Bulog Bojonegoro Intensifkan Pemantauan Pasar dan Penyaluran Beras SPHP di Tiga Kabupaten
Senin, 07 September 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro terus memperkuat sinergi bersama jajaran terkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan beras di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Tim gabungan menggelar inspeksi mendadak di Pasar SP2KP Lamongan, Minggu (06/09/2026).
Langkah antisipasi gejolak harga tersebut diwujudkan melalui pemantauan pasar secara berkala bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Satgas Pangan daerah. Pemantauan ini berfokus pada kecukupan stok beras serta kepatuhan pedagang terhadap ketentuan harga pemerintah. Langkah ini diambil guna menepis isu kenaikan harga beras yang sempat berembuk di tengah masyarakat.
Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro, Umar Said, menegaskan bahwa cadangan beras yang dikuasai Bulog saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
“Di tengah isu kenaikan harga beras, Bulog Bojonegoro pastikan harga beras dan stok dalam kondisi aman,” tegas Umar Said.
Guna mengantisipasi potensi gejolak harga, Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan beras sekaligus memperkuat distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras program pemerintah tersebut digelontorkan langsung melalui jaringan pedagang pasar tradisional agar masyarakat dapat membelinya sesuai harga eceran tertinggi.
“Beras SPHP disalurkan melalui pedagang di pasar SP2KP sehingga masyarakat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” lanjutnya.
Bulog bersama Satgas Pangan dan pemda berkomitmen untuk terus mengawal rantai distribusi di lapangan secara berkala. Pengawasan ketat ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan komoditas beras dengan harga yang wajar.





































