Mendesak, Penyelesaian Legalitas Persibo
Selasa, 15 September 2015 13:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Kota - Desakan masyarakat pecinta bola di Bojonegoro, untuk membangkitkan Persibo, sesudah laga persahabatan Persibo melawan Persebaya 1927 dan Tim Merah Putih di Gelora Bung Tomo Surabaya pada 10 September 2015, terus mengalir.
Beberapa pihak, khususnya dari kelompok suporter, para pemain dan official, mendesak pihak yang berkompeten segera melakukan pertemuan. Perlu dibahas status dan legalitas Persibo. Sebab, permasalahan utama Persibo saat ini adalah kejelasan legalitas.
Informasi yang diperoleh BBC, sebutan beritabojonegoro.com, dari salah satu anggota Tim Transisi Kemenpora, Cheppy Wartono, disampaikan dalam waktu dekat Tim Transisi akan melakukan verifikasi terhadap klub yang menyatakan diri bergabung ke kompetisi bentukan Tim Transisi Kemenpora, termasuk Persibo.
"Untuk waktu pelaksanaan verifikasi belum dipastikan. Saat ini kami sedang mendata semua klub yang siap berkompetisi. Sebelum diverifikasi, semua klub statusnya nol dan dianggap sama," ujar Cheppy melalui telepon seluler, Senin (14/09) sore.
Dia menambahkan, setelah dilakukan verifikasi barulah Tim Transisi dapat menentukan dalam kompetisi mana klub tersebut diposisikan. Apakah di kasta tertinggi, kasta kedua atau lainnya.
Ketika ditanya, apa saja yang akan diverifikasi dari masing-masing klub, Cheppy menyebutkan, setidaknya ada empat hal utama.
Pertama, aspek lisensi klub atau legalitas. Yakni persyaratan kelayakan klub, seperti badan hukum berikut personil klub. Juga, properti klub, seperti nama, logo, warna, merek, maskot, desain peralatan, kostum permainan, lagu klub atau semua hak kekayaan intelektual yang terkait dengan tim atau partisipasinya yang diciptakan atau dibuat atas nama klub.
Kedua, financial atau keuangan klub, yaitu kondisi keuangan klub dalam bentuk laporan laba rugi, neraca dan aliran dana belanja klub. Selain itu, klub wajib mematuhi financial fairplay, yaitu larangan klub sepak bola profesional menghabiskan dana melebihi kemampuan mereka. Hal ini penting untuk kelangsungan hidup klub tersebut dalam jangka panjang.
Ketiga, pemain dan standar kontrak pemain. Yakni, pemain yang ada dalam standar kontrak pemain dalam liga profesional, yang mengatur kelayakan, pendaftaran, kontrak, pembayaran dan transfer pemain.
Keempat, supporting, yaitu persyaratan bagi setiap klub yang harus memiliki dukungan tempat pertandingan atau stadion. Setiap klub wajib mematuhi standar minimum operasi terkait dengan prosedur pelaksanaan pertandingan, penyiaran dan persyaratan media, persyaratan perijinan dan pengamanan. Klub harus memastikan personil dan tempat telah sesuai standar minimum penyelenggaran pertandingan.
Ketika ditanya terkait status Persibo, Cheppy menjelaskan, bahwa setidaknya ada tiga klub yang sebelumnya dianggap bermasalah oleh PSSI. Yaitu, Persebaya 1927, Persibo dan Persema. Untuk ketiga klub ini Tim Transisi akan meminta laporan tertulis berupa kronologi hingga dijatuhkan sanksi tersebut.
"Laporan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai dasar Tim Transisi untuk memulihkan status keanggotaan ketiga klub tersebut," terangnya.
Jadi, saat ini permasalahan legalitas Persibo sangatlah penting untuk segera diselesaikan. Jika, saatnya nanti dilakukan verifikasi terhadap Persibo dan ternyata legalitasnya belum lengkap, boleh jadi Persibo akan dinyatakan sebagai klub tidak memenuhi kualifikasi.
Jika sampai demikian, kemungkinan Persibo tidak akan dapat berlaga dalam kompetisi bentukan Tim Transisi Kemenpora yang akan datang. (inc/tap)
*) Foto ceppy wartono































.md.jpg)






