Dukung Swasembada Gula Nasional, Pemkab Bojonegoro Kejar Perluasan Lahan Tanam Tebu 2.597 Hektare
Minggu, 06 September 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mematangkan strategi perluasan kawasan tanam tebu guna mendukung target kemandirian gula nasional. Langkah percepatan ini berfokus pada pemetaan potensi lahan, evaluasi deviasi target produksi, serta penguatan pendampingan budidaya bagi para petani di tingkat tapak.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa Bojonegoro mendapat alokasi target perluasan area tanam tebu sebesar 2.597,5 hektare dari pemerintah pusat. Guna mengejar target tersebut, Pemkab Bojonegoro bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengidentifikasi ketersediaan lahan produktif, termasuk mengoptimalkan kawasan yang habis masa kerja samanya.
“HKTI ini sebagai mitra pemerintah. Maka koordinasi dengan DKPP terkait target-target yang harus diselesaikan perlu dilakukan bersama. Ketersediaan lahan untuk pengembangan tebu sebenarnya masih banyak,” ujar Nurul Azizah.
Pemkab Bojonegoro mendorong pemanfaatan lahan-lahan potensial agar dapat dialihfungsikan menjadi kawasan pertanian tebu yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi bagi warga lokal.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, memaparkan evaluasi capaian riil di lapangan. Hingga September 2026, masih terdapat selisih antara target nasional dan realisasi tanam di Bojonegoro. Berdasarkan pemetaan terbaru, daerah masih memiliki potensi pengembangan kawasan tebu siap tanam seluas 172,44 hektare.
"Dari target pengembangan seluas 500 hektare, saat ini telah terealisasi sekitar 220,66 hektare, ditambah potensi pengembangan susulan sekitar 28,98 hektare di sejumlah wilayah," terang Zaenal.
Guna mengatasi deviasi capaian tersebut, DKPP mengintensifkan sosialisasi teknis serta bantuan pendampingan budidaya kepada para petani tebu. Program intensifikasi dan ekstensifikasi ini diharapkan tidak sekadar memperluas area tanam, tetapi juga mampu mendongkrak produktivitas panen serta memperkuat pendapatan ekonomi petani di Bojonegoro.





































