Seorang Lansia Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api Jayabaya di Perlintasan Baureno
Jumat, 10 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Peristiwa tragis menimpa seorang lanjut usia (lansia) di jalur perlintasan kereta api wilayah timur Bojonegoro. Pria lansia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengenaskan akibat tertabrak Kereta Api (KA) Jayabaya jurusan Malang - Pasar Senen Jakarta, di Jalur Hilir Km.147+6 Petak Bowerno - Sumberejo, tepatnya di wilayah Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (09/07/2026) sore kemarin.
Berdasarkan data yang dihimpun, awalnya korban tersebut tidak diketahui identitasnya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, korban akhirnya berhasil diidentifikasi bernama Jumadi (70), seorang warga asal Dusun Tlawah, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Kapolsek Bareno AKP M Sholeh menjelaskan bahwa insiden kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Ngemplak, Desy Irawati (52), ke mapolsek setempat sekitar pukul 18.30 WIB setelah mendapat laporan dari petugas stasiun.
Kronologi kejadian bermula saat petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Baureno, Suparsono (51), menerima informasi darurat dari masinis KA Jayabaya, Ardi Yufa, telah menabrak orang di lintasan rel setempat.
"Masinis mengabarkan bahwa keretanya yang tengah melaju dari arah Surabaya menuju Jakarta baru saja menemper seorang pejalan kaki tidak dikenal yang mendadak berjalan di sepanjang area jalur rel kereta api kawasan Desa Ngemplak," kata AKP M Sholeh.
Mendapat informasi penting tersebut, Suparsono langsung bergegas menghubungi penjaga pos palang pintu KA Wire, Arifin (35), untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian guna memastikan situasi rel. Setibanya di lokasi yang dimaksud, Arifin mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di tempat. Ia pun langsung berkoordinasi dengan perangkat desa setempat dan pihak Polsek Baureno untuk meluncurkan proses evakuasi.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari saksi lain di sekitar lokasi, Harianto (52), warga setempat, mengungkapkan bahwa sebelum insiden maut itu terjadi, korban sempat mampir ke warung miliknya untuk meminta makan.
"Selesai menyantap makanan, lansia tersebut kemudian berjalan kaki kembali keluar warung dan tidak diketahui secara pasti arah tujuannya hingga akhirnya tersiar kabar tertabrak kereta api," kata Kapolsek AKP M Sholeh.
Saat petugas dari Polsek Baureno tiba di tempat kejadian musibah (TKM), posisi badan korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh akibat kerasnya benturan dari lokomotif kereta yang melintas. Petugas di lapangan juga mencatat ciri-ciri fisik korban saat ditemukan, yakni berperawakan gemuk dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Korban mengenakan topi warna hitam, kaus warna hijau bermotif garis hitam, celana pendek warna hitam, serta memakai sandal berwarna hitam.
Sebagai rencana tindak lanjut, personel Polsek Baureno bersama tim medis dari Puskesmas Baureno, anggota Koramil, Satpol PP, serta dibantu petugas Stasiun KA Baureno langsung mengevakuasi jasad korban dari area rel. Menggunakan mobil ambulans milik puskesmas setempat, jenazah lansia tersebut kemudian dibawa menuju RSUD Karang Kembang untuk dilakukan proses penyucian sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga duka untuk dimakamkan.(red/imm)






































