Kaleidoskop 2019
Sepanjang 2019, di Bojonegoro Terjadi 392 Bencana, Total Kerugian Capai Rp 15 Miliar Lebih
Jumat, 03 Januari 2020 16:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Berdasarkan data yang diperoleh media ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, sepanjang tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro terjadi bencana sebanyak 392 kejadian, dengan jumlah desa terdampak sebanyak 695 desa, korban terdampak 20.801 kepala keluarga (KK) dan total kerugian material mencapai Rp 15.44 miliar.
Untuk diketahui bahwa di wilayah Kabupaten Bojonegoro, setidaknya terdapat 10 potensi ancaman bencana, yaitu: 1). Bencana Banjir Bengawan Solo; 2). Bencana Banjir Luapan (Genangan); 3). Bencana Banjir Bandang; 4). Bencana Tanah Longsor; 5). Bencana Angin Kencang; 6). Bencana Kekeringan; 7). Bencana Kebakaran Rumah atau pemukiman; 8). Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan; 9). Bencana Gempa Bumi; dan 10). Bencana Kegagalan Teknologi atau Industri.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia SSos, kepada awak media ini Jumat (03/01/2019) siang menuturkan bahwa di Kabupaten Bojonegoro, terdapat 10 potensi ancaman bencana.
"Namun sepanjang tahun 2019, hanya 8 ancaman yang ada kejadian bencananya, sementara 2 ancaman bencana lainnya, yaitu bencana gempa bumi dan kegagalan teknologi atau industri, tidak terjadi." tutur Nadif Ulfia SSos, Jumarr (03/01/2019) siang.
Berikut ini data jumlah kejadian bencana di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2019:
Data kejadian bencana menurut data dari BPBD Bojonegoro:
1). Banjir Bengawan Solo: Jumlah kejadian sebanyak 1 kejadian; Desa terdampak sebanyak 32 desa; Korban terdampak sebanyak 1.038 kepala keluarga (KK); Kerugian material sebesar Rp 1,84 miliar;
2). Banjir Luapan (Genangan): Jumlah kejadian sebanyak 14 kejadian; Desa terdampak sebanyak 61 desa; Korban terdampak sebanyak 2.653 kepala keluarga (KK); Kerugian material sebesar Rp 2,99 miliar;
3). Banjir Bandang: Jumlah kejadian sebanyak 4 kejadian; Desa terdampak sebanyak 6 desa; Korban terdampak sebanyak 558 kepala keluarga (KK); Kerugian material nihil;
4). Tanah Longsor: Jumlah kejadian sebanyak 12 kejadian; Desa terdampak sebanyak 12 desa; Korban terdampak nihil; Kerugian material sebesar Rp 41 juta;
5). Angin Kencang: Jumlah kejadian sebanyak 59 kejadian; Desa terdampak sebanyak 282 desa; Korban terdampak sebanyak 2.784 kepala keluarga (KK); Kerugian material sebesar Rp 5,41 miliar;
6). Kekeringan: Jumlah kejadian sebanyak 79 kejadian; Desa terdampak sebanyak 79 desa; Korban terdampak sebanyak 13.649 kepala keluarga (KK); Dilakukan upaya droping air bersih oleh BPBD Bojonegoro.
Data kejadian bencana kebakaran rumah atau pemukiman dan kebakaran hutan dan lahan, menurut data dari Dinas Damkar Bojonegoro:
7). Kebakaran Rumah atau Pemukiman: Jumlah kejadian sebanyak 119 kejadian; Desa terdampak sebanyak 119 desa; Korban terdampak sebanyak 119 kepala keluarga (KK); Korban Jiwa atau meninggal dunia 1 orang; Korban luka-luka 12 orang; Kerugian material sebesar Rp 5,06 miliar;
8). Kebakaran: Hutan dan Lahan: Jumlah kejadian sebanyak 104 kejadian; Desa terdampak sebanyak 104 desa; Korban terdampak sebanyak nihil; Kerugian material sebesar Rp 93,9 juta.
Untuk bencana gempa bumi dan kegagalan teknologi atau industri, di Kabupaten Bojonegoro sepanjang 2019 tidak terjadi. (red/imm)
Ilustrasi: Situasi Banjir Bengawan Solo, di lokasi Bendung Gerak Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Bojonegoro, Maret 2019.