News Ticker
  • 5 Rumah Warga Sukosewu Bojonegoro Rusak Diterjang Angin
  • Lomba Cerdas Cermat Matematika dan IPA Bojonegoro 2019 Dibuka
  • Bhayangkari Cabang Bojonegoro Gelar Pembinaan Rohani
  • 45 Anggota Polres Bojonegoro Terima Penghargaan dari Kapolres
  • Kecelakaan Beruntun di Tambakrejo Bojonegoro, 2 Pemotor Luka Berat
  • Lagi, Cabai Petani di Blora Diborong ASN
  • Diterjang Angin, Kandang Sapi Milik Warga Gayam Bojonegoro Roboh  
  • Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Sejumlah Pohon dan Tower di Bojonegoro Roboh
  • Kualitas Diri
  • Ratusan Pengemudi Truk di Bojonegoro, Deklarasikan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
  • Kakek Pejalan Kaki di Temayang Bojonegoro, Tewas Ditabrak Motor
  • Korban Kebakaran di Tuban yang Meninggal, Karena Terjebak di Dalam Toko
  • Seorang Bocah di Bubulan Bojonegoro, Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai
  • Kebakaran di Parengan Tuban, 1 Orang Meninggal Dunia 2 Orang Lainnya Luka-Luka
  • Tabrakan Motor di Purwosari Bojonegoro, Seorang Pengendara Luka-Luka
  • Warga Balen Bojonegoro Yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Meninggal Dunia
  • Polri Buka Pendaftaran Anggota dari Sumber SIPSS
  • Badai Pasti Berlalu
  • Mayat Warga Sragen Ditemukan di Bengawan Solo Padangan Bojonegoro
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Borong Cabai Petani
  • Diduga Akibat Obat Nyamuk, Rumah Warga Kedungadem Bojonegoro Terbakar
  • Banjir Bandang Juga Terjadi di Kecamatan Kepohbaru dan Sukosewu Bojonegoro
  • Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor di Tuban Dilumpuhkan Petugas
  • Tabrakan Motor di Sugihwaras Bojonegoro, 1 Orang Patah Tulang Kaki
  • Tanggul Kali Mekuris di Sumberrejo Bojonegoro Jebol, Sawah dan Rumah Warga Tergenang

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo

Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. Namun ibu dengan empat anak tersebut patut menjadi inspirasi. Karena dengan keuletannya, dia bisa membawa berkah ekonomi bagi masyarakat Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Sebagai istri dari seorang guru ngaji di mushola dusun, Ngaisah hidup dengan keterbatasan. Meski keadaan sulit, tak membuat dia dan suaminya gentar menyekolahkan anak-anaknya. Perempuan tamatan sekolah dasar ini pun selalu memutar otak agar ekonomi rumah tangganya tumbuh.

Warga di desa tempat tinggal Ngaisah banyak yang menanam pisang. Hampir setiap celah lahan ditanami pisang. Saat berbuah, pohon pisang ditebang. Buahnya diambil, batang pohonnya dibuang. Inilah yang menjadi inspirasi ibu berkerudung tersebut untuk berbuat sesuatu demi keluarga dan lingkungannya.

Ngaisah melihat batang-batang pohon pisang itu berserakan begitu saja. Semacam “limbah” dari kebun pisang. Dia tergerak untuk memanfaatkannya.

“Saya teringat cerita nenek saya bahwa bagian dalam batang pisang bisa dimakan,” kenang Ngaisah.

Ngaisah pun mengambil batang pisang yang dibuang warga. Dengan kreativitas dan keuletannya, dia mengubah bagian dalam batang pisang atau yang dikenal dengan istilah ares itu, menjadi keripik yang lezat dan laris di pasaran. Tersebutlah keripik ares khas Bojonegoro dengan label “Zimafar Snack”.

Saking banyaknya pesanan, Ngaisah kemudian mempekerjakan keluarga dan tetangganya. Warga yang dulunya membuang batang pohon pisang, kini menjualnya kepada Ngaisah. Ide kreatifnya telah mendorong peningkatan taraf ekonomi di sekitarnya.

 

 

Perjalanan kisah kreasi keripik ares pisang itu tidak terjadi begitu saja. Ngaisah telah melalui berbagai percobaan yang tidak mulus. Mulanya Ngaisah membuat untuk dikonsumsi sendiri, lalu berikutnya dia bagikan kepada tetangga-tetangga.

“Ada yang suka, ada juga yang ngasih masukan,” tuturnya seraya tersenyum lebar.

Ngaisah mencoba lagi dengan memberi rempah-rempah dalam terigu yang membungkus hati pisang itu. Pada tahap ini, ia sudah mengerjakan serius untuk dipasarkan. Sebagai awalan, dia mendistribusikan produknya ke toko-toko dan warung-warung sekitar desa. Dia memberikan produknya secara cuma-cuma. Targetnya untuk mencoba respon pasar.

Ternyata produknya habis. Sejak itu dia menambah produksi dan menjualnya di warung-warung dengan kemasan seadanya. Produk yang dijualnya pun berupa kerupuk mentah. Konsumen harus menggorengnya dulu sebelum dimakan.

“Harga per kilogram waktu itu masih tiga ribu rupiah,” tuturnya.

Ngaisah terus berusaha mengembangkan usahanya. Dia pun disarankan oleh tetangganya untuk mengurus ijin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) agar bisa masuk supermarket. Namun Ngaisah kesulitan. Dia tidak tahu bagaimana prosesnya dan merasa upayanya mentok di situ. 

“Setelah itu saya ikut Program Ibu Inspirasi. Dalam program ini saya diajari banyak hal. Saya juga jadi tahu kalau ares ini banyak manfaat dan khasiatnya,” ucapnya.

 

 

 

Program yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan didukung SKK Migas ini memberikan pendampingan kepada Ngaisah. Selama program, dia diberikan pelatihan-pelatihan bisnis meliputi pelatihan keamanan pangan, pelatihan label dan kemasan, pembukuan, perencanaan bisnis, pemasaran daring, serta pelatihan kepemimpinan dan gender. Selain itu Ngaisah juga didampingi untuk pengurusan No. PIRT, pembuatan kemasan, dan didampingi pemasarannya.

“Kini kemasan dan desainnya sudah bagus, pesanan juga makin banyak, harganya jadi naik 300 persen,” ungkap Ngaisah yang mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga.

Ngaisah tidak mau sukses sendiri. Dia pun mengajak tetangga-tetangganya mengumpulkan ares pisang. Dia mengajarkan tetangganya itu cara mengambil bahan ares pisang yang baik, kemudian hasilnya dia beli untuk diolah menjadi keripik.

Untuk inovasi, Ngaisah menambahkan daun pepaya ke dalam komposisi adonan yang ternyata selain mempercantik penampilan, juga menambah varian rasa produknya. Bahkan, sekarang sudah ada produk premium yang bebas penyedap rasa (MSG) dan menggunakan kemasan non plastik yang ramah lingkungan.

Alhamdulillah setidaknya saya bisa mengurangi sampah batang pisang dan bisa menambah penghasilan para tetangga,” pungkasnya.

 

Komitmen Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Hingga saat ini, melalui berbagai program pengembangan ekonomi, EMCL telah melaksanakan pengembangan kapasitas kepada 858 pelaku Usaha Mikro Kecil di lima kecamatan dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Mereka diberikan pelatihan, pendampingan, dan dihubungkan dengan pasar.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah, komunitas UMKM, dan elemen masyarakat lainnya agar para pelaku usaha ini bisa tumbuh dan berkembang,” ucap External Affairs Manager, Dave Seta.

Kata Dave, EMCL juga memberikan akses finansial kepada masyarakat yang membutuhkan modal untuk usaha melalui koperasi keuangan, Pusat Inkubasi Bisnis, dan juga melalui program akses permodalan bagi usaha perempuan melalui metode Grameen Bank.

“Modal keuangan juga penting dalam pengembangan usaha mereka, oleh karena itu kami membantu membuka akses kepada sumber-sumber finansial itu,” imbuhnya.

Akses pasar, adalah unsur berikutnya yang menjadi perhatian EMCL dalam mengembangkan program. EMCL membantu pelaku usaha mendapatkan pasarnya. Agar bisa diterima pasar, EMCL memberikan peningkatan kapasitas kepada mereka dalam mengembangkan kualitas produk. Antara lain dengan cara membuat kemasan yang menarik, promosi daring, mendirikan ruang pamer dan ikut serta di berbagai pameran.

“Selain itu juga kami mengupayakan untuk mengikat pasar melalui perjanjian dengan para pelaku usaha ini,” ucap Dave.

Dave menjelaskan bahwa semua upaya, dukungan, dan komitmen ini bisa terwujud atas dukungan dan persetujuan SKK Migas. Koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban juga adalah kunci keberlanjutan program. Kolaborasi juga dilaksanakan hingga tingkat elemen masyarakat paling bawah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bojonegoro, Elza Deba Agustina mengapresiasi apa yang telah dilakukan EMCL. Menurutnya, kolaborasi antara usaha besar dengan usaha kecil akan memperkuat ekonomi masyarakat dan daerah.

“Pemerintah akan selalu mendukung upaya ini,” ungkapnya.

Elza berpesan agar para pelaku usaha mikro kecil konsisten dalam menjalankan usahanya. Kata dia, dalam setiap usaha pasti ada naik turunnya, namun motivasi harus tetap dijaga. Oleh karena itu, imbuh dia, komunikasi yang baik antar pelaku usaha juga penting. Saling berbagi pengalaman, dan bahkan kerja sama bisnis.

“Di Bojonegoro, pertumbuhan UKM ini sangat bagus. Kami terus berupaya agar mereka terus maju dan berkembang,” pungkasnya. (*/imm)

 

Berita Terkait

Videotorial

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Ribuan warga memadati jalan-jalan, warung-warung dan lapangan sepakbola Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro saat digelar perhelatan ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Pencopotan ini Sebagai Bagian dari Konsolidasi Politik

Pencopotan ini Sebagai Bagian dari Konsolidasi Politik

Di tengah keseriusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro dalam mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VI tahun 2019 ini, ...

Quote

Kualitas Diri

Kualitas Diri

Oleh Dr Hj Sri Minarti MPd.I Kualitas atau mutu diri dapat diartikan suatu hasil produk atau jasa melalui proses yang ...

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Oleh Muliyanto Tanggal 22 Desember, diperingati sebagai Hari Ibu. Hari di mana perempuan-perempuan Indonesia menyelenggarakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 ...

Eksis

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Oleh Priyo Spd Blora- Sering terjadinya listrik padam di wilayah Blora, membuat sepasang kakak-adik, warga Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, menciptakan ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Feature

Sri Astini Manfaatkan Limbah Sedotan Jadi Tikar Cantik

Ekonomi Kreatif

Sri Astini Manfaatkan Limbah Sedotan Jadi Tikar Cantik

Blora - Sri Astini (47) seorang ibu rumah tangga warga RT 04/RW 02 Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Blora- Masyarakat Desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memanfaatkan kawasan waduk Selo Parang menjadi tempat wisata baru ...

Hiburan

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Dalam partai final Latte Art Battle di KDS Toserba Bojonegoro yang digelar pada Sabtu (01/12/2018) ...

Statistik

Hari ini

338 kunjungan

609 halaman dibuka

42 pengunjung online

Bulan ini

122.218 kunjungan

209.689 halaman dibuka

Tahun ini

122.218 kunjungan

209.689 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 733.578

Indonesia: 11.216

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015