Peristiwa Orang Meninggal Mendadak
Diduga Serangan Jantung, Warga Ngasem Bojonegoro, Ditemukan Meninggal Dunia di Sawah
Kamis, 20 Agustus 2020 10:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Seorang laki-laki bernama Yanto bin Parno (29), warga Desa Jelu RT 004 RW 002 Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (20/08/2020) sekira pukul 06.15 WIB, ditemukan meninggal dunia di pematang sawah milik tetangganya yang berada di samping rumah korban.
Menurut keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat sakit Jantung dan lambung. Diduga penyebab kematian korban karena penyakit yang dideritanya kabuh secara mendadak dan tidak ada yang menolong sehingga korban meninggal dunia.
Petugas saat lakukan identifikasi mayat Yanto bin Parno (29), warga Desa Jelu Kecamatan Ngasem Bojonegoro. Kamis (20/08/2020)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Ngasem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus El Fauzi SSos, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Rabu (19/08/2020) sekira pukul 18.30 WIB, korban korban pergi ke warung milik tetangganya dan sekira pukul 22.00 WIB, korban berpamitan sama teman-temannya untuk pulang, dan sesampainya di rumah korban masih berkomunikasi dengan teman-temannya melalu media sosial hingga tengah malam atau dini hari.
Kemudian pada Kamis (20/08/2020) Kamis(20/08/2020) sekira pukul 06.15 WIB, kakak korban yang bernama Marten (48) mendapati kalau korban dalam keadaan jatuh dengan posisi tengkurap, di pematang sawah di samping rumahnya.
"Saat dilakukan pengecekan ternyata korban sudah dalam meninggal dunia, sehingga kakak korban segera memanggil warga dan selanjutnya korban di bawa ke rumah," kata Kapolsek.
Setelah menerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan aparat setempat serta petugas medis dari Puskesmas Ngasem segera mendatangi rumah korban, untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi koraban.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 180 sentimeter, badan kurus, kulit sawo matang, rambut hitam panjang, korban mengenakan pakaian kaos lengan pendek warna hitam dan memakai celana pendek warna biru.
Sementara, menurut keterangan dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat sakit jantun dan lambung.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Nghasem bahwa tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban," kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek, bahwa pihak kekuarga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi, dan menerima kalau kematian korban karena sakit serangan jantung dan sakit lambung.
"Kemudian jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Kapolsek Ngasem, AKP Agus El Fauzi SSos. (red/imm)