News Ticker
  • Awas Jadi Sarang Bakteri, Segera Buang Barang Ini dari Kamar Mandi Anda
  • Warga Desa Kesongo Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi, Wabup Hadir Sampaikan Dukungan
  • Ratusan Peserta Meriahkan Temayang Eco Fun Run 2026 di Bendungan Gongseng
  • Prakiraan Cuaca 31 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Pentingnya Menjaga Kebersihan Tangan sebagai Benteng Utama Pencegahan Penyakit
  • Dinas Sosial Bojonegoro Hijaukan Makam Kanjeng Soemantri dengan Pohon Pule
  • RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Buka Lowongan Pegawai BLUD Baru, Layani Formasi Medis dan Nonmedis
  • Dorong Kemandirian Warga di Usia Senja, Dinas Sosial Bojonegoro Siapkan Pelatihan Kerajinan Tangan untuk Lansia
  • 30 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 30 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas Beruntun di Kalitidu, Bojonegoro
  • Ratusan Anak TK Bojonegoro Ramaikan Festival Hari Anak Nasional
  • Stasiun Bojonegoro Layani Ribuan Penumpang Selama Libur Iduladha 2026
  • Gubernur Jatim Pimpin Tanam Tebu Serentak di Kediri demi Akselerasi Swasembada Gula
  • Komite Ekraf Siapkan Bojonegoro Art Circle Dua Hari, Panggung Teater dan Workshop Boneka Gratis
  • Jalan Kaki Sehat, Tapi Hindari 5 Kesalahan Ini agar Manfaatnya Maksimal
  • 29 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 Mei 2026
  • PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar Salurkan 34 Hewan Qurban ke Masyarakat Tuban
  • Penjualan Hewan Kurban di Jatim Naik Signifikan
  • Nanas dan Daun Pepaya Ampuh Mengempukkan Daging Alot, Pakar IPB Jelaskan Cara Kerjanya
  • 28 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 28 Mei 2026
  • PNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban ke Warga Desa
Menjadi Penjual Es Tebu adalah Pilihan

Menjadi Penjual Es Tebu adalah Pilihan

Oleh Vera Astanti

Kota-Bagi sebagian orang, bekerja kantoran dan ditunjang dengan predikat sarjana merupakan sebuah kebanggaan. Namun sepertinya tidak dengan Iwan. Dia memilih melepaskan profesinya sebagai guru, yang tentu saja kantoran, dan memilih menjadi penjual es tebu.

Mulanya dia menjadi guru di Tuban. Tapi, karena setelah menikah dia harus pindah ke Bojonegoro, ikut istri, dia mau tidak mau melepaskan profesinya sebagai guru.

Memang, dia berkali-kali mengirim lamaran pekerjaan menjadi guru di beberapa sekolah, namun tidak satupun yang memanggilnya. Kelelahan menanti, Iwan pun memutuskan untuk banting setir menjadi penjual es tebu di depan pemakaman Desa Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro.

Kepada BeritaBojonegoro.com (BBC), Iwan mengaku bahwa modal awalnya adalah membeli gerobak dari besi sebesar Rp1.500.000. Sedangkan untuk mesin penggilingan tebu Rp 1.800.000 dan dieselnya sebesar Rp1.000.0000.

Iwan berjualan es tebu dari pukul 09.00 sampai  sekitar pukul 16.00 WIB setiap hari di depan pemakaman Desa Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota. Setiap harinya dia bisa menghabiskan 1 kuintal tebu. Iwan mendapatkan tebu ini dari Tulungagung atau Kediri. Biasanya 2-3 hari mereka mengirim langsung ke Iwan.

Tebu yang sudah dikupas kulitnya bisa bertahan 3 hari Sedangkan yang kulitnya masih utuh bisa tahan sampai 6 hari.

Baru berjalan dua bulan, Iwan sudah mampu meraup untung Rp 250.000 per harinya. "Kalau jualan tidak pasti, namun kalau pas ramai sehari keuntungannya bersih sebesar Rp250.000,"ujarnya sambil menggiling tebu. "Hidup adalah pilihan. Dan saya mencoba memilih untuk berjualan es tebu," lanjutnya.

Ketika ditanya kenapa memilih berjualan tebu, Iwan dengan tersenyum mengatakan bahwa hidup adalah pilihan. Baginya pilihan berjuang untuk hidup tidaklah selalu berada di jalur yang sesuai latar belakang pendidikan akademiknya. Iwan sendiri adalah sarjana pendidikan biologi dan sebelumnya sempat menjadi seorang guru di Tuban. Namun ketika hatinya tertambat pada perempuan Bojonegoro dan memutuskan untuk melangkah ke kehidupan yang baru maka tanggung jawabnya sebagai imam haruslah serius.

Dibantu keluarganya, Iwan menjalankan sendiri usahanya berjualan es tebu. Tebu yang sudah dikupas kulitnya ini pun satu persatu dimasukkan ke dalam penggilangan yang di bawahnya sudah terdapat toples dan saringan untuk menampung air perasan tebu.

Air tebu ini tinggal dikasih es batu dan bisa dinikmati oleh pembeli. Karena pada dasarnya tebu adalah bahan mentah gula pasir, maka tidak perlu menambah gula ke dalamnya. Rasanya sudah sangat manis. Belum lagi aroma batang tebu yang melegakan tenggorokan di cuaca yang panas musim kemarau ini. (mol/moha)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Konser Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Bojonegoro Band papan atas Ungu menaiki panggung menyapa ribuan penonton dari berbagai penjuru di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro pada ...

1780246969.9544 at start, 1780246970.1825 at end, 0.22814798355103 sec elapsed