Pemprov Jatim dan Investor Malaysia Jajaki Kerja Sama Proyek Logistik Terintegrasi Nilai USD 100 Juta
Minggu, 14 Juni 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama sejumlah investor asal Malaysia tengah mengkaji peluang kerja sama strategis untuk pengembangan proyek logistik terintegrasi. Investasi bernilai fantastis yang diperkirakan mencapai hingga 100 juta Dolar AS tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem distribusi dan rantai pasok di wilayah jatim sebagai hub logistik nasional.
Langkah penjajakan ini menjadi tindak lanjut nyata dari komitmen penguatan konektivitas ekonomi dan investasi antara Jawa Timur dan Malaysia. Salah satu fokus utama yang dikaji adalah pengembangan kawasan terintegrasi layanan karantina, logistik, dan perdagangan, termasuk optimalisasi pusat distribusi di kawasan strategis seperti Jatim Hub di Puspa Agro.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa kerja sama sektor investasi dan perdagangan dengan Malaysia terus didorong untuk membangun kesamaan perspektif yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan dagang yang kuat ini didukung oleh kedekatan geografis, historis, dan budaya yang selama ini telah terjalin baik.
Khofifah menjelaskan, Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat distribusi nasional. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 42,3 juta jiwa dan luasan wilayah yang mencakup 36 persen dari Pulau Jawa, provinsi ini menjadi pasar yang sangat besar sekaligus menguasai sekitar 80 persen pasokan logistik untuk wilayah Indonesia Timur.
Kerja sama logistik terintegrasi ini dinilai sangat krusial mengingat efisiensi rantai pasok akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi daerah, stabilitas harga, serta daya saing produk lokal di pasar internasional.
"Melalui investasi tersebut, infrastruktur penunjang perdagangan di Jawa Timur diharapkan dapat semakin modern dan mampu bersaing dengan standar global," kata Khofifah, Minggu (14/06/2026).
Berdasarkan data kinerja perdagangan, hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Malaysia terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Malaysia mencatatkan surplus sebesar 967,06 juta Dolar AS, dengan total nilai ekspor mencapai 1,53 miliar Dolar AS dan impor sebesar 572,37 juta Dolar AS.
Melalui penjajakan proyek logistik terintegrasi senilai 100 juta Dolar AS ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis hubungan bilateral di sektor ekonomi akan semakin konkret.
"Peningkatan fasilitas logistik ini juga diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Jawa Timur," kata Khofifah.






































