News Ticker
  • Disdagkop UM Bojonegoro Sarankan UMKM Sesiakan Harga dan Volume Jualan Imbas Harga Plastik Naik
  • Hilang Kendali, Truk Tangki di Kapas, Bojonegoro Tabrak Pohon Penghijauan
  • 10 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar di Dunia
  • Tenggelam di Sawah, Seorang Balita di Gayam, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Pemkab Bojonegoro Matangkan Persiapan Porkab II 2026 Guna Jaring Bibit Atlet Berprestasi
  • Perbandingan Gizi Ikan Lele dan Ikan Salmon sebagai Sumber Protein
  • Gubernur Khofifah Siapkan 7.500 Relawan Percepat Sertifikasi Tanah di Jatim
  • Prakiraan Cuaca 12 April di Bojonegoro
  • 12 April dalam Sejarah
  • Kalender Jawa Hari Ini, Minggu 12 April 2026, Detail Weton Minggu Pon dan Jumlah Neptu 13
  • Dapur SPPG di Kedungadem, Bojonegoro Roboh Diterjang Angin
  • Kepemimpinan SMSI Bojonegoro Berganti, Kustaji Siap Perkuat Profesionalisme Media
  • Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur
  • Mengungkap Jejak Pesantren Kuno Guyangan di Balik Mbah Kintir atau Kiai Januddin
  • Punya UMKM? Ini Mindset yang Wajib Kamu Punya Biar Bisnismu Naik Kelas
  • Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
  • Pemprov Jatim Perkuat Kerjasama Multisektor dengan Tiongkok
  • BPBD Bojonegoro Petakan Titik Rawan Kekeringan, Warga Diminta Proaktif Lapor
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan Datangi Bojonegoro, Pastikan Ketersediaan Stok dan Percepatan MBG
  • RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Hadirkan Poli Onkologi Guna Mudahkan Akses Pengobatan Kanker di Bojonegoro
  • TPA Banjarsari Bojonegoro Kembangkan Drum Komposter Guna Tekan Volume Sampah Rumah Tangga
  • Gandeng Akademisi dan Periset, Pemkab Bojonegoro Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Antisipasi Dampak Kemarau
  • Prakiraan Cuaca 11 April 2026 di Bojonegoro
  • 11 April dalam Sejarah
Anak Pekerja Malam dan Kemiskinan di Bojonegoro

Anak Pekerja Malam dan Kemiskinan di Bojonegoro

Oleh Rahmat Junaidi

SUDAH cukup lama sebenarnya saya memperhatikan ini. Saat saya pulang di atas jam sembilan malam, terkadang mampir di beberapa warung kopi di seputaran Kecamatan Bojonegoro. Atau jika pulang malam dari Surabaya, di daerah Baureno maupun Sumberrejo, seringkali saya temui warung kopi yang mempekerjakan anak-anak perempuan. Jauh di dalam hati kecil saya, mengapa ini terjadi? Apakah tidak ada pekerja lelaki? Ataupun kalau wanita, tidak adakah yang sudah cukup dewasa?

Baik. Mungkin ini jawaban yang memungkinkan kalau kita analisis dari fenomena sosial secara global. Meski masih sangat parsial dan kualitatif. Mungkin jawaban yang lebih benar adalah jika dilakukan penelitian yang lebih evidence dan lebih lama. Tapi, paling tidak, saya berharap tulisan ini bisa membuka hati dan pikiran kita semua warga Bojonegoro tercinta.

Sebagai kerangka pemikiran, kita lihat dulu definisi pekerja anak. Yaitu sebuah istilah untuk mempekerjakan anak kecil yang dapat memiliki konotasi eksploitasi atas tenaga anak-anak dengan gaji yang kecil. Serta adanya pengabaian perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan.

Kalau kita lihat regulasi yang mengatur pekerja anak di Indonesia seperti Pasal 68 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki usaha dilarang mempekerjakan anak. Dan dalam ketentuan undang-undang tersebut, anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 tahun. Berarti 18 tahun adalah usia minimum yang diperbolehkan pemerintah untuk bekerja.

Nah, dari apa yang saya lihat saat saya mencoba mengahangatkan badan lewat minuman teh atau kopi, maka yang melayani anda di warung-warung tersebut di atas jam 21.00 adalah anak-anak gadis usia 15 tahun sampai 17 tahun. Wah, apa jadinya status kesehatan, fisik, mental dan sosial anak tersebut? Tentunya pembaca bisa membayangkan, yang belanja pada jam tersebut hampir keseluruhan atau sebagian besar adalah para lelaki dewasa.

Organisasi buruh Internasional ( International Labour Organisation) sendiri memberikan pedoman untuk beberapa faktor yang tidak diperbolehkan oleh seorang anak dalam bekerja :

  1. Pekerjaan yang membuat anak-anak mengalami penyalahgunaan fisik, psikologis atau pelecehan seksual.
  2. Pekerjaan di bawah tanah, bawah air, pada ketinggian yang berbahaya atau di ruangan yang sempit dan terbatas.
  3. Bekerja dengan peralatan dan mesin yang berbahaya atau yang melibatkan penanganan manual atau pengangkutan beban berat.
  4. Bekerja di lingkungan yang tidak sehat yang memungkinkan, sebagai contoh terpaparnya anak-anak tentang bahan-bahan kimia yang berbahaya atau proses kimia yang berbahaya, ataupun suhu, tingkat kebisingan, atau getaran yang dapat merusak kesehatan mereka.
  5. Bekerja di bawah kondisi yang sulit, seperti bekerja dengan jam kerja yang panjang atau di malam hari atau pekerjaan dimana seorang anak, tanpa alasan yang kuat, harus berada di tempat yang sempit dan terbatas.

Penyebab pekerja anak perempuan di waktu malam ini, tentu bermacam–macam. Tapi mungkin yang paling mudah kita sepakati adalah akibat masalah ekonomi atau kesejahteraan keluarga yang kurang, atau kita kenal sebagai kemiskinan. Sehingga kondisi itu mengharuskan anak-anak ini bekerja.

Kemudian permintaan pasar yang tinggi, tentu akan lebih menarik, lagipula dengan pemberian gaji yang lebih murah. Kemudian pada usia antara 15- 17 tahun ini merupakan usia yang labil, mudah meniru, menginginkan sesuatu barang yang dianggap sedang trend saat ini. Yang paling mudah kita tebak adalah telepon genggam ( handpone). Sementara itu, pekerjaan yang dilakukan dianggap tidak terlalu berat. Toh kalau ngantuk, siangnya kan bisa tidur! Sebab sudah tidak sekolah (putus sekolah). Lantas kemana peran orang tua ? Inilah pertanyaan yang sulit juga saya jawab.

Beberapa kali saya coba bertanya, sebagian besar anak-anak ini sebenarnya bukan orang asli Bojonegoro. Memang ada juga yang orang Bojonegoro, tetapi dari desa-desa yang cukup jauh dari pusat kota.

Mungkin banyak penyebab lainnya. Tetapi inilah keprihatinan kita. Wah, sebegitu banyak masalah sosial di sekitar kita.

Terus bagaimana kita menyikapi dan mungkin bisa memberi solusi ? Saya sendiri mungkin masih secara sangat normatif untuk memberikan solusi. Sehingga saya harapkan pembaca budiman akan bisa memberikan solusi yang lebih konkret. Solusi saya itu adalah; Pertama, meningkatkan pengumpulan data anak perempuan yang bekerja di waktu malam. Menurut saya tidak hanya anak perempuan, juga anak laki-laki, termasuk analisis usia pasti dari anak-anak itu. Maksud saya, jika kita sudah mengetahui data yang pasti, maka tentu akan lebih mudah untuk ditangani.

Kedua, peningkatan kesadaran. Sehingga anak-anak dan orang dewasa menyadari bahaya dari berbagai jenis pekerjaan.

Ketiga, mengembangkan kebijakan dan terus memperbarui peraturan terkait perlindungan anak. Terutama di tingkat lokal Bojonegoro.

Ketiga, mempromosikan penegakan hukum yang efektif melalui pelayanan inspeksi kerja terpadu dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Tentu kita semua harus menentang berbagai bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, terutama melalui pendidikan, perlindungan sosial dan berbagai strategi lainnya.

Menurut saya, anak pekerja perempuan malam hari merupakan salah satu pekerjaan yang beresiko dalam banyak hal. Dan hal ini tidak dapat diatasi secara terisolasi. Ini merupakan bagian dari permasalahan pekerja anak secara global, yang amat terkait dengan masalah kemiskinan keluarga dan kondisi pekerjaan. Oleh karenanya, penanganan masalah ini juga harus berakar pada tanggapan kebijakan yang lebih luas. Pendidikan adalah prioritas utama.

Dari riset secara nasional diperoleh data 67 juta anak-anak usia sekolah dasar, lebih dari separo adalah perempuan, dan 71 juta anak-anak setingkat sekolah menengah pertama tidak lagi sekolah. Banyak juga anak-anak yang telah terdaftar di sekolah tidak dapat hadir secara reguler, di mana sering dikarenakan jam kerja yang panjang dan juga karena biaya sekolah yang tinggi. Menyediakan akses ke pendidikan wajib belajar, gratis, dan berkualitas untuk semua anak hingga anak memasuki usia minimum bekerja adalah strategi kunci dalam menghadapi segala jenis eksploitasi anak. Kesempatan mendapatkan pelatihan keterampilan dan langkah –langkah terkait lainnya sangat penting untuk dapat membantu anak-anak yang sudah berada pada usia minimum bekerja, untuk mendapatkan akses ke pekerjaan yang layak dan produktif.

Bagaimana? Masalah sosial ini sudah ada di Bojonegoro tercinta. Maka mari kita bersama-sama bertindak sekarang !

*Penulis adalah Kabid Sosbud Bappeda Bojonegoro dan peneliti di Djanggleng Institute

 

 

Berita Terkait
  • Proses

  • Apa yang Terlihat

  • Cerita Kehidupan

  • Sering Kali

  • Apa yang Dicari

  • Kemauan

  • Kadang

  • Dahsyatnya Cinta

  • Istirahat

  • Perlu Contoh

  • Peduli

  • Kehormatan

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Film Legenda Kelam Malin Kundang hadir sebagai sebuah tawaran segar yang merombak pemahaman terhadap pakem cerita rakyat yang selama ini ...

1775980247.3809 at start, 1775980247.6726 at end, 0.29173493385315 sec elapsed