Setoran Minyak Wonocolo ke Pertamina Menurun Drastis
Kamis, 28 April 2016 18:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Penambangan ilegal atau ilegal driling menjadi masalah serius di Bojonegoro, khususnya di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan. Setoran minyak mentah ke Pertamina oleh panambang mangalami penurunan drastis.
Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto mengatakan kepada beritabojonegoro.com (BBC), bahwa ilegal driling sangat berbahaya. Selain merusak lingkungan dan infrastuktur, juga mengancam keselamatan pekerjanya, belum lagi rendahnya pendapatan yang diperoleh penambang.
Agus mencermati bahwa ada perbedaan besar antara tambang di Wonocolo dikelola oleh KUD dengan Paguyupan. "Ketika dikelola KUD, dalam sehari bisa menyetor ke Pertamina sebesar 1600 barel per hari. Setelah dikelola Paguyupan, hanya menyetor 150 barel per hari," katanya, Kamis (28/04).
Jumlah penjual minyak mentah dengan rengkek di Desa Wonocolo berjumlah 376 orang, warga Kedewan asli sebanyak 133 orang dan warga pendatang sebanyak 233. Asumsinya, penjual rengkek mampu menghasilkan 82 ribu liter dengan rengkek. Sedangkan dengan pikap sekitar 20 ribu liter per hari.
"Padahal dikelola Pertamina sudah ada perbaikan, tetapi malah menurun produksinya setelah dikelola Paguyupan. Dulu ada trader, sedangkan saat ini tidak ada. Logikanya, penambang harusnya sejahtera dan produksi yang diterima Pertamina lebih banyak. Namun tidak demikian di lapangan," tandasnya.(ver/moha)





































