News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Matangkan Program Gayatri 2026 dan Perkuat Pendampingan Pascapenyaluran
  • Adaptasi Teknologi Digital, Guru TK di Bojonegoro Bekali Diri dengan Kemampuan Koding dan AI
  • Pemkab Bojonegoro Borong Tiga Penghargaan Ekosistem Halal Nasional
  • Prakiraan Cuaca 06 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Kalender Jawa, Besok Tanggal 06 Mei 2026 Jatuh pada Hari Rabu Pon
  • Cermin Hijau: Saat Kita Bertemu Diri Sendiri di Bawah Rindang Pohon
  • Komisi B DPRD Bojonegoro Gelar Raker Bahas Gayatri, Soroti Pentingnya Pendampingan Program
  • Inflasi Jawa Timur April 2026 Tembus 2,85 Persen Dipicu Lonjakan Harga Perawatan Pribadi dan Pangan
  • Tabrakan Motor di Kalitidu, Bojonegoro, Satu Orang Meninggal, 2 Lainnya Luka Ringan
  • Jemaah Haji Diimbau Batasi Barang Bawaan Demi Kelancaran Pergerakan ke Makkah
  • Kualitas Udara di Bojonegoro Alami Penurunan Drastis
  • Pemkab Bojonegoro Kembali Gulirkan Program Domba Kesejahteraan, Sasar 3.325 Penerima
  • Mengenal Hara Hachi Bu di Jepang, Rahasia Umur Panjang Lewat Kebiasaan Berhenti Makan Sebelum Kenyang
  • Prakiraan Cuaca 05 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 05 Mei dalam Sejarah
  • kalender Jawa, Besok tanggal 05 Mei 2026 jatuh pada hari Selasa Pahing
  • BSPS Jawa Timur Naik 10 Kali Lipat, Menteri PKP Targetkan 33 Ribu Rumah Tahun Ini
  • Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat
  • BLT DBHCHT Bojonegoro Cair Paling Lambat Pekan Kedua Bulan Mei
  • Prakiraan Cuaca 04 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 04 Mei dalam Sejarah
  • Harga Emas hari ini 4 Mei 2026
  • kalender Jawa, Tanggal 04 Mei 2026 jatuh pada hari Senin Legi
  • Pemerintah Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Paket Regulasi Baru
Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila

Sambutan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2015

Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila

*Oleh Kang Yoto

Assalamu’alaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati seluruh peserta upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Yang terhormat saudara  PNS, tokoh masyarakat, tokoh agama, seluruh siswa-siswa yang saya cintai, serta para wartawan, hadirin dan undangan yang berbahagia.

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga hari ini,  secara serentak kita akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober tahun 2015.

Mengapa hari ini kita peringati Hari Kesaktian Pancasila?

Pertama, inilah cara kita menghagai para leluhur kita yang merumuskan nilai-nilai luhur untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua, bila kita cermati dan hayati, kita semakin menyadari bahwa sesungguhnya kelima nilai dalam sila Pancasila itulah obat penyakit bangsa Indonesia, termasuk penyakit kita semua. Serius dalam ber-Tuhan, wujudkan kemanusiaan dalam pergaulan dan pembangunan, persatuan dalam perbedaan, permusyawaratan yang mengedepankan hikmat dan kebijaksanaan, bukan permusyawaratan yang mengedepankan ego dan poko'e. Keadilan bukanlah kata-kata kosong, tapi harus kita wujudkan dalam cita-cita pembangunan, perencanaan, pelaksanaan dan pergaulan dari tingkat paling kecil, keluarga, sekolah, kantor, desa dan antar desa.

Kita semua mengakui bahwa, disamping telah mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara secara utuh, Pancasila memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik masyarakat kita. Nilai-nilai Pancasila telah membuat masyarakat kita semakin matang dalam kehidupan politik sebagaimana telah kita tampilkan dalam Pemilu beberapa waktu yang lalu. Hal ini juga sekaligus menepis seolah-olah Pancasila kurang memperoleh perhatian bersama sejak Reformasi 1998. Oleh sebab itulah, tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2015 ini, "Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila" sangatlah tepat.

Kenyataan sosial politik seperti ini sudah seharusnya meneguhkan sikap kita bahwa Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus fondasi negara kita. Sebagai falsafah negara, Pancasila menjadi acuan kita dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah Air Yang Saya Muliakan,

Salah satu fenomena dalam era Globalisasi adalah terjadinya lintas batas nilai-nilai antar-bangsa bahkan antar komunitas atau kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil. Di antara nilai atau faham yang melintas-batas itu adalah radikalisme. Inilah paham yang wujudnya adalah merasa benar sendiri, menganggap orang lain salah dan layak dihukum, dihinakan. Sudah tentu radikalisme dan faham sejenis lainnya sangatlah bertentangan dengan Pancasila yang sangat menghormati dan menghargai kebhinekaan.

Kita harus bersyukur dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan dan memungkinkan kita hidup berdampingan secara damai, harmonis dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, ras, adat istiadat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus, kita harus mengikis benih dan tumbuhnya nilai-faham radikalisme dan sejenisnya. Gerakan 30 September yang dilancarkan oleh PKI dengan tujuan antara lain ingin mengganti Pancasila dengan  ideologi komunis, dan respon ikutannya yang kejam adalah gerakan radikalisme yang telah membawa korban yang tak ternilai dan merupakan lembaran hitam dalam sejarah Republik Indonesia.

Saudara-saudara Sekalian Yang Saya Hormati,

Kita semua, tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Pancasila menjadi sistem nilai yang hidup. Untuk itu, kita harus terus-menerus menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila kepada semua generasi,  utamanya para generasi penerus bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Dalam konteks yang demikian, maka mari kita wujudkan dan didikkan Pancasila sebagai: nilai etika dan moral.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebuah filosofi yang bila kita lacak berakar pada agama yang dihayati oleh masyarakat Indonesia dan juga kebudayaan yang sangat pluralis. Dengan kata lain, dapat dipahami juga bahwa ada spirit nilai yang sangat super bahwa masyarakat Indonesia untuk menyandarkan selalu dalam kehidupannya pada pemilik kekuasaan bumi seisinya ini.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,  banyak spirit yang muncul. Dalam hal ini misalnya  Hak Asasi Manusia, toleransi, kerukunan hidup antarwarga/antaragama, kerjasama global untuk kemakmuran dan perdamaian. Sebenarnya apa yang tercantum dalam sila kedua ini mengharuskan kita sebagai masyarakat Indonesia untuk saling menjaga etika, menjunjung sportivitas dalam hubungan dalam keseharian

Sila ketiga,  mari kita wijudkan dan ajarkan: saling menghargai perbedaan, kemauan untuk bersatu, menghormati simbol-simbol negara persatuan, rasa bangga sebagai orang Indonesia. Hal-hal itulah yang tergambar dari sila Persatuan Indonesia. Jangan sampai persatuan hanya dimulut atau di atas kertas saja. Jangan kita acuhkan sila ketiga ini. Jangan mudah tersulut kebencian hanya karena beda partai, suku, pemimpin atau karena primordial sempit.

Sila keempat, bila kita mencermati sila keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, sangat mulia untuk kita implementasikan dalam dunia nyata. Inilah Nilai demokrasi yang sesungguhnya. sikap yang populis (memihak kepada kepentingan rakyat), rakyat bukan hanya sebagai pemanis dan pembenar, sementara esensi yang dihasilkan dalam permusyawatan jauh dari semangat memperdayakan dan menyejahterakan rakyat.

Sila Kelima , spirit nilai yang muncul dari sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sangat penting juga. Rasa solidaritas sosial sebagai satu bangsa, kerjasama dalam menanggulangi masalah nasional (gotong royong) adalah nilai-nilai yang akan selalu relevan sampai kapanpun. Meskipun nilai-nilai itu sudah kian luntur dalam aktualisasi nyata dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Dan dalam konteks yang demikian perlunya adanya pemahaman yang konkret manakala bangsa kita ini tercabik-cabik adanya krisis ekonomi seperti saat ini.

Mari kita wujudkan karakter berkeadilan sejak kecil, hanya dengan terwujunya rasa keadilan maka ikatan batin sesama kita akan kuat, solidaritas dan partisipasi akan meningkat.

Saudara-saudara Sekalian Yang Saya Muliakan,

Akhirnya, melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang kita peringati setiap tahun haruslah kita jadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan, mengembangkan dan mempromosikan Pancasila sebagai sumber nilai, Pancasila sebagai obat sosial, semangat untuk membangun sikap dan komitmen diri dalam membangun Bojonegoro yang berkelanjutan. Mari kita wujudkan Pancasila dapat menyatu dalam gerak nadi dan derap seluruh kehidupan masyarakat Bojonegoro. Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, harus bisa sebagai pemicu semangat menjadikan masyarakat Bojonegoro sehat, cerdas, produktif, dan bahagia.

Selamat Hari Jadi Bojonegoro yang ke-338, semoga Allah selalu merahmati dan memberkati seluruh rakyat Bojonegoro.

Amin

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bojonegoro,1 Oktober 2015

BUPATI BOJONEGORO

 

Berita Terkait
  • Keluar

  • Proses

  • Apa yang Terlihat

  • Cerita Kehidupan

  • Sering Kali

  • Apa yang Dicari

  • Kemauan

  • Kadang

  • Dahsyatnya Cinta

  • Istirahat

  • Perlu Contoh

  • Peduli

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cermin Hijau: Saat Kita Bertemu Diri Sendiri di Bawah Rindang Pohon

Cermin Hijau: Saat Kita Bertemu Diri Sendiri di Bawah Rindang Pohon

Bayangkan sebuah pagi di mana dunia berhenti sejenak dari kebisingannya. Kamu berdiri di hadapan sebuah pohon tua, sebuah monumen hidup ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1778046387.4141 at start, 1778046388.1095 at end, 0.69539403915405 sec elapsed