Sambut Milad ke-40, STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Seminar Nasional tentang Pendidikan
Selasa, 30 Juni 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro sukses menyelenggarakan agenda Seminar Nasional dalam rangka memperingati Milad ke-40 organisasi yang bertempat di Pendopo Malowopati Bojonegoro pada hari Senin (29/06/2026) kemarin. Kegiatan ilmiah yang menjadi program utama sekaligus penutup rangkaian milad kampus tersebut mengusung tema besar Rekonstruksi Pendidikan Berbasis Masyarakat: Transformasi Pendidikan dan Penguatan Karakter Sebagai Pilar Kemajuan Bangsa, serta dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.
Kehadiran orang nomor dua di jajaran eksekutif Bojonegoro tersebut menjadi wujud nyata dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap upaya penguatan kualitas pendidikan tinggi serta percepatan pembangunan sumber daya manusia di daerah melalui skema kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, seminar nasional berskala besar ini menghadirkan tiga pakar sebagai narasumber utama, yaitu H. M. Yazid Mar’i yang mengulas Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Keagamaan, Assoc Prof. Dr. Ibnu Habibi yang membahas Penguatan Karakter dan Inovasi Pendidikan Berbasis Masyarakat, serta Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki yang membedah Transformasi Pendidikan Desa Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas.
Dalam sambutan resminya, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa proses panjang pembangunan sektor pendidikan sama sekali tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan mutlak membutuhkan jalinan sinergi yang kokoh antara lembaga pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang secara teknis dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan. Ia menjelaskan, Pemkab Bojonegoro sejauh ini telah mengalokasikan pos anggaran yang sangat besar dengan total nilai mencapai lebih dari 40 miliar rupiah khusus untuk mendukung keberlanjutan jenjang pendidikan dari tingkat SLTA menuju bangku perguruan tinggi melalui berbagai skema stimulan beasiswa daerah.
"Beasiswa ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Bojonegoro. Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045. Kami menyambut baik seminar hari ini karena memiliki tekad yang sama, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bojonegoro. Aset pendidikan ini harus dapat diwujudkan menjadi keberhasilan anak-anak di masa depan. Semua keberhasilan membutuhkan proses, tidak ada yang datang secara tiba-tiba," ujar Nurul Azizah di hadapan ratusan civitas akademika yang hadir.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Suwito dalam kesempatan yang sama menyampaikan pandangannya bahwa seluruh ekosistem di dunia pendidikan harus terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman yang kian pesat. Menurutnya, metode pembelajaran konvensional yang dahulu dilakukan secara manual kini sudah saatnya beradaptasi secara total dengan arus perkembangan teknologi digital modern, termasuk menyangkut pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam ruang kelas.
"Kalau kita tertinggal perkembangan zaman, maka anak-anak juga akan tertinggal. Selain itu, kita juga harus terus menanamkan nilai kejujuran karena kejujuran akan mengantarkan kita kepada kebaikan," tuturnya memberikan nasihat mendalam.
Di sisi lain, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Arif Susanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya seminar nasional yang menjadi tonggak penting perjalanan 40 tahun kampus religius tersebut. Ia memandang bahwa sebagai sebuah institusi pencetak tenaga pendidik, STIT Muhammadiyah Bojonegoro memikul beban moral serta tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi penerus tangguh yang siap membangun peradaban di masa depan, sehingga seluruh peserta didik di kampus setempat sudah sepatutnya mendapatkan fasilitas pengajaran terbaik.
"Kami juga memiliki berbagai program yang akan dilaksanakan, salah satunya inkubator wirausaha. Harapannya, lulusan tidak hanya memiliki pendidikan yang baik, tetapi juga menjadi generasi yang produktif, bukan sekadar konsumtif," pungkasnya menjelaskan rencana strategis kemandirian ekonomi kampus ke depan.
Melalui pelaksanaan seminar nasional ini, STIT Muhammadiyah Bojonegoro diharapkan dapat terus konsisten memperkuat perannya sebagai pilar utama dalam dunia pendidikan tinggi di bumi Angling Dharma, sekaligus menjadi lokomotif penggerak dalam melahirkan intelektual muda yang tidak hanya unggul dari sisi akademis, namun juga memiliki integritas karakter yang kokoh demi kemajuan bangsa.




















.sm.jpg)
















