News Ticker
  • IDI Bojonegoro Buka Konsultasi Telemedicine Gratis bagi Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri
  • Polres Bojonegoro Kembali Salurkan Bantuan Paket Beras pada Warga Terdampak PPKM
  • Pemkab Bojonegoro Kembangkan Kawasan Peternakan Ayam Ras Petelur di Baureno
  • 8 Komunitas di Bojonegoro Rayakan Iduladha Bersama dengan Berbagi 350 Paket Daging Kurban
  • Bupati Bojonegoro Tekankan Pentingnya Kerukunan Antar Umat Beragama
  • Ayo! Warga Bojonegoro yang Sudah Sembuh dari COVID-19 Ikut Donor Plasma Konvalesen
  • PPKM Level 4, Polres Bojonegoro Gelar Patroli Skala Besar Sambil Salurkan Bantuan Sosial
  • AMSI akan Luncurkan Crisis Center COVID-19 bagi Pekerja Media
  • Pemerintah Siapkan Bantuan Sosial 5 Ribu Paket Beras bagi PKL Terdampak PPKM di Bojonegoro
  • Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah Ajak Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen
  • Kapolres Bojonegoro Serahkan Bantuan Sosial pada Pelaku UKM dan Ojek Online
  • Progres Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel, Penghubung Bojonegoro-Tuban Capai 26 Persen
  • Cerita Siswa SMP Negeri 1 Blora Raih Juara Tingkat Nasional
  • Forkopimda Blora Sosialisasi PPKM Level 4 Sambil Bagikan Bansos untuk Pedagang Kaki Lima
  • Pemkab Bojonegoro Genjot Pemasangan Lampu PJU Hingga Jalan Poros Utama Kecamatan
  • Polres Bojonegoro Pinjamkan Tabung Oksigen Gratis bagi Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri
  • Bupati Hadiri Peluncuran Donor Plasma Konvalesen di PMI Bojonegoro
  • Bupati Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan PPKM Level 4 di Kabupaten Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Salurkan Bansos 40 Ribu Paket Beras bagi Masyarakat Terdampak PPKM
  • Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan Sosial 3 Ton Beras pada Masyarakat Terdampak COVID-19
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Truk Boks Tabrak Truk Gandeng di Jalur Pantura Tuban
  • Polres Bojonegoro Distribusikan 2.500 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat Terdampak COVID-19
  • Bupati Blora Laksanakan Salat Iduladha di Pendopo Rumah Dinas
  • PPKM Darurat, Bupati Bojonegoro Laksanakan Salat Iduladha di Halaman Rumah Dinas

Hari Batik, Penyandang Disabilitas di Blora, Ciptakan Motif Batik Virus Corona

Blora - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk di Indonesia, hingga hari ini masih berlangsung. Namun, dalam peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober hari ini, pandemi virus Corona (Covid-19) justru menjadi inspirasi bagi perajin Batik Difabel di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
 
 
Mereka yang tergabung pada Difabel Blora Mustika (DBM) Kabupaten Blora, menciptakan kain batik motif Virus Corona dengan kreasinya sendiri.
 
Begitu di-upload melalui media siber dan media sosial, sejumlah pesanan terus berdatangan. Pesanan datang dari instansi pemerintah, anggota dewan, hingga para pecinta batik di Blora.
 
 

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora, saat membuat batik motif virus Corona

 
Ketua Difabel Blora Mustika (DBM), Abdul Ghofur mengungkapkan ide pembuatan batik motif Corona muncul dari keprihatinan penyandang disabilitas atas besarnya dampak wabah tersebut terhadap sejumlah kalangan. Tak terkecuali terhadap produksi Batik Difabel Blora.
 
“Kita buat batik Corona ini karena kita ingin mengenang sejarah. Karena dampak dari pandemi ini sungguh luar biasa. Tidak hanya Indonesia tapi dunia. Termasuk di dalamnya penyandang disabilitas yang tidak bisa bekerja akibat wabah ini. Jadi kita ingin kenang sejarah itu, ada wabah yang membuat seluruh perekonomian terdampak,” kata Ghofur saat ditemui di Sekretariat Batik Difabel Indonesia di Desa Kamolan, Blora. Jumat (02/10/2020).
 
 
Menurut Ghofur, Wabah Covid yang sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan membuat perajin batik difabel tidak lagi bisa bekerja. Bahkan tidak hanya batik difabel, sejumlah perajin batik lain di Blora bahkan sudah ada yang alih profesi.
 
“Kita cukup bersyukur, dengan membuat motif ini (Corona) kita bisa kembali bekerja. Banyak perajin batik lain yang sudah tidak produksi. Mereka pilih alih profesi karena tidak ada pesanan sama sekali,” tutur Ghofur.
 
Batik Difabel Indonesia dibuat oleh para penyandang disabilitas. Dalam sehari, mereka bisa mengerjakan lima sampai sepuluh motif kain batik.
 
“Kalau batik difabel ini kan sesuai namanya, yang membuat adalah penyandang disabilitas, ada yang amputasi kaki, amputasi tangan, polio, dan sebagainya,” kata Ghofur.
 
Ghofur mengungkapkan bahwa, sejak sekitar seminggu diproduksi, kini pesanan batik motif Corona sudah banyak dipesan. Setidaknya sudah ada sekitar 50 pesanan yang datang.
 
“Kemarin dari Jakarta pesan enam sudah kita kirim. Sekarang ini pesanan dari instansi pemerintah kabupaten dan anggota dewan. Kita sangat mengapresiasi dukungan mereka terhadap pemberdayaan teman-teman disabilitas,” ujar Ghofur.
 
Ghofur pun berharap kedepan banyak instansi lain yang memesan batik motif Corona produksi difabel Blora.
 
 “Kalau kita harapannya cuma satu, pesanan lebih banyak dan datang terus, agar teman-teman difabel tetap bisa bekerja dan berdaya,” tuturnya berharap.
 
 

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora, saat membuat batik motif virus Corona

 
Hal yang sama juga dirasakan oleh para perajin batik 'Nimas Barokah' di Kelurahan Beran, Yanik Mariana, yang mengaku selama pandemi wabah Corona ini mulai sepi pengunjung (konsumen) yang datang. Menurut Yanik Mariana, bahwa pandemi Covid-19 tersebut juga berpengaruh pada sektor kerajinan batik seperti.
 
"Kini sudah jarang ada pembeli datang ke rumah produksi karena takut dengan wabah, mungkin juga karena social distancing. Meskipun begitu, kami tetap bertahan, berjualan secara online lewat media sosial. Batik karya kami, difoto dan diunggah di media sosial. Sehingga pembeli tidak perlu datang. Hal ini kita lakukan agar ekonomi tetap jalan,” ucap Yanik Mariana.
 
Pihaknya juga terus melakukan produksi batik agar tidak sampai memberhentikan karyawannya. Produksi batik dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.
 
 “Kami tetap produksi. Karyawan tetap bekerja dengan memakai masker, jaga jarak dan kita beri fasilitas cuci tangan pakai sabun. Karena saat ini sedang bulan Ramadhan, maka jam kerjanya agak dikurangi. Alhamdulillah masih bisa jalan walaupun biasanya bisa dapat 7-8 lembar, sekarang sehari hanya bisa dapat 3-5 lembar saja,” tutur Yanik Mariana.
 
 
Menurutnya saat ini karyawan mengerjakan beberapa batik pesanan seragam kantor terlebih dahulu yang sudah jelas pembelinya. Sedangkan pembuatan kain batik untuk stok mulai dikurangi.
 
 “Wabah Covid-19 ini juga berdampak pada pengiriman pasokan bahan baku pembuatan batik, seperti kain, malam, dan pewarna yang kebanyakan kami beli dari Solo dan Pekalongan. Kini agak susah karena ada pembatasan pembatasan,” tuturnya menambahkan.
 
Dirinya percaya bahwa wabah ini akan segera berakhir dan semuanya bisa kembali berjalan seperti normal sedia kala, dan berharap UMKM lain juga bisa bertahan terus berproduksi seperti yang dilakukannya.
 
 “Kami berharap UMKM lainnya bisa seperti kami untuk tetap bertahan, tetap bekerja, tetap berkarya. Kami optimis wabah ini akan cepat berlalu jika kita semuanya bisa bersatu, dan kompak mendukung arahan pemerintah,” kata Yanik mariana.
 
 
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Kabupaten Blora, Sarmidi SP MM, mengapresiasi para perajin batik yang tetap berusaha bertahan di tengah wabah Covid-19. Pihaknya memang terus memberikan dukungan agar sektor UMKM bisa terus berjalan.
 
 “Khusus untuk batik, kami menghimbau agar perkantoran, dinas, instansi tetap bisa memberikan orderan seragam kepada para perajin lokal Blora. Sehingga sektor UMKM ini bisa tetap jalan,” tutur Sarmidi SP MM. (teg/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, beserta staf dan jajaran sampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2020 dan ...

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Bojonegoro - Seekor buaya air tawar (crocodylus novaeguinae) ditemukan di tengah sawah Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Mengenal Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Opini

Mengenal Bimbingan dan Konseling di Sekolah

BANYAK orang yang masih belum begitu mengenal apa sesungguhnya bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Bimbingan dan konseling (BK) di ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Cerita Yanuri, Seniman Kentrung asal Blora yang Sepi Tanggapan Selama Pandemi COVID-19

Cerita Yanuri, Seniman Kentrung asal Blora yang Sepi Tanggapan Selama Pandemi COVID-19

Blora - Namanya Yanuri Sutrisno (58), seniman Kentrung asal Desa Sedanggayam, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Tidak banyak anak muda yang ...

Eksis

Cerita Siswa SMP Negeri 1 Blora Raih Juara Tingkat Nasional

Azfer Anarchia Raheel Al-Makki

Cerita Siswa SMP Negeri 1 Blora Raih Juara Tingkat Nasional

Blora Meski masih dalam masa pandemi COVID 19, namun tidak menyurutkan semangat SMP Negeri 1 Blora untuk menorehkan berbagai prestasi ...

Infotorial

Ibu Endang dan Biogas Limbah Ternak Sapi

Ibu Endang dan Biogas Limbah Ternak Sapi

API berwarna jernih kebiruan memancar dari kompor di dapur Ibu Endang. Perempuan warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, kabupaten Bojonegoro, tersebut ...

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Bojonegoro - Goa Janggut memang masih belum banyak dikenal orang. Namun goa ini menyimpan keindahan berupa stalaktit dan stalagmit berusia ...

Feature

Menengok Keberhasilan Budidaya Jeruk Siam di Desa Tulungrejo, Trucuk, Bojonegoro

Menengok Keberhasilan Budidaya Jeruk Siam di Desa Tulungrejo, Trucuk, Bojonegoro

Bojonegoro - Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selama ini lebih dikenal sebagai desa penghasil jambu air dan ...

Religi

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Bojonegoro - Jemaah atau warga Muhammadiyah di Kota Bojonegoro, pada Rabu (26/05/2021) malam atau usai sala magrib, menggelar salat gerhana ...

Pelesir

Melihat Keindahan Goa Lowo, Goa Sumber, dan Goa Lawang, di Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro

Melihat Keindahan Goa Lowo, Goa Sumber, dan Goa Lawang, di Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro

Bojonegoro - Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, tenyata menyimpan potensi wisata goa yang luar biasa. Di wilayah ...

Hiburan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Bojonegoro - Sebanyak 50 lukisan hasil karya seni 16 pelukis perempuan Bojonegoro dan 5 pelukis perempuan dari Solo, Surabaya, dan ...

Statistik

Hari ini

517 kunjungan

710 halaman dibuka

29 pengunjung online

Bulan ini

47.998 kunjungan

70.822 halaman dibuka

Tahun ini

632.440 kunjungan

893.501 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 1.063.914

Indonesia: 26.705

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1627278716.057 at start, 1627278716.2472 at end, 0.19020986557007 sec elapsed