Penjualan Hewan Kurban di Jatim Naik Signifikan
Kamis, 28 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan penjualan hewan ternak kurban menjelang dan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Jawa Timur mengalami kenaikan yang cukup tajam. Hal itu ia sampaikan usai menunaikan salat Id dan menyerahkan sejumlah hewan kurban pejabat negara di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (27/05/2026).
Berdasarkan pantauan langsung ke berbagai peternakan di sejumlah daerah, Khofifah memastikan ketersediaan hewan kurban di Jatim dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain stok yang terjaga, tingkat penjualan di sentra peternakan juga disebut lebih tinggi dibandingkan Iduladha tahun sebelumnya.
“Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat. Itu dari berbagai kunjungan-kunjungan kami ke berbagai sentra-sentra peternakan,” ujar Khofifah.
Khofifah menuturkan, para peternak yang ia temui mengaku terjadi peningkatan transaksi penjualan hewan kurban dibanding tahun lalu. Tren positif itu, menurutnya, turut ditopang oleh perubahan pola perdagangan yang mulai beralih ke sistem digital.
“Banyak di antara mereka menjual secara digital. Jadi digital ekosistem itu sangat membantu, baik bagi peternak maupun bagi pembeli,” katanya.
Sebagai contoh, hasil pemantauan di sentra peternakan Banjarejo, Lamongan, menunjukkan dari total stok 300 ekor hewan kurban, sebanyak 260 ekor sudah terjual menjelang Iduladha. Peternak di wilayah tersebut mencatat kenaikan penjualan sekitar 30 persen dibanding 2025.
“Katanya itu sudah meningkat 30 persen dibanding dengan penjualan di tahun 2025,” ujarnya.
Meski perayaan Iduladha telah berlalu, Khofifah menyebut aktivitas jual beli hewan kurban masih berlangsung karena masa penyembelihan berlanjut hingga hari tasyrik.
Selain memperhatikan penjualan, Pemprov Jatim juga terus menggandeng peternak di sejumlah daerah seperti Nganjuk, Mojokerto, Tuban, dan Lamongan dalam program vaksinasi dan pemberian vitamin bagi ternak. Upaya itu dilakukan untuk menjaga kesehatan hewan dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku yang masih menjadi kekhawatiran utama peternak.
“Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini sesuatu yang sangat ditakutkan oleh para peternak dan termasuk daerah-daerah lain bahkan negara tetangga kita. Karena itu, kita melakukan langkah-langkah preventif semaksimal mungkin melalui vaksinasi dan pemberian vitamin,” pungkas Khofifah.
Ia berharap seluruh rangkaian penyembelihan hingga distribusi daging kurban tahun ini berjalan lancar sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.














.sm.jpg)






















