Luas Tanam Tembakau di Bojonegoro Tembus 15 Ribu Hektare, Harga Rajangan Kering Tembus Rp48 Ribu per Kg
Jumat, 04 September 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Geliat budidaya tembakau di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren positif pada musim tanam tahun 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mencatat luas tanam tembakau hingga Agustus 2026 telah mencapai 15.672,68 hektare, melonjak signifikan dari capaian tahun 2025 yang berada di angka 12.041 hektare.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkor Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menjelaskan bahwa kondisi iklim dan cuaca yang mendukung menjadi faktor utama yang mendorong para petani memperluas areal tanam tembakau pada tahun ini.
“Untuk tahun 2026 sampai hari ini luas tanam tembakau mencapai 15.672,68 hektare. Ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 12.041 hektare,” kata Bambang, JUmat (04/09/2026).
Seiring perluasan lahan tanam, harga jual tembakau di tingkat petani juga berada pada angka yang memuaskan. Saat ini, harga daun basah dipatok di kisaran Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram, sedangkan untuk tembakau rajangan kering menembus angka Rp40.000 hingga Rp48.000 per kilogram tergantung kualitas mutu.
Kondisi harga tersebut menyulut optimisme di tingkat petani. Sukro, petani tembakau asal Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, mengaku bersyukur atas tingkat harga saat ini yang dinilai mampu menutup biaya produksi dan memberikan keuntungan memadai.
“Alhamdulillah, kami merasa senang dengan harga tembakau saat ini yang mencapai Rp45.000. Semoga ke depan pupuk semakin mudah didapat dengan harga yang lebih terjangkau, serta harga tetap bagus saat panen raya nanti,” tutur Sukro.





































