News Ticker
  • Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan
  • Peran Ormas Bojonegoro Didorong Jadi Solusi Konkret Atasi Kemiskinan dan Pengangguran
  • Meningkatkan Risiko Jantung hingga Kanker, Ini Efek Buruk Kol Goreng yang Perlu Diwaspadai
  • Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan
  • Lantik 28 PAC HKTI, Bupati Wahono Targetkan Bojonegoro Ungguli Lamongan dan Indramayu sebagai Lumbung Padi Nasional
  • Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi dan Hilirisasi Pertanian Jatim
  • Rangkaian HJB ke-349, Bupati Setyo Wahono Ziarah ke Makam Haryo Matahun dan Raden Sumantri
  • 17 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 17 Oktober 2026
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026, Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
  • Komnas Pengendalian Tembakau Minta Pemerintah Waspadai Narasi Vape Bebas Diabetes
  • Nakhodai Akuatik Bojonegoro 2026–2030, Emy Setiowati Targetkan Pembinaan Atlet Berkelanjutan dan Edukasi Gizi
  • Antisipasi Antrean BBM di Jatim, Pemprov Berkoordinasi Intensif dengan Pertamina Jatimbalinus
  • Berawal dari Empat Ekor Sapi, Kelompok Trik Lembu Suro Kedewan Sabet Juara II Tingkat Jawa Timur
  • Dukung Hilirisasi Medis, BPOM dan Kemenkes Kawal Uji Klinis Terapi Sel Buatan Dalam Negeri untuk Osteoarthritis
  • Wujudkan SDM Cerdas dan Berakhlak, Pemkab Bojonegoro Wacanakan Hafalan Juz Amma Syarat Lulus SD
  • Catatan Sejarah 16 Oktober
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 16 Oktober 2026
  • Cara Kafein "Menipu" Otak Kita
  • Cegah Tumpang Tindih Usaha, Pemprov Jatim Dorong Pembagian Peran BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih
  • Diduga Pengemudi Kurang Konsentrasi, Truk di Kedungadem, Bojonegoro Tabrak Portal Pembatas Jalan
  • Perkuat Tata Kelola PAUD, 150 Kepala Sekolah Yayasan DWP Bojonegoro Resmi Dikukuhkan
  • Gandeng Fasilitator Lintas Provinsi, PMI Bojonegoro Petakan Potensi Bencana Desa Mulyorejo dan Sumbangtimun
  • 15 Oktober dalam Catatan Sejarah
Cara Mudah Membedakan Batuk Flu Biasa dengan Gejala Awal TBC Menurut Praktisi Kesehatan

Cara Mudah Membedakan Batuk Flu Biasa dengan Gejala Awal TBC Menurut Praktisi Kesehatan

Keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh kerap kali dianggap sepele dan hanya dinilai sebagai efek samping dari perubahan cuaca atau flu biasa yang berkepanjangan. Padahal, durasi dan karakteristik batuk yang menetap selama berminggu-minggu bisa menjadi indikator kuat adanya infeksi bakteri yang jauh lebih serius pada organ paru-paru, salah satunya adalah Tuberkulosis atau TBC.

Perbedaan paling mendasar yang wajib dipahami oleh masyarakat terletak pada lini masa atau durasi serangan batuk tersebut. Batuk yang dipicu oleh virus flu biasa umumnya akan mereda secara bertahap dan sembuh total dalam kurun waktu satu hingga dua minggu tanpa memerlukan penanganan medis yang intensif. Sebaliknya, jika batuk terus terjadi secara konstan bahkan memburuk hingga melampaui waktu tiga minggu, kondisi ini menjadi alarm waspada yang mengarah pada gejala klinis penyakit TBC.

Selain faktor durasi waktu, karakteristik lendir atau dahak yang keluar juga memegang peranan penting dalam mengidentifikasi jenis penyakit ini. Pada kasus influenza atau batuk alergi biasa, dahak yang diproduksi cenderung berwarna bening, putih, atau kuning encer akibat peradangan ringan di saluran pernapasan atas. Sementara pada penderita Tuberkulosis, infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merusak jaringan paru sering kali membuat dahak berwarna hijau pekat, berbau khas, hingga bercampur bercak darah akibat pecahnya pembuluh darah kapiler.

Perbedaan mencolok lainnya dapat diamati dari kemunculan gejala penyerta yang menyerang kondisi fisik tubuh secara keseluruhan. Flu biasa umumnya hanya disertai demam ringan, sakit kepala, dan pegal linu yang akan hilang setelah penderita beristirahat dengan cukup. Namun pada penyakit TBC, pasien biasanya akan mengalami penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas, kehilangan nafsu makan, serta kerap mengeluarkan keringat dingin pada malam hari meskipun tidak sedang melakukan aktivitas fisik atau berada di ruangan yang gerah.

“Banyak masyarakat yang terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena mengira batuk parah yang mereka alami hanyalah jenis flu biasa yang membandel. Penundaan diagnosis ini sangat berbahaya karena tidak hanya memperparah kerusakan organ paru-paru mandiri, melainkan juga memperluas risiko penularan bakteri melalui droplet di lingkungan keluarga,” urai praktisi kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat batuk bebas di pasaran apabila keluhan fisik tidak kunjung membaik setelah dua pekan. Mengingat Indonesia masih menempati posisi tinggi dalam kasus Tuberkulosis global, langkah deteksi dini melalui pemeriksaan sampel dahak dan rontgen dada di puskesmas atau rumah sakit terdekat menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan serta memastikan penanganan medis yang tepat.

Melalui peningkatan kewaspadaan mandiri terhadap perubahan kondisi kesehatan tubuh dan pemahaman cara membedakan gejala batuk, risiko komplikasi penyakit pernapasan berat dapat ditekan sedini mungkin. Penanganan yang cepat dan kepatuhan dalam menjalani pengobatan secara tuntas diharapkan mampu mengembalikan fungsi optimal paru-paru masyarakat sehingga dapat kembali beraktivitas dengan produktif dan sehat.

 

Editor: Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1792266383.8248 at start, 1792266384.1932 at end, 0.36847805976868 sec elapsed