News Ticker
  • Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro Dikerjakan Tahun Ini, Anggaran 80 M
  • Jenazah Warga Sumatera yang Meninggal Tertabrak Kereta Api, Dimakamkan di Bojonegoro
  • Gubernur Jatim Tekankan Pentingnya Desa Berkelanjutan
  • 7 Cara Mengatasi Kesemutan di Tangan Paling Ampuh, Menurut Alodokter
  • 16 Januari dalam Sejarah
  • Sungai Gandong di Purwosari, Bojonegoro Alami Abrasi, Rumah Warga Terancam Longsor
  • Tertabrak Kereta Api Gumarang di Kalitidu, Bojonegoro, Warga Muara Enim, Sumatera Selatan Meninggal
  • Anggaran Beasiswa Pemkab Bojonegoro Tahun 2026 Melonjak Capai Rp43 Miliar
  • Kembali Pecahkan Rekor, Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.675.000 Per Gram
  • Gubernur Khofifah Tekankan Ekosistem Kerja Sehat bagi Warga Jatim
  • 6 Cara Menjaga Kesehatan Jantung Lewat Kebiasaan Sehari-hari
  • 15 Januari dalam Sejarah
  • Lapor Kepenak Bro, Aplikasi Milik Pemkab Bojonegoro Layani Aduan Kekerasan Perempuan dan Anak
  • PLN UP3 Bojonegoro Luncurkan Program Awal Tahun, Diskon 50% Biaya Tambah Daya Listrik
  • 3 Hari Berturut-Turut, Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Baru, Hari Ini Rp 2.665.000 Per Gram
  • Dinas Pendidikan Bojonegoro Tegaskan Proses Beasiswa Pendidikan Tinggi Berjalan Sesuai Aturan
  • Pengakuan Aurelie Moeremans Soroti Bahaya Child Grooming, Modus Manipulasi yang Sering Tak Disadari
  • Pemkab Bojonegoro Luncurkan Call Center Khusus untuk Aduan Layanan Sosial dan Stiker Keluarga Miskin
  • Harga Emas Antam Kembali Pecahkan Rekor Baru, Rp 2.652.000 Per Gram
  • Jawa Timur Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik Nasional 2025 dengan Indeks 4,75
  • Nikmat Tapi Bisa Bikin 'Panas' Dalam, Ini Manfaat Makanan Pedas dan Risikonya bagi Kesehatan
  • 13 Januari dalam dalam Sejarah
  • Tanah Ambles di Blora, Akses Jalan Desa Terputus
  • Peringati Hari Desa 2026, Pemkab Blora Gelar Kenduri dan Pengalaman Dana Korban Bencana
Belajar dari Gunungkidul: ‘Panen Air Hujan’ untuk Masa Depan Bojonegoro

Belajar dari Gunungkidul: ‘Panen Air Hujan’ untuk Masa Depan Bojonegoro

Bojonegoro - Saya adalah bagian dari Bojonegoro. Di sinilah saya lahir dan tumbuh besar, menyaksikan langsung setiap tantangan yang dihadapi masyarakat.
 
Saya tahu betul bagaimana sulitnya mencari air bersih di musim kemarau dan saya juga merasakan ketidaknyamanan saat banjir melanda. Menghancurkan jalan, jembatan dan ladang.
 
Masalah ini bukan sekadar angka di laporan atau berita di televisi. Ini adalah kenyataan yang menyakitkan bagi ribuan keluarga di Bojonegoro.
 
 
Salah satu alasan terbesar saya mencalonkan diri sebagai Bupati adalah untuk menjawab panggilan hati, menyelesaikan masalah masyarakat yang selama ini terabaikan. Saya ingin memastikan Bojonegoro menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua, di mana anak-anak bisa tumbuh tanpa kekhawatiran kekeringan, dan petani tidak perlu lagi takut gagal panen karena banjir.
 
Di Bojonegoro, air sudah menjadi isu serius. Data menunjukkan pada September 2024, 92 desa di 23 kecamatan mengalami kekeringan parah. Lebih dari 41.000 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih.
 
Situasi ini diperparah dengan fakta bahwa cadangan air tanah kita turun hingga 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Saat musim hujan tiba, masalah lain muncul: banjir yang merusak infrastruktur dan menghambat aktivitas masyarakat.
 
Meski belum resmi dilantik, saya merasa tanggung jawab ini sudah harus dimulai. Saya tidak bisa menunggu waktu berlalu sementara masalah terus menghantui masyarakat. Inilah mengapa saya dan Wakil Bupati Nurul Azizah langsung bergerak mencari solusi.
 
Salah satu langkah nyata yang kami ambil adalah belajar dari daerah yang pernah mengalami hal serupa namun berhasil mengatasinya, seperti Padukuhan Banyumanik, Kelurahan Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
 
 

Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro terpilih, Setyo Wahono-Nurul Azizah, saat berkunjung di Padukuhan Banyumanik, Kelurahan Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Aset: Dok pribadi Setyo Wahono)

 
 
Apa yang Kami Pelajari di Banyumanik?
 
Pada 17 Januari 2025, kami berkunjung ke Padukuhan Banyumanik, Kelurahan Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sebuah desa kecil yang pernah mengalami kekeringan kronis. Namun, kini mereka mandiri dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu rahasianya adalah “panen air hujan”.
 
Di desa itu, masyarakat menggunakan sistem penampungan air hujan yang sederhana namun efektif. Tangki-tangki besar dibangun untuk menampung air saat musim penghujan, yang kemudian digunakan saat kemarau tiba. Tidak hanya itu, penghijauan dilakukan di lahan-lahan kritis sehingga air lebih mudah meresap ke dalam tanah.
 
Hasilnya? Desa yang dulu sering kekeringan kini stabil dalam penyediaan air bersih. Lahan pertanian mereka juga lebih produktif, pendapatan meningkat, dan kualitas hidup masyarakat jauh lebih baik. Jika desa kecil seperti Banyumanik bisa, kenapa Bojonegoro tidak?
 
 
 
Rencana Kami untuk Bojonegoro
 
Kami percaya bahwa panen air hujan adalah salah satu solusi yang sangat relevan untuk Bojonegoro dalam mengatasi kesulitan air selama musim kemarau. Namun, langkah ini hanyalah awal. Kami berkomitmen untuk memastikan kebutuhan air di Bojonegoro dapat terpenuhi, baik dalam jangka pendek maupun panjang, sambil menjaga keseimbangan lingkungan agar cadangan air tanah semakin melimpah.
 
Tentu saja, kondisi Bojonegoro berbeda dengan Banyumanik. Dengan wilayah yang lebih luas dan jumlah penduduk yang lebih besar, tantangan kita jauh lebih kompleks. Namun, saya yakin bahwa dengan langkah-langkah yang terencana, terstruktur, dan tepat, kita mampu mengatasinya.
 
 
Berikut adalah rencana kami:
 
1. Membangun Infrastruktur Penampungan Air. Kami akan memperbanyak embung, tangki penampung, dan sumur resapan di desa-desa rawan kekeringan. Air hujan yang melimpah selama musim penghujan harus dimanfaatkan secara optimal, bukan dibiarkan terbuang begitu saja.
 
2. Menghijaukan Lahan Kritis Penghijauan di lahan-lahan kritis dan daerah aliran sungai akan menjadi prioritas utama. Langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan daya serap tanah, tetapi juga berperan dalam mencegah banjir.
 
3. Edukasi dan Partisipasi Masyarakat Masyarakat, adalah kunci keberhasilan program ini. Kami akan melibatkan tokoh masyarakat, kelompok tani, dan organisasi lokal untuk memberikan pelatihan tentang teknik panen air hujan. Dengan pemahaman dan partisipasi aktif dari masyarakat, kami yakin program ini akan berjalan dengan sukses.
 
4.K erja sama dengan daerah lain. Belajar dari Gunungkidul adalah langkah awal. Kami juga akan menjalin kerja sama dengan daerah-daerah lain yang telah berhasil mengelola sumber daya air. Selain itu, kami akan melibatkan akademisi untuk memastikan program ini berbasis riset dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
 
5. Regulasi dan Insentif Pemerintah akan menyusun aturan yang mendorong masyarakat untuk memanen air hujan. Kami juga berencana memberikan subsidi untuk pemasangan tangki air hujan, sehingga masyarakat lebih termotivasi untuk mendukung program ini.
 
Dengan langkah-langkah ini, kami optimis Bojonegoro dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan air, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.
 
 
 
Optimisme untuk Masa Depan Bojonegoro
 
Kami paham, ini bukan pekerjaan mudah. Tapi saya percaya, dengan kerja keras dan kebersamaan, Bojonegoro bisa menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan sumber daya air. Panen air hujan hanyalah salah satu langkah kecil menuju visi besar kami: "Bojonegoro Makmur dan Membanggakan."
 
Mari kita mulai dari sekarang. Jangan menunggu hingga krisis semakin parah. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung gerakan ini. Dengan langkah kecil namun konsisten, kita bisa mewujudkan Bojonegoro yang tangguh menghadapi tantangan iklim, mandiri dalam pengelolaan air, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
 
Bersama, kita bangun Bojonegoro yang lebih baik! (*/red)
 
 
Penulis: Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro Terpilih)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Geopark Bojonegoro Berpeluang Raih UNESCO Global Geopark

Berita Video

Geopark Bojonegoro Berpeluang Raih UNESCO Global Geopark

Bojonegoro - Peluang Bojonegoro Geopark untuk meraih UNESCO Global Geopark (UGGp) cukup besar, karena Bojonegoro mengangkat tema petroleum system paling ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1768599139.1807 at start, 1768599139.6112 at end, 0.43059015274048 sec elapsed