dan buah apel yang didistribusikan Dapur SPPG Sukorejo 2.
Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik ketegasan BGN dan berharap langkah penindakan ini menjadi pembelajaran keras bagi seluruh pengelola SPPG agar menjaga ketat higienitas dan kelaikan pangan demi keselamatan para siswa.






































