Pasar Kota Bojonegoro Segera Dibangun dengan Anggaran 200 Miliar Rupiah
Senin, 15 Juni 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersiap melakukan pembangunan total Pasar Kota Bojonegoro. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp200 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk tahap awal pada APBD 2026, pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp80 miliar.
Dana awal sebesar Rp80 miliar tersebut diproyeksikan khusus untuk pengerjaan konstruksi bagian bawah atau fondasi. Selanjutnya, Pemkab Bojonegoro merencanakan anggaran susulan sebesar Rp120 miliar pada APBD 2027 mendatang untuk menuntaskan bangunan kios dan toko pedagang.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi B sekaligus anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bojonegoro, Lasuri, saat menghadiri kegiatan tasyakuran Paguyuban Pedagang Pasar Kota di mushala Nurut Tijaroh, Minggu (14/06/2026) kemarin.
Di hadapan ratusan pedagang, Lasuri mengulas kembali proses panjang para pedagang dalam mempertahankan tempat jualan yang memiliki nilai sejarah bagi warga Bojonegoro tersebut.
“Hampir tiga tahun para pedagang pasar kota Bojonegoro mempertahankan keberadaan pasar kota yang dahulu lokasi pasar ini sempat akan dijadikan ruang terbuka hijau,” ungkap Ketua DPD PAN Bojonegoro ini.
Pembangunan ini akhirnya bisa terealisasi setelah adanya kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif pada pembahasan anggaran tahun lalu.
“Melalui komunikasi dan koordinasi serta kebijakan politik Bupati dan Wakil Bupati bersama DPRD Bojonegoro akhirnya pada tahun 2025 lalu dianggaran dalam APBD 2026 untuk pembangunan pasar kota,” imbuhnya.
Lasuri merincikan bahwa besaran anggaran pembangunan pasar pada APBD tahun 2026 dipatok Rp80 miliar.
“Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan pondasi atau konstruksi bawah dan bangunan, sedangkan untuk pembangunan kotak-kotak kios/toko akan dianggarkan dalam APBD tahun 2027 senilai 120 miliar”.
Rencananya, Pasar Kota Bojonegoro ini akan dibangun menjadi bangunan tiga lantai dengan target waktu pengerjaan sekitar 18 bulan.
“Jadi total anggaran pembangunan pasar kota Bojonegoro sebesar 200 miliar dengan konsep tiga lantai. Artinya pembangunan pasar akan berlangsung sekitar satu setengah tahun,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Lasuri juga menyampaikan permohonan maaf karena di dalam plot anggaran tidak dialokasikan dana untuk pembuatan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang. Sebagai gantinya, pedagang diarahkan untuk menempati fasilitas pasar yang sudah ada.
“Oleh karena itu para pedagang bisa beraktifitas dan menempati kios yang ada di pasar wisata di jalan Kopral Kasan Kelurahan Banjarejo”.
Ia meminta kerja sama dan kesabaran dari para pedagang selama proses pengerjaan fisik pasar berlangsung di lapangan.
“Selama satu tahun setengah ke depan kami mohon para pedagang pasar kota untuk bersabar. Semoga proses pembangunan pasar berlangsung dengan lancar tanpa halangan apapun, sehingga memperoleh mutu dan kualitas bangunan yang baik sesuai harapan bersama. Selanjutnya para pedagang bisa kembali di lokasi semula dengan nyaman,” ucapnya.
Menanggapi harapan dari para pedagang pasar, Lasuri memastikan bahwa DPRD Bojonegoro akan mengawal jalannya proyek pembangunan ini hingga selesai.
“Selain itu komisi B DPRD Bojonegoro secara tegas akan mengawasi sinergitas antara dinas pengampu proyek yakni Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya dengan dinas perdagangan yang membidangi pasar,” paparnya.
Langkah pengawasan ini dinilai penting agar koordinasi antardinas berjalan baik demi kelancaran pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi dua OPD tersebut sebagai upaya memberikan pelayanan yang lebih baik khususnya untuk pembangunan perekonomian di wilayah kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya.






































