News Ticker
  • New Alliance Shadow Cipher - CvHid28
  • Kunjungan Kerja di Bojonegoro, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Rencana Pengembangan Batalyon TP 885 dan Brigif 33 di Dander
  • 11 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 Juli 2026
  • Kandang Ayam Senilai Rp2 M di Malo, Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Panen Melon Bersama, Bupati Bojonegoro Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Modern
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp11,03 Miliar untuk Lima Program Beasiswa Mahasiswa
  • Seorang Lansia Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api Jayabaya di Perlintasan Baureno
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 10 Jul 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Juli 2026
  • 10 Juli dalam Sejarah
  • Kecamatan Kota Dominasi Emas Kickboxing, Klasemen Sementara Porkab II Bojonegoro Masih Memimpin
  • Dalam Sehari Terjadi Enam Kebakaran Lahan di Bojonegoro, Ini Daftarnya
  • Pemkab Bojonegoro Berikan Pembinaan Ribuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Daerah
  • "El Último Tango", Sepatu Spesial Adidas untuk Perjalanan Terakhir Messi di Piala Dunia
  • Kejari Bojonegoro Terima Tahap II Kasus Dugaan Peredaran Rokok Ilegal
  • Paripurna DPRD, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
  • Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bojonegoro Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Setiap OPD Lahirkan Inovasi Lewat BIA 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 9 Juli 2026
  • Rumah Kosong di Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta Rupiah
  • Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat
  • Tiga Rumah di Temayang Bojonegoro Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Total Kerugian 520 Juta Rupiah
  • Kolaborasi Lintas Kampus: 208 Mahasiswa KKN IPB, UNS, dan STAI Al-Anwar Siap Akselerasi Pembangunan Desa di Blora
Musim Kemarau, Harga Cabai di Pasar Rakyat Blora Naik Tajam

Musim Kemarau, Harga Cabai di Pasar Rakyat Blora Naik Tajam

Blora - Musim Kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Blora mulai berdampak pada mahalnya harga kebutuhan pokok. Salah satunya komoditas cabai, di pasar rakyat Sido Makmur Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harga cabai rata-rata mengalami kenaikan hampir dua kali lipat, jika dibandingkan saat bulan puasa lalu.
 
Sumiyati, salah seorang pedagang cabai di pasar rakyat Sido Makmur Blora mengatakan kenaikan harga cabai mulai terasa setelah Lebaran 2019. Bila sebelumnya harga cabai masih pada kisaran Rp 29 ribu per kilogram, sekarang sudah menembus Rp 58 ribu per kilogram.
 
“Harga cabai mulai merangkak naik setelah Lebaran 2019. Sekarang naik lagi, pasokannya kurang, jadi begini harganya,” kata Sumiyati, salah seorang pedagang cabai di pasar rakyat Sido Makmur Blora, Sabtu (13/07/2019).  
 
Di pasar rakyat Sido Makmur Blora, harga cabai hijau keriting Rp 38 ribu per kilogram, Cabai merah keriting Rp 58 ribu per kilogram, Cabai rawit Rp 48 ribu per kilogram.  
 
“Naiknya hampir dua kali lipat sendiri,” tutur Sumiyati.
 
Sumiyati menjelaskan meskipun ada sejumlah pembeli yang enggan beli cabai, tapi pedagang  tidak menurunkan harga, sebab itu akan menyulitkannya untuk belanja cabai dari pemasok.
 
“Kalau dijual murah, nanti saya tidak bisa belanja,” kata Sumiyati
 
Dikatakannya, meski mahal tetap pelanggan tetap membeli dengan porsi nyang lebih kecil.
 
"Tetap dibeli, tapi dikurangi. Ada yang beli setengah kilo atau seperempat, beli se-ons juga boleh. Ada juga yang beli campuran cabai keriting dan rawit,” ujar Sumiyati.
 
 
Sri Kustini, salah seorang pengusaha rumah makan di Blora mengaku dengan adanya harga cabai yang terus bertahan mahal ini, menjadi masalah tersendiri bagi pengusaha rumah makan, sehingga harus membuat menu yang tidak menggunakan banyak cabai.
 
“Pelanggan ada yang suka pedas, tetap dilayani dengan tidak menaikkan harga makanan. Ini membuat saya harus putar otak. Salah satunya membuat menu yang tidak banyak menggunakan cabai,” kata Sri Kustini, salah seorang pengusaha rumah makan di Blora.   
 
Berbeda dengan Rini, salah seorang pengusaha sambal pecel yang berjualan di pasar rakyat Sido Makmur Blora mengaku bahwa biasanya dirinya membutuhkan cabai hingga sepuluh kilogram untuk satu kali produksi bumbu pecel, tapi karena harga cabai mahal dirinya menyiasati dengan mengurangi cabai hingga tiga kilogram.
 
"Biasanya butuh sepuluh kilogram, tapi karena harga cabai mahal saya kurangi tiga kilogram,” katanya.
 
Dirinya mengaku tidak berani mengurangi takaran bumbu terlalu banyak, sebab khawatir para pelanggannya akan lari. Walaupun harga mahal, ia hanya bisa berharap usahanya tetap berjalan baik.
 
“Ya semoga harga bisa stabil lagi sehingga, tidak membebani masyarakat,” tuturnya berharap. (teg/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

New Alliance Shadow Cipher - CvHid28

Shadow Cipher - CvHid28

New Alliance Shadow Cipher - CvHid28

NEW ALLIANCE Dengan ini diumumkan bahwa ShadowCipher dan CvHid28 resmi menjalin aliansi sebagai bentuk kerja sama, solidaritas, dan komitmen untuk ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783854872.8138 at start, 1783854873.1041 at end, 0.29031705856323 sec elapsed