News Ticker
  • Dinkes Bojonegoro Gelar Pembinaan pada Petugas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas
  • Antisipasi Bencana Banjir, Sat Sabhara Polres Blora Latihan SAR
  • Seorang Pemuda Asal Kedungadem Bojonegoro Dilaporkan Hilang
  • Seorang Pelajar Asal Kanor Luka Berat, Setelah Motornya Tabrak Tembok Jembatan Kabunan
  • Kemauan
  • Inilah Juara Lomba Drum Band Bupati Cup 2018, untuk Tingkat SD, SLTP, dan SLTA
  • Polisi di Bojonegoro Amankan Ratusan Botol Minuman Keras
  • Lestarikan Budaya di Usia ke-725 Kabupaten Tuban
  • Kenshi Bojonegoro Raih 7 Medali di Kejurprov Shorinji Kempo Junior Jawa Timur di Tuban
  • Wakapolres dan Wabup Bojonegoro Hadiri Penutupan Kejuaraan Drum Band Bupati Cup 2018
  • Bupati Bojonegoro: Jadikan Gowes Sebagai Ajang Silaturahmi
  • Atlet Judo Bojonegoro Raih 8 Medali di Kejurprov Judo Senior Jawa Timur 2018 di Surabaya
  • Seorang Petani di Kapas Bojonegoro, Meninggal Dunia di Sawah, Diduga Serangan Jantung
  • Diterjang Banjir, Sebuah Jembatan Penghubung di Ngasem Bojonegoro, Putus
  • Hari ini Digelar Lomba Drum Band Bupati Bojonegoro Cup 2018 Tingkat SD, SLTP, dan SLTA,
  • Inilah Pemenang  Lomba Drum Band Bupati Cup 2018, untuk Tingkat TK/RA
  • Seorang Warga Dander Meninggal Dunia Terbakar Api dari Tabung Elpiji yang Bocor
  • Terjatuh Akibat Pecah Ban, Seorang Pembonceng Motor di Padangan Meninggal Dunia
  • Bengkel Motor dan Toko Pakan Burung di Sumberrejo Terbakar, Kerugian Capai Rp 70 Juta
  • PDBI Bojonegoro Gelar Kejuaraan Drum Band Bupati Cup 2018
  • Jerit Tangis Warnai Khitanan Massal di Blora
  • Bupati Bojonegoro Turut Meriahkan Malam Resepsi Hari Jadi Blora ke 269
  • Kebakaran Rumah di Padangan Bojonegoro, 1 Orang Luka-Luka, Kerugian Capai Rp 100 Juta
  • Polisi di Bojonegoro Akan Tidak Pengguna Knalpot Brong, Saat Perayaan Malam Tahun Baru
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Truk Molen di Bojonegoro Seruduk Truk Tronton Parkir

Catatan Dahlan Iskan

Angka Yang Jadi Sumber Kebencian

*Oleh Dahlan Iskan

ANGKA siapakah yang bisa dipakai pegangan? 7,5 juta? 40.000?. Tentu ini tentang reuni 212. Khususnya tentang berapa orang sebenarnya yang berkumpul di Monas Jakarta hari Sabtu, (2/12/2017) lalu.

Perbedaan angka yang begitu mencolok menimbulkan banyak prasangka. Bahkan  sudah ikut menimbulkan kebencian baru.

Yang pro reuni 212 merasa dilecehkan dengan angka 40.000 itu. Lalu membenci orang yang mengatakannya. Bahkan membenci lembaga tempat orang itu bekerja. Yang anti reuni merasa angka 7,5 juta itu hanya omong besar.

Dua-duanya tidak menyertakan argumentasi mengapa sampai pada angka 7,5 juta dan mengapa hanya 40.000.

Di Amerika Serikat juga pernah terjadi seperti itu. Tapi sudah sangat lama. Sekitar 30 tahun lalu. Ketika belum ada Google. Belum ada drone. Belum ada waze.

Yang diperdebatkan saat itu adalah berapa jumlah orang kulit hitam yang menghadiri Million Man March di 'Monasnya' Washington DC.

Aksi show of force orang kulit hitam yang merasa sedang tertindas itu sempat dikhawatirkan akan rusuh.  Apalagi salah satu penggeraknya adalah Farakhan, tokoh Islam di AS yang berkulit hitam. Sejak ide Million Man March itu diumumkan pro-kontra meluas. Termasuk di kalangan kulit hitam sendiri.

Meski bentuknya lapangan dan taman terbuka tapi kawasan itu disebut Washington Mall. Letaknya di dekat Gedung Putih dan di tengahnya menjulang monumen nasional. Presiden baru AS biasanya juga disumpah di lapangan terbuka ini.

Hari itu saya sedang di AS. Meski tidak di Washington saya bisa mengikuti hiruk-pikuknya dari media. Atau melihat banyaknya orang kulit hitam yang berangkat dari kota tempat saya tinggal menuju Washington DC. Terasa nuansa show of force-nya. Terasa juga nuansa untuk membuktikan bahwa angka satu juta itu akan tercapai. Maklum banyak yang meragukan target itu.

Bahkan ada yang memperkirakan acara itu paling banyak hanya akan dihadiri 50.000 orang. Di AS yang masyarakatnya sangat individualistis sulit digerakkan. Apalagi sampai satu juta orang.

Mana mungkin satu juta warga kulit hitam bisa  berkumpul di Washington Mall.

Rupanya perasaan sedang tertekan menjadi penggerak yang utama. Tuntutan agar tidak ada lagi diskriminasi menjadi topik utama.

Pada hari yang ditentukan itu kota Washington berubah. Washington Mall dibanjiri orang kulit hitam. Panitia merasa puas.  Mengklaim yang hadir satu juta lebih.

Tapi pihak yang sejak awal anti gerakan ini tetap sinis. Mereka mengatakan yang hadi hanya 200.000 orang. Panitia marah. Saling serang. Panas.

Untung Amerika memiliki ahli apa pun. Termasuk ahli menghitung kerumunan. Profesor itu turun tangan. Sang ahli menulis di harian USA Today. Dia menyesalkan timbulnya salah paham itu. Sambil menyalahkan media. Mengapa media tidak berperan sebagai pembawa fakta yang akurat.

Saya masih ingat inti tulisannya tapi lupa siapa nama ahli menghitung kerumunan itu. Menurut dia menghitung kerumunan itu ada teorinya. Wartawan, katanya, meski memiliki kemampuan menghitung kerumunan.

Caranya: perkirakanlah berapa luas lapangan itu. Lalu lihatlah seberapa padat. Apakah mereka berdiri atau duduk. Tingkat kepadatan duduk dan berdiri berbeda. Lalu ambillah beberapa contoh.kepadatan di beberapa titik. Hitunglah per 10 m2 diisi orang berapa. Lalu kalikanlah. Akan bisa diperoleh angka yang mendekati kenyataan.

Menurut perkiraan ahli tersebut jumlah orang kulit hitam yang hadir hari itu tidak sampai satu juta orang tapi juga jauh lebih besar dari 200 ribu orang.

Itu 30 tahun yang lalu.

Kini mestinya lebih mudah. Teknologinya sudah tersedia. Luas lingkaran tugu Monas bisa dihitung dengan mudah. Cukup pakai laptop. Luas jalan-jalan masuk bisa diukur dengan  komputer. Tingkat kepadatan orang di masing-masing tempat bisa dilihat dengan drone. Lalu dijumlah.

Angkanya insyaallah tidak banyak meleset.

Ilmu pengetahuan akan menyelesaikan banyak hal. Termasuk menyelesaikan sengketa angka yang bisa menjadi sumber kebencian. Bahkan untuk lokasi seperti Monas baiknya ada pihak yang bisa dijadikan sumber kredibel.

Misalnya berapa kapasitasnya kalau hanya lingkaran tugu Monas. Tiap jalan menuju Monas berkapasitas berapa. Dijumlah. Kapasitas keseluruhannya berapa.

Maka kita pun memiliki pegangan umum.

Seperti kita tahu kapasitas stadion. Wartawan tahu berapa kapasitas stadion di suatu tempat sehingga tidak biasa memperkirakan jumlah orang di suatu kerumunan besar.

Ilmu menghitung kerumunan ini kian penting tahun depan. Terutama bagi wartawan di media yang independen. Banyak kampanye tahun depan. Bahkan ada baiknya pelatihan menghitung kerumunan menjadi salah satu bagian dari ilmu jurnalistik. Agar media bisa membawa kejernihan. (*/imm)

*) Catatan Dahlan Iskan akan secara rutin diterbitkan redaksi beritabojonegoro.com

Berita Terkait

Videotorial

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Ribuan warga memadati jalan-jalan, warung-warung dan lapangan sepakbola Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro saat digelar perhelatan ...

Teras

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Oleh Muhammad Roqib Kuliah tamu bersama Dr Norazlina binti Abdul Azis dari Faculty Law UITM Malaysia di Pascasarjana Ilmu Hukum ...

Opini

Proaktif Menjemput Momentum Restorasi Tata Kelola Pemerintahan RI

Proaktif Menjemput Momentum Restorasi Tata Kelola Pemerintahan RI

*Oleh Dr Suyoto MSi Apa Masalah Pemerintah menurut anda? Pertanyaan ini sungguh serius untuk dijawab bersama oleh rakyat, politisi dan ...

Quote

Kemauan

Kemauan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Kemauan atau kehendak adalah salah satu faktor pendorong yang ada pada diri manusia untuk ...

Sosok

Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren

Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren

Oleh Nova Andriyanto Bojonegoro - Kopi biji secang, adalah minuman ringan dari olahan biji secang. Leluhur dulu biasa menggunakan kayu ...

Eksis

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Oleh Priyo Spd Blora- Sering terjadinya listrik padam di wilayah Blora, membuat sepasang kakak-adik, warga Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, menciptakan ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Lestarikan Budaya di Usia ke-725 Kabupaten Tuban

Lestarikan Budaya di Usia ke-725 Kabupaten Tuban

Oleh Imam Nurcahyo Tuban - Semarak Hari Jadi ke-725 Kabupaten Tuban sudah dimulai sejak awal Oktober. Sebanyak 31 kegiatan digelar ...

Berita Foto

Menteri PAN-RB Serahkan Penghargaan Kepada Kapolres Bojonegoro

Menteri PAN-RB Serahkan Penghargaan Kepada Kapolres Bojonegoro

Dalam acara apresiasi dan penghargaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), yang ...

Feature

Miniatur Motor Berbahan Limbah Bambu

Miniatur Motor Berbahan Limbah Bambu

Oleh Priyo SPd Blora - Banyaknya pohon bambu yang tumbuh di wilayah Desa Sumurboto Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, membuat warga ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Harga Tiket Wahana Universal Studio Singapore

Harga Tiket Wahana Universal Studio Singapore

Oleh Imam Nurcahyo Menghabiskan liburan dengan keluarga memang sangat menyenangkan apalagi dengan mengunjungi tempat wisata yang memiliki banyak wahana dan ...

Hiburan

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Dalam partai final Latte Art Battle di KDS Toserba Bojonegoro yang digelar pada Sabtu (01/12/2018) ...

Statistik

Hari ini

4.216 kunjungan

7.198 halaman dibuka

140 pengunjung online

Bulan ini

64.848 kunjungan

111.513 halaman dibuka

Tahun ini

1.306.242 kunjungan

2.294.920 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 703.383

Indonesia: 12.115

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015