Tindakan Teror Tiga Jurnalis di Lumajang
AJI Bojonegoro Gelar Aksi Solidaritas di depan Mapolres
Minggu, 08 November 2015 17:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Menyikapi tindakan teror yang dialami tiga jurnalis di Lumajang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres setempat, Minggu (08/11). AJI Bojonegoro mendesak pihak kepolisian segera menangkap dan mengadili pelaku teror sekaligus dalangnya.
Dalam aksi itu AJI Bojonegoro juga membawa dan membentangkan sejumlah poster. Di antaranya poster itu bertuliskan seruan, "Tangkap Otak Pelaku Teror Jurnalis di Lumajang", "Polisi Jangan Kalah sama Preman" dan "Lindungi Jangan Pukuli".
Seperti diberitakan, ketiga jurnalis di Lumajang, yakni Wawan Sugiarto alias Iwan (TV One), Abdul Rachman (Kompas TV) dan Achmad Arief (JTV), pada Kamis (05/11) lalu, mendapat teror melalui pesan singkat (SMS) usai meliput di kawasan tambang pasir ilegal di Selok Awar-awar Lumajang. Pesan teror itu diduga dikirim oleh pengusaha tambang pasir karena merasa terganggu oleh pemberitaan media massa.
"Polisi jangan sampai kalah sama preman, segera usut dan tindak pelaku teror kepada jurnalis," desak Amrullah Ali Mubin, juru bicara aksi AJI Bojonegoro, dalam orasinya.
Menurut Aam, sapaan akrabnya, aksi kekerasan dan teror kepada jurnalis yang melakukan tugas liputan sudah sering terjadi. Bahkan, pelaku tidak segan membuat jurnalis kehilangan nyawa, atau keberadaan keluarganya terancam.
"Polda Jatim harus serius menangani aksi teror tersebut. Adili otak dan pelaku yang telah meneror jurnalis di Lumajang," tegasnya.
Aam menuturkan, aksi kekerasan terhadap jurnalis kerap terjadi. Salah satu kasus yang hingga kini belum juga diungkap dan ditangkap pelakunya adalah kasus kematian jurnalis harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin. Dia tewas karena berita pada 1996 lalu.
"Sekarang, polisi harus lebih bertindak cepat dalam penanganan kasus kekerasan, ancaman maupun teror kepada jurnalis. Sehingga tidak terulang pembunuhan yang menimpa jurnalis," tandasnya. (ver/tap)































.md.jpg)






