Sambut Hari Pemuda, Komite Pemuda Lintas Agama Bojonegoro Gelar Diskusi dan Doa Bersama
Minggu, 27 Oktober 2019 10:00 WIBOleh Mulyanto Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Komite Pemuda Lintas Agama (KP Lima) sebagai organisasi pemuda dari lintas agama Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (26/10/2019) malam, adakan dialog atau diskusi dan doa bersama, dalam rangka menyambut Hari Pemuda atau Sumpah Pemuda.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro tersebut dihadiri pelindung KP LIMA, yakni pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro dan diikuti pemuda lintas agama dari sejulah organisasi kepemudaan di Bojonegoro, baik organisasi ektra kampus (Omek) maupun intra kampus (Omik).
Selain membaca Sumpah Pemuda bersama-sama, dalam kegiatan tersebut juga diisi diakusi tentang pemuda yang cerdas bermedia sosial, menghadirkan dua narasumber yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro, Dandi Suprayitno dan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, M Yazid.
Ketua KP Lima Kabupaten Bojonegoro, Nanang Andriyan menuturkan, kegiatan peringatan sumpah pemuda ini untuk menumbuhkan semangat kebersamaan pemuda lintas agama. Termasuk memperingati hari besar nasional yakni sumpah pemuda.
"Supaya pemuda mempererat silaturrahim antar pemuda lintas agama dan meningkatkan kecintaannya pada negara dan bangsa," terang mantan ketua PC PMII Bojonegoro.
Diskusi dan doa bersama, yang digelar Komite Pemuda Lintas Agama (KP Lima) Bojonegoro, dalam rangka menyambut Hari Pemuda atau Sumpah Pemuda. Sabtu (26/10/2019) di halaman Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro
Sementara itu, ketua PWI Bojonegoro, M Yazid menyampaikan terkait pentingnya bermedia sosial yang baik. Jangan sampai pemuda sekarang ini menyalahgunakan media sosial, dan tidak mempertimbangkan manfaat dan dampaknya.
"Media sosial bisa berdampak positif maupun negatif tergantung penggunanya. Maka sebagai pemuda harus bijak menggunakan media sosial, termasuk menyikapi pemberitaan media massa," sebutnya saat diskusi.
Menurutnya, di Bojonegoro dampak adanya media sosial membuat perceraian dalam rumah tangga. Sebab selain faktor ekonomi, penyebab hancurnya rumah tangga karena media sosial.
"Jangan sampai pemuda menyebarluaskan berita hoax atau bahkan profokatif. Untuk itu harus dicek kebenaran berita atau informasi yang beredar di media sosial, sebelum dibagikan," tuturnya.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Dandi Suprayitno mengapresiasi kerukunan dan kebersamaan para pemuda di Bojonegoro. Sebab pemuda lintas agama mampu berkumpul dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif.
"Pemuda merupakan agent of changge, malam ini yang hadir merupakan pemuda produktif dan kreatif untuk memajukan Bojonegoro," tutur Dandi.
Menurutnya, meskipun dari suku, ras dan agama berbeda harus menghormati satu sama lain, termasuk santun menggunakan media sosial.
"Dinpora selalu mensuport pemuda yang mau meningkatkan intelektualitasnya. Kita tidak mau memberikan, kalau hanya mengambil keuntungan," paparnya.
Ditambahkan, Dinpora Kabupaten Bojonegoro selalu mendorong dan mendukung pemuda yang produktif. Baik dibidang olahraga, kesenian, pengembangan intelektual dan yang lainnya.
"Sebab pemuda merupakan penerus Bangsa. Di era 4.0, pemuda harus menyiapkan diri termasuk dengan terus belajar banyak hal," imbuhnya.
Tampak dalam refleksi sumpah pemuda yang diadakan KP LIMA, pemuda lintas agama begitu antusias mengikuti diskusi. Bahkan para peserta menikmati acara yang juga dihibur penampilan musikalisasi.
Usai acara seluruh peserta dan pengurus FKUB Kabupaten Bojonegoro menikmati makan malam dengan penuh kebersamaan, tanpa adanya perbedaan apapun. (*/imm)