Dispusip Bojonegoro Gelar Lomba Bertutur SD/ MI Tingkat Kabupaten, Asah Kemampuan Public Speaking Anak
Jumat, 19 Juni 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur bagi siswa-siswi SD MI tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma pada Kamis (18/06/2026) kemarin. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengasah kemampuan komunikasi generasi muda.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan bahwa lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana penting untuk membangun budaya literasi dan membentuk karakter anak sejak dini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media efektif bagi anak-anak untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum yang sangat penting sebagai bekal masa depan.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana budaya literasi untuk mengasah kemampuan anak-anak berbicara di depan umum dan menguatkan nilai karakter generasi muda. Kemampuan public speaking merupakan keterampilan yang sangat berharga untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan bertutur, lanjut Cantika, anak-anak belajar memahami isi bacaan, berani tampil di hadapan orang lain, serta mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh dari buku yang dibaca. Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi anak dalam kegiatan literasi, sebab budaya gemar membaca dapat ditanamkan sejak dini melalui lingkungan keluarga.
“Kita sebagai orang tua perlu mendampingi anak-anak. Mereka perlu dibekali kegiatan positif seperti gemar membaca, belajar, dan berbagi pengetahuan kepada orang lain. Mari dampingi anak membaca dan mendiskusikan buku, karena dari keluarga kebiasaan baik anak dapat tumbuh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan pusat informasi sekaligus sarana penguatan literasi membaca, menulis, dan berhitung. Ia menuturkan bahwa lomba bertutur merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
“Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dilatih untuk menyampaikan kembali isi bacaan kepada publik. Ini penting untuk menambah kosakata, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus mengambil nilai-nilai positif dari bacaan yang mereka pelajari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, lomba bertutur juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya gemar membaca sekaligus mengangkat budaya dan bahasa lokal Bojonegoro.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak sekolah untuk menggali potensi diri sekaligus meningkatkan literasi budaya daerah,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 30 peserta dari 21 SD MI se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti proses seleksi awal. Dari jumlah tersebut, panitia memilih 10 peserta terbaik yang kemudian berkompetisi di babak final untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Berdasarkan keputusan dewan juri, juara pertama berhasil diraih oleh Isnania Fatimatuz Zahra dari SD Negeri Kedungbondo 2. Sementara untuk posisi juara kedua ditempati oleh Ahmad Izzudin Faza Ar Razi dari MI Najil Ummah Kenep, dan disusul oleh Livinia Clara Vinnindiya Putri dari SD Negeri Kauman Kecamatan Baureno yang berhasil menyabet juara ketiga.
Di akhir acara, peserta yang meraih juara pertama kembali menampilkan kemampuan bertuturnya di hadapan seluruh audiens yang hadir. Penampilan memukau tersebut langsung mendapat apresiasi tinggi berupa tepuk tangan meriah dari para peserta lain, guru pendamping, serta seluruh tamu undangan. Melalui Lomba Bertutur ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang gemar membaca, percaya diri, serta mampu melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui literasi.





































