News Ticker
  • Film The Furious Sajikan Cerita Berbalut Seni Bela Diri Pemicu Adrenalin
  • Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Senilai Rp78 M Mulai Dikerjakan Pekan Kedua Juli 2026
  • Menilik Tradisi Ngopi dari Sisi Medis, Khasiat Jangka Panjangnya, dan Sisi Gelap Kafein bagi Tubuh
  • 28 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Juni 2026
  • Kenali Enam Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bisa Merusak Organ Ginjal Menurut Ahli Urologi
  • Pantes Budal Volume 6 Sajikan Pertunjukan Seni Reog Malam Nanti
  • Rahmat Junaidi dari Inspektorat Bojonegoro Sabet Penghargaan ASN Inspiratif dan Berintegritas dari BKN
  • 27 Juni dalam Sejarah
  • Gagal Mendahului di Jalur Balen-Bojonegoro, Pengendara NMax Tewas Usai Adu Banteng dengan Truk
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 Juni 2026
  • Difabel Bojonegoro Pasok Ratusan Komponen Tas Rajut untuk Industri Nasional
  • Jangan Abai, Sinyal Halus Tubuh Kerap Kali Dikira Penyakit Ringan Ternyata Tanda Awal Kanker
  • Optimistis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi Delapan Persen, Pemprov Jatim dan Bank Indonesia Pacu Lonjakan Investasi Daerah
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Verifikasi Berlapis Data Penerima Bansos Stunting, Anggaran Dua Ratus Juta Lebih
  • Dinpora Bakal Gelar Workshop Upscale Video Produk Buat Wirausahawan Muda, Catat Tanggalnya
  • 26 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 26 Juni 2026
  • Ditinggal Pergi, Rumah Warga Dander, Bojonegoro Terbakar
  • Bupati Setyo Wahono Lantik Pengurus Dewan Pendidikan Bojonegoro 2026-2030, Tekankan Investasi SDM dan Penanganan Anak Putus Sekolah
  • Sambut Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Setyo Wahono Ajak Warga Berikan Data yang Valid dan Jujur
  • Warga Ngraho, Bojonegoro yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Ditemukan Meninggal
  • Sinergi Pemkab Bojonegoro Gandeng Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
  • Gus Fahim Kunjungi Keluarga Almarhumah di Mojorembun Blora, Tawarkan Pendidikan Gratis bagi Putri Korban
Bangun Ekosistem Pertanian yang Tangguh, PT ADS Fasilitasi Jagongan Petani Milenial Bojonegoro

Bangun Ekosistem Pertanian yang Tangguh, PT ADS Fasilitasi Jagongan Petani Milenial Bojonegoro

Bojonegoro - Kabupaen Bojonegoro, memiliki modal lahan yang luas dan produksi tanaman pangan yang cukup. Tetapi modal itu belum tumbuh menjadi sistem pertanian yang berkelanjutan.
 
Itulah yang mendasari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Asri Dharma Sejahtera (PT ADS) menggelar agenda “Jagongan Petani Milenial.” Senin (30/06/2025).
 
 
Jagongan Petani Milenial yang digelar di Agrowisata Kebun Belimbing, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro ini sebagai langkah awal membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berani berubah.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan narasumber Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Suryo Wiyono MSc Agr; Owner PT Laskar Buah Indonesia Muhadi; Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zainal Fanani; Forkopimcam Kalitidu, Kepala Desa Nginginrejo dan desa sekitarnya.
 
Agenda Jagongan Petani Milenial digelar sebagai ruang temu yang dibutuhkan di tengah realita pertanian di Kabupaten Bojonegoro hari ini, di mana di Bojonegoro lebih dari 60 persen petani sudah berusia di atas 45 tahun. Regenerasi belum terjadi secara merata, sementara tantangan di lapangan terus bertambah.
 
 
 
Dalam forum ini Bupati Bojonegoro menyampaikan mimpinya yang strategis, menjadikan Bojonegoro mandiri pangan. Untuk itu pihaknya menekankan dua arah kerja utama: pertama, menyelesaikan persoalan bencana yang setiap tahun menghantam lahan – terutama soal air; dan kedua, membentuk sentra-sentra penghasil pertanian yang kuat berbasis wilayah. Namun, di tengah mimpi besar itu Bupati Bojonegoro juga menyadari satu hal penting yakni keberanian petani untuk berubah dan regenerasi petani masa kini.
 
“Kalau petaninya berani maju, siap belajar dan selalu optimis, saya yakin Bojonegoro akan mandiri pangan secepatnya ” tutur Bupati Setyo Wahono.
 
 
 
Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Suryo Wiyono menekankan bahwa kemandirian pangan tak lepas dari pola pikir petani yang terbuka pada inovasi. Dekan Faperta IPB tersebut juga merespons sambutan Bupati Bojonegoro terkait tantangan iklim Bojonegoro yang kerap kali kekeringan di musim kemarau.
 
Salah satu inovasi yang didorong adalah penerapan padi gogo, yaitu salah satu varietas padi yang bisa ditanam di lahan kering tanpa irigasi permanen.
 
Menurutnya, inovasi seperti ini sangat relevan dengan kondisi Bojonegoro yang masih berhadapan dengan persoalan air.
 
“Kalau lahan kering dibiarkan kosong karena menunggu air, kita kalah start. Padi gogo ini bisa jadi peluang yang bisa dicoba para petani muda,” tutur Guru Besar asal Desa Tinawun, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro ini.
 
 
 
Sementara itu, Owner PT Laskar Buah Indonesia Muhadi menggaris bawahi pentingnya keberanian petani untuk masuk ke rantai nilai. Dirinya sebagai praktisi pasar siap menyerap hasil tani lokal dalam jumlah besar, asalkan kualitas dan konsistensi pasokan terjaga.
 
“Kalau kita sudah memulai bertani jangan setengah-setengah. Kalau sudah tanam, tanam yang banyak. Tapi jangan berhenti di situ, harus berani ikut main sampai ke hilir. Di situlah nilai tambahnya.” kata Muhadi.
 
Pihaknya menegaskan bahwa Laskar Buah siap menyerap hasil panen lokal dengan sistem suplai, sebab pasokan kebutuhan buah harian di kiosnya adalah untuk melon 10 ton per hari, semangka 20 ton per hari, jeruk lokal 35-45 ton per hari, dan belimbing 3,5 ton per hari.
 
“Persyaratannya pun cukup mudah, petani dapat menghubungi pihak manajemen laskar buah dan mendatangi kantor pusat untuk melakukan kerja sama. Hal itu tentu menjadi kabar baik bagi para petani muda perihal keterbukaan akses pasar yang kian dekat.” kata Muhadi
 
 
 
Plt Kepala DKPP Bojonegoro Zainal Fanani mengingatkan fakta bahwa mayoritas petani saat ini sudah berusia lanjut. “Jika tidak segera dilakukan regenerasi, Bojonegoro bisa menghadapi krisis pelaku utama pertanian.” kata Zainal Fanani.
 
 
 
Direktur Utama (Dirut) PT ADS Mohammad Kundori menyampaikan bahwa regenerasi petani bukan pilihan, tetapi kebutuhan.
 
Menurutnya, bagi PT ADS Jagongan Petani Milenial ini bukan hanya forum seremonial tetapi awal dari upaya optimis membangun ruang yang memungkinkan petani muda terhubung, tumbuh dan bertahan.
 
“PT ADS ingin menjadi penghubung antara para petani muda. Kalau petani muda siap melangkah, jangan ragu-ragu, kami akan support,” kata Mohammad Kundori.
 
Pada kegiatan jagongan petani milenial inilah mimpi Bojonegoro mandiri pangan mulai digerakkan, bukan hanya oleh kebijakan tetapi oleh para petani muda yang aktif, terhubung dan percaya bahwa masa depan pertanian di Bojonegoro terbuka lebar.
 
Dari ruang dialog ini, tumbuh keberanian bersama bahwa petani muda Bojonegoro siap bergerak maju. (red/imm)
 
 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782675540.5862 at start, 1782675541.1582 at end, 0.57201290130615 sec elapsed