Paket Wisata KaGet, Terobosan Pemkab Bojonegoro Manjakan Wisatawan di Kawasan Geopark Kedewan
Selasa, 02 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro kini memiliki andalan baru lewat peluncuran paket wisata Kedewan Geopark Trip atau yang disingkat KaGeT. Destinasi berbasis potensi lokal yang diresmikan di Agroforestri Dangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan pada Sabtu (30/05/2026) pekan lalu ini dirancang secara komplit guna memikat para pelancong agar bersedia menghabiskan waktu liburan lebih lama di bumi Angling Dharma.
Pengembangan kawasan ini sengaja bertumpu pada karakteristik wilayah Kedewan yang selama ini dikenal kuat dengan identitas pertambangannya. Melalui strategi ini, pemerintah daerah berupaya menyajikan konsep pelesiran yang berbeda dan memiliki nilai keunikan tersendiri.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa KaGeT merupakan paket wisata yang disiapkan dengan konsep yang jelas melalui proses kajian dan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi ini dilakukan untuk memaksimalkan seluruh aset wisata yang ada di kawasan utara tersebut agar memiliki nilai jual yang tinggi.
“Potensi wisata Kedewan sebetulnya sudah ada sejak dahulu, hanya tinggal bagaimana potensi-potensi itu kita kumpulkan dan kita kembangkan, kemudian kita wujudkan dalam paket wisata,” ujarnya.
Menurut Elzadeba, pengembangan KaGeT diawali dengan kajian akademis oleh IKIP PGRI Bojonegoro. Selain itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok sadar wisata, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda setempat. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat ini menjadi modal utama dalam menyukseskan program pariwisata berkelanjutan tersebut.
“Semuanya semangat untuk bisa mewujudkan Kedewan ini sebagai salah satu paket wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro,” tambahnya.
Dirinya juga menyatakan rasa optimistis yang tinggi bahwa paket wisata tersebut dapat dikenal lebih luas oleh publik. Strategi yang akan digencarkan ke depan memanfaatkan optimalisasi promosi digital serta memperkuat jejaring dengan melibatkan berbagai komunitas kreatif.
“Insya Allah nanti paket wisata Geopark Kedewan “KaGeT” tidak hanya dikenal di kabupaten kita, tapi sampai nantinya di tingkat nasional dan internasional,” kata Elzadeba.
Senada dengan Elzadeba, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, M. Amin Asrofin menjelaskan, pemilihan Kedewan sebagai fokus pengembangan geopark didasari oleh statusnya sebagai ikon dengan tema petroleum system.
“Kami fokuskan Geopark di Kedewan ini menjadi sesuatu yang lain, tidak hanya edukasi tapi juga bisa mengarah untuk wisata Bojonegoro ke depan,” kata Amin, Selasa (02/06/2026).
Berbeda dengan objek wisata pada umumnya yang mengejar kuantitas angka kunjungan, KaGeT mengusung indikator keberhasilan yang berorientasi pada kualitas durasi tinggal para wisatawan selama berada di Bojonegoro.
“Tujuannya ini untuk agar wisatawan betah tinggal lebih lama di Bojonegoro, bukan pada jumlah wisatwannya,” kata Amin.
Amin menjelaskan, prinsip tersebut diyakini tetap mampu memberikan dampak optimal karena para pelancong akan mengeksplorasi seluruh fasilitas dan paket hiburan yang telah disediakan secara mendalam. Meskipun jumlah wisatawan tidak terlalu banyak, tapi mereka dapat tinggal lebih lama dan menikmati berbagai atraksi yang ditawarkan.
Dalam realisasinya, proyek pariwisata ini digarap menggunakan konsep sinergi pentahelix yang merangkul Disbudpar, aparatur kecamatan, pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata, pelaku UMKM setempat, hingga akademisi dari IKIP Bojonegoro. Kolaborasi ini pun langsung membawa dampak positif bagi roda perekonomian warga seiring keterlibatan puluhan unit usaha lokal beserta tenaga kerjanya sejak hari pertama peluncuran.
“Dukungan juga datang dari IKIP Bojonegoro yang membantu dalam kajian perencanaan wisata. Ini memberikan dampak ekonomi dan membuka peluang kerja bagi warga lokal,” kata Amin.
Saat ini, wilayah Kedewan menawarkan kombinasi empat titik destinasi utama yang memadukan keindahan lanskap alam dengan aktivitas kultural masyarakat. Wisatawan dapat menikmati konsep bermalam modern di Kampung Tumo, mempelajari sejarah melalui Rumah Singgah, hingga menyaksikan langsung aktivitas penambangan minyak bumi secara tradisional di kawasan Alang-alang dan Sumur Meluntur.
“Setiap set yang nanti dikunjungi itu mempunyai nilai sendiri-sendiri. Jadi kita kolaborasikan dari ada agro, edukasi, kuliner dan budaya masyarakat penambang tradisional. Ini bisa menjadi suatu atraksi bagaimana menarik wisatawan,” jelasnya.
Sajian wisata geologi ini sekaligus diproyeksikan untuk memperkuat posisi Bojonegoro yang tengah mengajukan tema Petroleum System dalam penilaian UNESCO Global Geopark agar gaungnya mampu menembus level internasional.
“Harapan ke depan paket wisata yang ada di wilayah Kedewan ini, bisa menjadi ikon baru yang ada di Bojonegoro. Bisa menarik minat wisatawan yang ada di luar Bojonegoro bahkan di luar negeri,” pungkas Amin.
Tidak hanya menyajikan pengalaman wisata alam, paket wisata ini juga menyajikan aneka kuliner khas Kedewan seperti ALPuGan, Es Wereng, Kopi Dewa Beji Seguwek, Segotri, hingga Segoro. Semua itu sudah termasuk paket dengan harga promo Rp250 ribu per orang.
Amin juga memastikan bahwa Kelompok Sadar Wisata Kecamatan Kedewan siap dalam memberikan kenyamanan para wisatawan. Pokdarwis setempat telah menyiapkan sejumlah armada jeep serta mengoptimalkan lahan agroforestri seluas puluhan hektar yang subur dengan ribuan tanaman buah siap panen untuk memanjakan para pengunjung.(red/mul)

















.sm.jpg)




















