News Ticker
  • Aparat Gabungan Sinergi Amankan Lapas Bojonegoro dari Benda Terlarang
  • Sambut Peluncuran KA Anggrek, KAI Daop 8 Surabaya Manjakan Penumpang dengan Bingkisan Spesial
  • Disdukcapil Jemput Bola ke SMAN 1 Bojonegoro, Pelajar Rekam KTP-el Tanpa Tinggalkan Sekolah
  • Swadaya Warga Balenrejo Atasi Krisis Air, HIPPAM Layani 67 KK dengan Tarif Rp1.000
  • Diduga Sopir Mengantuk, 2 Truk Bertabrakan di Kapas, Bojonegoro
  • Prakiraan Cuaca 09 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 09 Mei dalam Sejarah
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Serapan Telur Program Gayatri, ASN Wajib Dukung Produk Peternak Lokal
  • Hantavirus Jadi Sorotan Dunia, Ini Penjelasan Ahli soal Penularan dan Bahayanya
  • Khofifah Dorong Bank Jatim Percepat Transformasi Digital dan Perkuat Pembiayaan UMKM
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp21 Miliar untuk Program Domba Kesejahteraan, Sasar Ribuan Keluarga Miskin
  • Perangkat Desa Bojonegoro Keluhkan Siltap Tak Terbayar Penuh, Minta Regulasi Baru Lebih Berpihak
  • Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Bojonegoro Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Pembinaan HIPPAM
  • Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Kapolres Bojonegoro Kunjungi Kantor ATR/BPN
  • Ratusan Siswa Berprestasi Terima Penghargaan dari Pemkab Bojonegoro, Jadi Inspirasi Generasi Muda
  • IGTKI Bojonegoro Dorong Guru TK Adaptif di Era AI Lewat Workshop Pembelajaran Digital Kreatif
  • Harga Emas Hari Ini 8 Mei 2026: Emas 1 Gram Tembus Rp2,84 Juta
  • Dunia Modern dan Ilusi Kebenaran, Antara Kesadaran dan terjebak Tipu Daya
  • Akses Izin Air Tanah Dipermudah, Kemen ESDM Percepat Program Sumur Bor Pertanian Bojonegoro
  • Target PTSL Bojonegoro Bertambah Menjadi 35 Desa Dampak Pengalihan Kuota Pusat
  • Gerakan Pangan Murah di Purwosari Bojonegoro Catat Omzet Puluhan Juta Rupiah
  • Atasi Genangan Kronis, Wabup Bojonegoro Sidak Drainase dan Temukan Pompa Tidak Maksimal
  • Antisipasi El Nino Ekstrem, Pemkab Bojonegoro Petakan 73 Desa Rawan Kekeringan
  • Menag Nasaruddin Umar: Tiada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
Kisah Keluarga Sugiono, Warga Blora Yang Berhasil Pulang dengan Selamat dari Wamena

Kisah Keluarga Sugiono, Warga Blora Yang Berhasil Pulang dengan Selamat dari Wamena

Blora - Keluarga Sugiono (42) akhirnya tiba di Kabupaten Blora, setelah dijemput Pemerintah Kabupaten Blroa di bandara Juanda Surabaya pada Rabu (09/10/2019). Mereka tiba di Bandara Juanda pukul 19.30 WIB dan disambut oleh Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Blora, Dra Indah Purwaningsih MSi, didampingi Kasubag Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Blora, Sunyoto tim dari Baznas Blora dan Dokter Kesehatan DKK Blora.
 
 
Sugiono, bersama empat anggota kelurganya yakni Kriswiastanti (36), M Faizal Rifai (20), Nabila (2), dan Alisa (1) tiba di kediaman orang tuanya pada Kamis (10/10/2019) dini hari dan kedatangannya langsung disambut kedua orang tuannya di depan Gang Koplakaan Keluarahan Mlangsen RT 001 RW 001 Kecamatan Blora.
 
 
 
 
 
 
 

Sugiono, bersama kelurganya saat berada di rumah orang tuannya, di depan Gang Koplakaan Keluarahan Mlangsen RT 001 RW 001 Kecamatan Blora. Kamis (10/10/2019)

 
Kriswiastanti (36), istri Sugiono menjelaskan kondisi disana mulai tidak kondusif sejak 23 September 2019 lalu, setelah kejadian itu, warga wamena baik yang pendatang maupun penduduk asli langsung mengungsi di Kodim 1702 Wamena selama satu minggu. Setelah seminggu di Kodim lalu dipindah ke Bataliyon 751 Jayapura, 8 hari di sana bersama dengan pengungsi lainnya.
 
"Setelah 8 hari di Batalyon, saya bersama suami dan anak-anak akhirnya diantar ke bandara untuk terbang ke Junada Surabaya dan diterima oleh Pemkab Blora." tutur Kriswiastanti
 
Kriswiastanti mengaku masih trauma dengan kejadian yang terjadi di Wamena tersebut, bahkan dirinya sudah tidak ada keinginian untuk lembali ke Wamena lagi.
 
"Melihat kejadian di sana, mulai pembakaran hingga pemerkosaan, rasanya masih merinding dan mau menenangkan diri dulu di rumah," katau Kriswiastanti menceritakan peristiwa yang terjadi di Wamena.
 
Sementara itu, Sugiono mengaku berterimakasih atas bantuan Pemkab Blora kepada keluarganya, yang telah mau menjemput dan mengantar kembali ke Blora.
 
"Kami sangat bersyukur bisa balik dengan selamat, di sana kejadiannya begitu cepat, mereka awalnya menyamar menjadi pelajar, ada tawuran dan pembakaran, seketika, hari itu juga saya dan keluarga mengungsi di Kodim Wamena" tutur Sugiono.
 
 
Sugiono juga belum tahu akan rencana ke depan, apakah akan kembali ke sana atau menetap kembali di Blora dan mencari pekerjaan di Blora.
 
"Lihat situasi di sana dulu, yang pasti untuk waktu dekat ini masih ingin di Blora dulu hingga situasi disana benar benar kondusif. Saya berharap pemerintah ke depan bisa menambah pasukan keamanan di wilayah Papua agar situasi di sana selalu aman," tuturnya.
 
 
Sementara itu Mardiono (60) orang tua Sugiono mengaku senang dan bersyukur, anaknya bersama cucunya bisa kembali dengan selamat dari kejadian di Wamena tersebut.
 
"Mendengar kejadian di sana, kami sempat panik, bahkan sempat tidak bisa komunikasi selama dua hari, namun sekarang sudah kembali dengan selamat semua, kami sangat bersyukur sekali," kata Mardiono.
 
 
 

Sugiono, bersama kelurganya saat berada di rumah orang tuannya, di depan Gang Koplakaan Keluarahan Mlangsen RT 001 RW 001 Kecamatan Blora. Kamis (10/10/2019)

 
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blora, Dra Indah Purwaningsih mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora berupaya mendata keberadaan warga Blora yang berada di Wamena untuk di pulangkan ke Blora.
 
"Kita akan terus koordinasi dengan pemkot dan pemprov sana, apakah masih ada warga Blora yang di sana apa tidak, jika masih ada nanti akan kami upayakan untuk penjemputan kembali." tutur Indah
 
Indah menambahkan, Pemkab Blora akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Papua untuk keberadaan warga Blora yang ada di sana hingga situasi kondusif.
 
"Nanti akan kami koordinasikan dan mendata, jika nanti mereka ingin pulang akan kami lakukan penjemputan kembali, tapi jika tetap ingin bertahan juga kami persilakan, namun untuk yang lima ini kemarin menghubungi Bagian Kesra terlebih dahulu," ujarnya.
 
 
Selanjutnya pemerintah juga akan berusaha membantu keluarga Sugiono agar bisa mendapatkan pekerjaan kembali.
 
"Kalau pak Sugiono di sana kerja di bengkel, mungkin nanti bisa kita ikutkan pelatihan program kementerian, di sana nanti difasilitasi oleh kementerian, sehingga bisa segera mendapatkan pekerjaan kembali," kata Indah
 
Saat kedatangan Sugiono bersama keluarganya, turut menyambut kedatangan mereka , Camat Blora, Dasiran SAg, jajaran Forkopimcam Blora, perwakilan Kesbangpol Blora dan tokoh masyarakat setempat. (teg/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Dunia Modern dan Ilusi Kebenaran, Antara Kesadaran dan terjebak Tipu Daya

Dunia Modern dan Ilusi Kebenaran, Antara Kesadaran dan terjebak Tipu Daya

Dunia modern bergerak seperti kereta tanpa rem, sangat cepat, bising, dan sering kali membingungkan. Setiap hari kita disuguhi informasi yang ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1778318361.0312 at start, 1778318361.6153 at end, 0.58402395248413 sec elapsed