Air Bengawan Naik, Penghasilan Penjaring Ikan Bertambah
Minggu, 22 November 2015 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kalitidu - Naiknya permukaan sungai Bengawan Solo memberikan berkah tersendiri bagi para penjaring ikan di Bendung Gerak, Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Sebab, kondisi air yang meninggi akan menambah derasnya aliran air dari pintu Bendung Gerak.
Saat itulah, ikan-ikan seperti wader dan bader banyak yang ikut hanyut aliran air dan berlompatan di pintu keluar Bendung Gerak. Penjaring tinggal memasang perangkap untuk menangkap ikan yang berlompatan bersama aliran air tersebut.
Jelas, dengan melimpahnya ikan membawa kesempatan besar untuk ditangkap. Akibatnya pendapatan para penjaring ikan pun turut meningkat. Hal itu seperti yang ditemui beritabojonegoro.com (BBC) pada Minggu (22/11) sore.
Iwan (25), salah satu penjaring ikan di pintu Bendung Gerak sebelah barat, mengungkapkan, jika debit air naik, ikan banyak yang hanyut bersama aliran air di pintu bendungan. Saat ini ukuran ikannya cukup besar daripada saat kemarau kemarin. Proses penjaringan ikan juga menjadi mudah, karena aliran air di pintu bendungan lebih deras.
"Banyak ikannya, Mas. Dan ukurannya lebih besar dibanding saat kemarau kemarin," ujarnya.
Dia menambahkan, sejak air Bengawan Solo meninggi pekan lalu, pendapatan dari hasil penjaringan ikan ikut bertambah. Selama kemarau kemarin, pendapatan dirinya dan pencari ikan lainnya sempat menipis.
"Alhamdulilah, ikan yang saat ini kami tangkap langsung dibeli pengunjung Bendung Gerak. Kalau musim ikan seperti ini, hampir tiap hari banyak orang yang sengaja ke Bendung Gerak untuk membeli ikan. Apalagi, kalau ikannya besar-besar, pasti cepat laku," tuturnya.
Iwan mengaku, setiap hari rata-rata dirinya berhasil menangkap ikan wader dan bader hampir 1,5 kilogram. Harga jualnya per kilogram dibandrol Rp 5.000. (mol/tap)
*) Foto iwan dan rekannya sedang pasang jaring ikan di pintu bendung gerak


































.md.jpg)






