Akibat Kurang Sabar Saat Menyalip, Megra Pro Hajar Beat
Jumat, 10 Juni 2016 13:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Margomulyo - Selama Ramadan kondisi arus lalu lintas biasanya juga semakin padat. Tentunya masyarakat perlu mewaspadai situasi tersebut. Jangan sampai karena tidak sabar, mengakibatkan celaka pada diri sendiri dan orang lain. Seperti kecelakaan yang terjadi pada Kamis (09/06) siang kemarin, di Jalan Raya Padangan-Ngawi turut Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Diduga karena kurang hati-hati dan tidak sabar saat menyalip kendaraan di depannya, sepeda motor Honda Mega Pro nomor polisi AE 5105 KX yang dikendarai Rinduan (41), berboncengan dengan Samini (36), keduanya warga Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, menabrak sepeda motor Honda Beat nomor polisi S 2981 BE yang dikendarai Teresia Ulfa (15), pelajar asal Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
Berdasarkan keterangan Lanjar (41), saksi di lapangan, kecelakaan terjadi sekira pukul 13.30 WIB. Bermula ketika pengendara sepeda motor Mega Pro melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di TKP, kendaraan tersebut hendak mendahului roda empat di depannya. Diluar prediksi, dari arah berlawanan, muncul kendaraan Honda Beat dengan kecepatan tinggi pula.
"Sesampainya di lokasi kecelakaan, tiba-tiba kendaraan Mega Pro menyalip roda empat di depannya, sedang dari arah berlawanan melaju kendaraan Honda Beat. Kedua pengendara tidak mampu menguasai setir, dan tabrakan tak dapat dihindarkan," ujar Lanjar kepada petugas polisi.
Akibat kecelakaan itu, pengendara Honda Beat terpental dan mengalami luka patah tulang pada pergelangan tangannya. Sementara pengendara Mega Pro mengalami luka lecet-lecet. Kemudian kedua korban dibawa ke Puskesmas Margomulyo, selanjutnya dirujuk ke RSUD Padangan untuk menjalani perawatan.
Kapolsek Margomulyo AKP Marjono, saat dihubungi beritabojonegoro.com, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia mengungkapkan, kecelakaan tersebut terjadi karena ketidak hati-hatian pengendara Mega Pro.
"Kemungkinan pengendaranya mengendarai kendaraan dengan kecepatan terlalu tinggi dan mendahului tanpa memperhatikan arus di depannya, sehingga saat ada pengendara dari arah berlawanan melintas ia tidak bisa menguasai setir," ujar Kapolsek.
Melalui kejadian kecelakaan ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan agar lebih hati-hati dan sabar dalam berkendara. Jangan mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi.
"Masa seperti ini tentu kendaraan banyak, jadi masyarakat harus lebih sabar. Perhatikan arus lalu lintas saat hendak menyalip dan jangan mengendarai dengan kecepatan tinggi karena bisa menyulitkan penguasaan setir kalau terjadi oleng," pesan AKP Marjono. (lyn/tap)





































