Optimalkan Program Gayatri dan Tekan Angka Anak Putus Sekolah, TP PKK Bojonegoro Turun ke Desa
Jumat, 05 Juni 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggenjot realisasi berbagai program strategis daerah melalui sinergi lintas sektor. Kali ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro mengambil peran aktif dalam menyukseskan program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri atau Gayatri serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di tingkat akar rumput.
Upaya konkret tersebut diwujudkan melalui agenda Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi yang dipusatkan di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, pada Kamis (04/06/2026). Kehadiran para pengurus tingkat kabupaten ini disambut hangat oleh warga setempat dan para pelaku usaha mikro kecil menengah yang memamerkan beragam produk lokal unggulan. Dalam forum itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyukseskan dua program prioritas tersebut demi kemajuan masyarakat desa.
“Kegiatan kunjungan kerja kami mengambil tema pengembangan Gayatri dan penanganan anak tidak sekolah. Selain itu, pernikahan anak juga perlu kita cegah bersama. Desa Sambongrejo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, termasuk dari sisi kemasan produk maupun legalitas dan pendaftaran produknya,” ujar Cantika.
Ketua TP PKK juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan produk telur hasil program Gayatri di desa tersebut yang dinilai menjadi pilar penting ketahanan pangan tingkat keluarga. Cantika menjelaskan bahwa pemanfaatan program ini tidak harus langsung dalam skala besar, melainkan bisa dirintis secara swadaya dari lingkungan terkecil.
“Jika program dari Pemkab mencapai puluhan ekor ayam, pengembangan Gayatri oleh TP PKK bisa dimulai dari skala kecil. Tujuannya tetap sama, yakni mendukung ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan perekonomian rumah tangga,” tambahnya.
Setelah menyelesaikan agenda pembinaan, rombongan pengurus daerah tersebut bergerak melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Mereka mengunjungi warga lanjut usia miskin yang tinggal sebatang kara, sekaligus menyambangi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini serta Taman Kanak-Kanak guna memonitor jalannya implementasi program ketahanan pangan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, memberikan pemaparan teknis mengenai tata cara pengelolaan peternakan ayam mandiri ini. Menurutnya, pemenuhan nutrisi harian yang murah dan mudah dijangkau menjadi target utama dari gerakan yang menyasar sektor domestik ini.
“Pengembangan program Gayatri dapat dimulai dengan beternak beberapa ekor ayam saja. Fokusnya adalah pemenuhan gizi keluarga karena kita memiliki sumber protein hewani sendiri. Ayam yang dipelihara bisa ayam kampung biasa dan pakannya dapat memanfaatkan sisa makanan rumah tangga sehingga lebih ekonomis,” jelas Ginuk.
Bukan hanya sektor ekonomi dan pangan, pemenuhan hak dasar anak di bidang pendidikan juga menjadi materi krusial yang dibahas dalam kunjungan terpadu ini. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengajak seluruh elemen warga untuk peduli terhadap masa depan anak-anak di lingkungan mereka.
“Anak-anak di sekitar kita harus dimotivasi untuk masuk sekolah dan menempuh pendidikan selama 18 tahun. Dinas Pendidikan memiliki aplikasi Anak Tidak Sekolah yang dapat digunakan untuk memantau data ATS. Saat ini kapasitas lembaga pendidikan di Bojonegoro mencukupi untuk menampung seluruh anak usia sekolah,” ungkap Agus.
Agus menggarisbawahi bahwa persoalan anak yang tidak mengenyam pendidikan formal merupakan tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara lingkungan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, hingga instansi pendidikan mutlak diperlukan agar hak belajar setiap anak terpenuhi dengan baik.
Melalui rangkaian pembinaan berkelanjutan ini, gerakan terpadu yang dimotori TP PKK diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi domestik masyarakat melalui Gayatri, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pendidikan anak dan pencegahan pernikahan dini demi mencetak generasi masa depan daerah yang lebih berkualitas.
Kunjungan kerja ini pun mempertegas komitmen penuh seluruh pengurus dalam mengawal program pemerintah demi mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan sejahtera di masa mendatang.






































