News Ticker
  • Tabrak Mobil Yang Hendak Belok, Pemotor di Margomulyo Bojonegoro Luka-Luka
  • Kurang Hati-Hati, Pikap Tabrak Motor di Balen Bojonegoro, Pengendara Motor Luka Berat
  • Terjatuh dan Terlindas Truk, Seorang Kenek di Dander Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram
  • Porprov Jateng, Novita Andriyani Sumbang Emas Pertama untuk Blora dari Half Maraton
  • Apel HJB ke 341, Bupati Bojonegoro Sampaikan 17 Program Prioritas Pembangunan
  • Persahabatan
  • Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341
  • Grebeg Berkah Jonegaran, Puluhan Gunungan Diperebutkan Warga 
  • Bupati Pimpin Prosesi Penyemayaman Api Semangat di Pendapa Pemkab Bojonegoro
  • Kapolres Jadi Pembawa Obor Api Abadi, Peringatan Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro
  • Prosesi Pengambilan Api Abadi Peringatan HJB ke 341, di Lokasi Wisata Khayangan Api  
  • Kerugian Akibat Kebakaran Gudang Tembakau di Baureno Bojonegoro, Hampir Mencapai Rp 1 Miliar
  • Gudang Tembakau di Baureno Bojonegoro Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
  • Bupati Bojonegoro Buka Jambore Pramuka Ranting Purwosari
  • 500 Pelajar di Bojonegoro Ikuti Kuliah Umum, Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0
  • Mbah Karsini Kini Miliki Rumah Sendiri Yang Layak Huni
  • Cabor Aeromodelling pada Porprov Jateng 2018, Dilaksanakan di Bandara Ngloram Blora
  • Bupati Blora Lepas Atlet Porprov Jateng 2018
  • Tabrakan Motor di Kedungadem Bojonegoro, Seorang Pengendara Luka-Luka
Melihat Kampung Keramik di Desa Balong Kecamatan Jepon - Blora

Melihat Kampung Keramik di Desa Balong Kecamatan Jepon - Blora

Oleh Imam Nurcahyo

Blora - Jalan Desa Balong Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, terlihat lengang. Namun, setelah melintas balai desa setempat, terlihat pada Rabu (20/08/2017) siang kemarin, beberapa penduduk sedang sibuk. Para penduduk yang sibuk itu adalah para perajin keramik di desa itu. Mereka membakar kayu di tungku yang berukuran cukup besar. Tungku tersebut digunakan untuk memanaskan keramik maupun kerajinan tangan gerabah.

 

Hampir sebagian besar warga sekitar memproduksi kerajinan yang berasal dari bahan dasar tanah liat. Bentuknya berbagai macam. Ada gelas, mangkuk kecil hingga ada semacam hiasan dinding berupa topeng wajah Saminsurosentiko. Mereka juga membuat kerajinan keramik, genteng, batu bata dan gerabah. Di depan rumah sebagian warga memasang rak untuk memajang barang-barang hasil kerajinan tangan berbahan tanah liat itu.

Widodo (37) perajin keramik desa setempat mengaku dirinya mulai memproduksi barang keramik ini sejak tahun 2015. Sebelumnya, dia hanya seorang perajin genting dan batu bata. "Ya ingin meningkatkan ekonomi keluarga," tutur dia.

Listari, warga lainnya sudah cukup lama menggeluti kerajinan keramik ini. Awalnya dia belajar sedikit demi sedikit akhirnya dia sudah bisa memproduksi sendiri. Dia mencari bahan baku tanah liat tersebut dari Desa Balong. Hasil karya Listari punya ciri khas sendiri. Setiap souvenir dari keramik ini terdapat identitas bunga disisi pingginya. "Sekarang itu yang sulit tentang pemasarannya," terang dia.

Hasil karyannya banyak dibeli oleh konsumen lokal. Kadang, bila ada pameran di luar daerah ada pula yang ikut dijualkan. "Ya semoga ada perkembangannya untuk pemasaran," ujar perempuan berjilbab itu.

Sementara itu, Antok mengatakan hal yang sama sebelumnya di desanya banyak perajin genting dan batu bata. Karena ingin menambah pengahasilan akhirnya mencoba untuk membuat souvenir. Dia menuturkan, ada ciri khas dari hasil kreasinya. Yakni, mangkuk dengan desain daun jati. Selain itu, ada beberap vas bunga. "Lumayan. Setidaknya bisa produksi setiap harinya," terang dia.

Sementara itu, perajin keramik di Desa Balong, Kecamatan Jepon, Blora optimistis usahanya yang baru dirintis setahun terakhir ini akan berkembang dengan baik. Apalagi saat ini beberapa pesanan dari masyarakat sedang dalam proses pembuatan.

"Masyarakat sekitar sudah mulai ada yang memesan beberapa model keramik," ungkap Ketua Paguyuban Perajin Keramik Balong, Marno di bengkel kerjayang berada di sekitar Balaidesa Balong, Kecamatan Jepon.

Menurut dia, usaha itu memang belum lama, baru sekitar setahun terakhir setelah mendapat beberapa kali pelatihan dari Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Setelah pelatihan itu, lanjut dia bersama warga lain mulai menekuni aktifitas membuat keramik dengan beragam model, mulai yang mudah sampai yang sulit.

Saat ini hanya ada enam perajin yang masih setia memproduksi keramik. Bahkan beberapa perajin tersebut sudah menguasai berbagai model seperti vas bunga, patung, topeng hingga membuat beberapa model vas besar. "Sudah ada beberapa model yang dipesan dan harus dibuat, termasuk keramik untuk souvenir saat Hari Jadi Blora Desember nanti," jelasnya.

Marno mengakui untuk bentuk dan model tidak ada masalah, termasuk dengan teknik pembuatan tuang yang sebenarnya sulit. Namun bagi para perajin teknik itu dengan cepat dapat dikuasai dalam waktu singkat. Untuk keramik yang kecil-kecil seperti bunga, bros, dan pernak pernik aksesoris biasa dibuat perajin perempuan. "Saat ini permasalahannya hanya tinggal pewarnaan yang masih kesulitan," katanya.

Pewarnaan itu, lanjut dia sangat penting, sebab bisa mempengaruhi harga jual. Sebagian besar perajin memang sudah mendapatkan pelatihan termasuk pelatihan model yang baru dilaksanakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM Blora. Marno dan kelima rekannya mengakui kali pertama usaha keramik muncul karena pembinaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora serta Forum Pengembangan Ekonomi Daerah (FPED) Blora.

Kepala Desa Balong, Nyomo menyambut baik adanya kerajinan keramik dan mendukung sepenuhnya upaya warganya. Jadi selain genting dan bata yang sudah lama ada, keramik bisa menjadi ikon baru di Balong. "Kami mendukung sepenuhnya, termasuk jika akan dikembangkan lebih maju," katanya.

Kepala Bappeda Blora, Samgautama Karnajaya melalui Kasubid Ekonomi dan Perdagangan Sri Raharjo mengatakan selalu mendorong peningkatan kualitas keramik Balong. Salah satunya dengan mendatangkan dosen ISI. Bahkan saat ini sedang mengupayakan melakukan promosi untuk mengenalkan keramik Balong pada masyarakat.

"Selain mengikutsertakan dalam setiap pameran lokal di Blora, kami juga mengajak anak sekolah belajar langsung bersama perajin," ujarnya.

Sri Raharjo yang juga sekretaris FPED ini mengaku keramik memang baru setahun dirintis. Dia berharap bisa berkembang, dan secara bertahap keramik Balong bisa menjadi maju.

Menurut dia, pihak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) perusahaan operator migas Blok Cepu juga menyatakan tertarik dengan keramik yang dibuat warga, terlebih lagi para generasi muda yang membuat keramik tersebut. "Berbagai langkah promosi terus kami lakukan, agar keramik Balong dikenal masyarakat Blora," kata Sri Raharjo. (*/imm)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

*Oleh Budi Harjana PENGENDALIAN dan penegakan hukum yang tepat, dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya peredaran rokok ilegal. Apa itu rokok ...

Quote

Persahabatan

Persahabatan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Persahabatan menunjukkan perilaku dalam menjalin hubungan antara seorang dengan orang lain atau beberapa orang. ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci, Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Bukit Kunci, Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Oleh Priyo Spd Blora - Sibuknya aktivitas selama sepekan terkadang membuat badan ini lelah dan butuh penyegaran berwisata atau berkunjung ...

Statistik

Hari ini

847 kunjungan

1.345 halaman dibuka

72 pengunjung online

Bulan ini

71.544 kunjungan

127.378 halaman dibuka

Tahun ini

1.095.661 kunjungan

1.924.723 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 605.332

Indonesia: 9.552

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015