News Ticker
  • Paket Wisata KaGet, Terobosan Pemkab Bojonegoro Manjakan Wisatawan di Kawasan Geopark Kedewan
  • Sutarmini Resmi Purna Tugas, Pemkab Bojonegoro Apresiasi Prestasi Sembilan Tahun Pimpin Bank Daerah
  • Skrining Kanker Kolorektal Masuk Program Cek Kesehatan Gratis
  • 02 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 02 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk di Kalitidu Bojonegoro
  • Kemendag Perluas Akses Pasar Ekspor Produk Halal ke Afrika hingga Amerika
  • Sering Sakit Kepala di Pagi Hari, Kenali Beragam Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Selaraskan Kebijakan Pusat, Pemprov Jawa Timur Alihkan Jadwal WFH ASN Jadi Hari Jumat
  • 01 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 01 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Awas Jadi Sarang Bakteri, Segera Buang Barang Ini dari Kamar Mandi Anda
  • Warga Desa Kesongo Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi, Wabup Hadir Sampaikan Dukungan
  • Ratusan Peserta Meriahkan Temayang Eco Fun Run 2026 di Bendungan Gongseng
  • Prakiraan Cuaca 31 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Pentingnya Menjaga Kebersihan Tangan sebagai Benteng Utama Pencegahan Penyakit
  • Dinas Sosial Bojonegoro Hijaukan Makam Kanjeng Soemantri dengan Pohon Pule
  • RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Buka Lowongan Pegawai BLUD Baru, Layani Formasi Medis dan Nonmedis
  • Dorong Kemandirian Warga di Usia Senja, Dinas Sosial Bojonegoro Siapkan Pelatihan Kerajinan Tangan untuk Lansia
  • 30 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 30 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas Beruntun di Kalitidu, Bojonegoro
  • Ratusan Anak TK Bojonegoro Ramaikan Festival Hari Anak Nasional
  • Stasiun Bojonegoro Layani Ribuan Penumpang Selama Libur Iduladha 2026
Paket Wisata KaGet, Terobosan Pemkab Bojonegoro Manjakan Wisatawan di Kawasan Geopark Kedewan

Paket Wisata KaGet, Terobosan Pemkab Bojonegoro Manjakan Wisatawan di Kawasan Geopark Kedewan

Bojonegoro - Sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro kini memiliki andalan baru lewat peluncuran paket wisata Kedewan Geopark Trip atau yang disingkat KaGeT. Destinasi berbasis potensi lokal yang diresmikan di Agroforestri Dangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan pada Sabtu (30/05/2026) pekan lalu ini dirancang secara komplit guna memikat para pelancong agar bersedia menghabiskan waktu liburan lebih lama di bumi Angling Dharma.

Pengembangan kawasan ini sengaja bertumpu pada karakteristik wilayah Kedewan yang selama ini dikenal kuat dengan identitas pertambangannya. Melalui strategi ini, pemerintah daerah berupaya menyajikan konsep pelesiran yang berbeda dan memiliki nilai keunikan tersendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa KaGeT merupakan paket wisata yang disiapkan dengan konsep yang jelas melalui proses kajian dan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi ini dilakukan untuk memaksimalkan seluruh aset wisata yang ada di kawasan utara tersebut agar memiliki nilai jual yang tinggi.

“Potensi wisata Kedewan sebetulnya sudah ada sejak dahulu, hanya tinggal bagaimana potensi-potensi itu kita kumpulkan dan kita kembangkan, kemudian kita wujudkan dalam paket wisata,” ujarnya.

Menurut Elzadeba, pengembangan KaGeT diawali dengan kajian akademis oleh IKIP PGRI Bojonegoro. Selain itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok sadar wisata, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda setempat. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat ini menjadi modal utama dalam menyukseskan program pariwisata berkelanjutan tersebut.

“Semuanya semangat untuk bisa mewujudkan Kedewan ini sebagai salah satu paket wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro,” tambahnya.

Dirinya juga menyatakan rasa optimistis yang tinggi bahwa paket wisata tersebut dapat dikenal lebih luas oleh publik. Strategi yang akan digencarkan ke depan memanfaatkan optimalisasi promosi digital serta memperkuat jejaring dengan melibatkan berbagai komunitas kreatif.

“Insya Allah nanti paket wisata Geopark Kedewan “KaGeT” tidak hanya dikenal di kabupaten kita, tapi sampai nantinya di tingkat nasional dan internasional,” kata Elzadeba.

Senada dengan Elzadeba, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, M. Amin Asrofin menjelaskan, pemilihan Kedewan sebagai fokus pengembangan geopark didasari oleh statusnya sebagai ikon dengan tema petroleum system.

“Kami fokuskan Geopark di Kedewan ini menjadi sesuatu yang lain, tidak hanya edukasi tapi juga bisa mengarah untuk wisata Bojonegoro ke depan,” kata Amin, Selasa (02/06/2026).

Berbeda dengan objek wisata pada umumnya yang mengejar kuantitas angka kunjungan, KaGeT mengusung indikator keberhasilan yang berorientasi pada kualitas durasi tinggal para wisatawan selama berada di Bojonegoro.

“Tujuannya ini untuk agar wisatawan betah tinggal lebih lama di Bojonegoro, bukan pada jumlah wisatwannya,” kata Amin.

Amin menjelaskan, prinsip tersebut diyakini tetap mampu memberikan dampak optimal karena para pelancong akan mengeksplorasi seluruh fasilitas dan paket hiburan yang telah disediakan secara mendalam. Meskipun jumlah wisatawan tidak terlalu banyak, tapi mereka dapat tinggal lebih lama dan menikmati berbagai atraksi yang ditawarkan.

Dalam realisasinya, proyek pariwisata ini digarap menggunakan konsep sinergi pentahelix yang merangkul Disbudpar, aparatur kecamatan, pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata, pelaku UMKM setempat, hingga akademisi dari IKIP Bojonegoro. Kolaborasi ini pun langsung membawa dampak positif bagi roda perekonomian warga seiring keterlibatan puluhan unit usaha lokal beserta tenaga kerjanya sejak hari pertama peluncuran.

“Dukungan juga datang dari IKIP Bojonegoro yang membantu dalam kajian perencanaan wisata. Ini memberikan dampak ekonomi dan membuka peluang kerja bagi warga lokal,” kata Amin.

Saat ini, wilayah Kedewan menawarkan kombinasi empat titik destinasi utama yang memadukan keindahan lanskap alam dengan aktivitas kultural masyarakat. Wisatawan dapat menikmati konsep bermalam modern di Kampung Tumo, mempelajari sejarah melalui Rumah Singgah, hingga menyaksikan langsung aktivitas penambangan minyak bumi secara tradisional di kawasan Alang-alang dan Sumur Meluntur.

“Setiap set yang nanti dikunjungi itu mempunyai nilai sendiri-sendiri. Jadi kita kolaborasikan dari ada agro, edukasi, kuliner dan budaya masyarakat penambang tradisional. Ini bisa menjadi suatu atraksi bagaimana menarik wisatawan,” jelasnya.

Sajian wisata geologi ini sekaligus diproyeksikan untuk memperkuat posisi Bojonegoro yang tengah mengajukan tema Petroleum System dalam penilaian UNESCO Global Geopark agar gaungnya mampu menembus level internasional.

“Harapan ke depan paket wisata yang ada di wilayah Kedewan ini, bisa menjadi ikon baru yang ada di Bojonegoro. Bisa menarik minat wisatawan yang ada di luar Bojonegoro bahkan di luar negeri,” pungkas Amin.

Tidak hanya menyajikan pengalaman wisata alam, paket wisata ini juga menyajikan aneka kuliner khas Kedewan seperti ALPuGan, Es Wereng, Kopi Dewa Beji Seguwek, Segotri, hingga Segoro. Semua itu sudah termasuk paket dengan harga promo Rp250 ribu per orang.

Amin juga memastikan bahwa Kelompok Sadar Wisata Kecamatan Kedewan  siap dalam memberikan kenyamanan para wisatawan. Pokdarwis setempat telah menyiapkan sejumlah armada jeep serta mengoptimalkan lahan agroforestri seluas puluhan hektar yang subur dengan ribuan tanaman buah siap panen untuk memanjakan para pengunjung.(red/mul)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mulyanto
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1780379505.2031 at start, 1780379505.3185 at end, 0.11537098884583 sec elapsed