Rembesan Air Berbau Gas Muncul di Dalam Rumah Warga Ngasem, Bojonegoro
Jumat, 27 Maret 2026 20:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Rembesan air disertai bau menyengat mirip gas muncul di dalam rumah Ali (60) yang berlokasi Desa Dukohkidul RT 001 RW 001, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis siang (26/03/2026) sekitar pukul 10.00 WIB..
Dari data yang dihimpun, di samping rumah warga tersebut pernah ada sumur gali (manual) yang saat ini telah diurug atau ditutup. Dugaan sementara, rembesan air disertai bau mirip gas tersebut muncul dari dalam sumur yang ditutup tersebut.
Sejak diketahui kemunculannya, Pemerintah Desa setempat telah melaporkan pada pihak terkait. Dan pada Kamis malam, petugas dari Dinas Lingukang Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Ngasem, bersama anggota Polsek Ngasem langsung mendatangi lokasi kejadian.
Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mencegah warga agar tidak mendekati area yang berpotensi berbahaya, aparat kepolisian untuk sementara memasang garis polisi.
Petugas saat lakukan pengecekan rembesan air disertai bau mirip gas di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (26/03/2026) (Aset: Istimewa)
Kepala Desa (Kades) Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Sulibianto menjelaskan bahwa kemunculan air berbau tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan sumur tua yang dulu berada di samping rumah warga tersebut yang telah diurug atau ditutup.
“Dulu di samping rumah itu ada sumur lama yang sudah diurug. Kemungkinan rembesan air ini berasal dari situ, disertai bau gas atau belerang yang cukup menyengat,” ujar Kades Sulibianto.
Kades menambahkan bahwa fenomena tersebut baru pertama kali terjadi dan langsung dilaporkan ke pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Petugas juga mengambil sampel air guna dilakukan uji laboratorium.
“Katanya hasil uji lab diperkirakan keluar sekitar tiga hari lagi,” kata Sulibianto.
Selain petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Ngasem, serta anggota Polsek Ngasem juga telah mendatangi lokasi kejadian.
Sementara itu, Kapolsek Ngasem, Polres Bojonegoro Inspektur Satu (Iptu) Mujianto, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah pengamanan di lokasi kejadian. Garis polisi juga telah dipasang untuk mencegah warga mendekat ke area yang berpotensi berbahaya.
“Kejadian ini sudah kami laporkan ke instansi terkait, dalam hal ini DLH. Untuk lokasi juga sudah kami pasangi garis polisi,” tutur Iptu Mujianto.
Hingga saat ini, bau menyengat masih tercium, namun tidak sekuat saat pertama kali muncul. Warga diimbau tetap waspada sambil menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan kandungan air tersebut dan potensi bahayanya. (red/imm)
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo