Gagal Mendahului di Jalur Balen-Bojonegoro, Pengendara NMax Tewas Usai Adu Banteng dengan Truk
Sabtu, 27 Juni 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal terjadi di jalan raya Balen-Bojonegoro, JUmat (26/06/2026) malam. Kecelakaan maut ini melibatkan satu unit sepeda motor dan truk muatan. Insiden adu banteng tersebut terjadi tepat di ruas Jalan Raya Bojonegoro-Babat, turut wilayah Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Berdasar data yang dihimpun, adapun sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut berjenis Yamaha N-Max dengan nomor polisi S 2115 MN yang dikendarai oleh M.I. (36), warga Dusun Blongsong, Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. M.I memboncengkan rekannya R (37), pria asal Desa Pucakwangi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Motor tersebut terlibat benturan keras dengan sebuah truk bernomor polisi W 9273 UQ yang dikemudikan oleh B.S (29), pria asal Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian Nur Pratama menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi, kejadian bermula ketika sepeda motor Yamaha N-Max melaju cukup kencang dari arah timur menuju ke barat. Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara motor diduga kuat berusaha mendahului kendaraan roda empat yang berada di depannya hingga terpaksa mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melebihi marka tengah jalan.
"Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan atau dari barat ke timur, melaju kendaraan truk yang dikemudikan oleh B.S. Karena jarak yang sudah terlanjur terlalu dekat dan kedua pengemudi sama-sama tidak dapat menghindar, akhirnya benturan keras atau kecelakaan lalu lintas tersebut tidak dapat terelakkan," ujar Ipda Septian Nur Pratama.

Petugas Kepolisian saat melakukan penanganan korban ke fasilitas kesehatan erdekat dalam kecelakaan di jalan raya Balen-Bojonegoro Jumat (26/06/2026) malam. Satu orang meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit. Aset: Istimewa
Akibat benturan keras yang menimbulkan kerusakan parah pada bagian depan motor tersebut, pengendara Yamaha N-Max yakni M.I. mengalami luka-luka yang cukup parah dan langsung dilarikan oleh petugas bersama warga ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan medis darurat di RSUD Sumberejo. Sementara itu, rekan yang diboncengnya yaitu R, mengalami luka-luka robek dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro guna mendapatkan penanganan intensif.
"Sopir truk dilaporkan selamat tanpa luka," kata Ipda Septian.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Bojonegoro telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan ke kantor satlantas sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut. Menanggapi kembali berulangnya insiden fatal di jalur tengkorak tersebut, Ipda Septian Nur Pratama melayangkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pengendara roda dua, agar selalu mengedepankan aspek keselamatan berkendara di atas kecepatan tinggi.
Ipda Septian mengatakan, kecelakaan lalu lintas tersebut saat ini tengah dalam penanganan Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Bojonegoro untuk proses lebih lanjut. Dia juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di jalan raya.
"Kami meminta kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan jangan memaksakan diri mendahului kendaraan lain jika pandangan depan belum bebas atau marka jalan tidak memungkinkan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, jaga kecepatan aman, dan utamakan keselamatan daripada kecepatan agar terhindar dari fatalitas kecelakaan di jalan raya," pesannya di akhir keterangan.(red/imm)






































