Kolom Abu Setinggi Satu Kilometer Keluar dari Kawah Gunung Semeru Jumat Pagi
Jumat, 22 Mei 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali fluktuatif ditandai dengan muntahan material vulkanik setinggi seribu meter dari atas bibir kawah pada Jumat pagi. Berdasarkan pengamatan visual berkala, manifestasi erupsi awal mulai terdeteksi oleh instrumen pos pantau sejak pukul enam lewat empat puluh empat menit Waktu Indonesia Barat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto menyampaikan bahwa material kepulan abu vulkanik yang keluar dari perut gunung terpantau memiliki corak warna putih hingga abu-abu. Hembusan angin membawa material dengan intensitas ketebalan sedang tersebut bergerak dominan mengarah ke sektor timur laut.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Selang satu jam kemudian atau tepatnya pukul tujuh lebih lima puluh lima menit Waktu Indonesia Barat, gunung berapi setinggi lebih dari tiga ribu meter di atas permukaan laut ini terdeteksi kembali mengalami letusan susulan. Hanya saja, pemantauan visual secara langsung untuk erupsi kedua tidak dapat terdokumentasi dengan optimal akibat kondisi di area puncak yang diselimuti oleh kabut tebal.
“Saat laporan tersebut dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung,” katanya.
Menyikapi fluktuasi aktivitas ini, otoritas berwenang masih menetapkan status kegempaan dan vulkanik Gunung Semeru pada Level Tiga atau Siaga. Demi keselamatan bersama, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah instruksi pembatasan wilayah yang steril dari segala jenis kegiatan warga, terutama di kawasan sektor tenggara sepanjang jalur daerah aliran sungai Besuk Kobokan hingga radius tiga belas kilometer.
Lebih lanjut, masyarakat juga diminta menjauh dari batas bibir sungai sejauh lima ratus meter di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari risiko limpasan awan panas serta terjangan material lahar dingin yang jangkauan perluasannya bisa mencapai belasan kilometer dari arah pusat kawah.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ujarnya.
Petugas juga memberikan peringatan dini agar warga yang bermukim di sekitar lereng tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman susulan berupa guguran lava pijar serta aliran lahar pada daerah aliran sungai yang berhulu langsung di puncak.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya.





































