News Ticker
  • Lapor Kepenak Bro, Aplikasi Milik Pemkab Bojonegoro Layani Aduan Kekerasan Perempuan dan Anak
  • PLN UP3 Bojonegoro Luncurkan Program Awal Tahun, Diskon 50% Biaya Tambah Daya Listrik
  • 3 Hari Berturut-Turut, Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Baru, Hari Ini Rp 2.665.000 Per Gram
  • Dinas Pendidikan Bojonegoro Tegaskan Proses Beasiswa Pendidikan Tinggi Berjalan Sesuai Aturan
  • Pengakuan Aurelie Moeremans Soroti Bahaya Child Grooming, Modus Manipulasi yang Sering Tak Disadari
  • Pemkab Bojonegoro Luncurkan Call Center Khusus untuk Aduan Layanan Sosial dan Stiker Keluarga Miskin
  • Harga Emas Antam Kembali Pecahkan Rekor Baru, Rp 2.652.000 Per Gram
  • Jawa Timur Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik Nasional 2025 dengan Indeks 4,75
  • Nikmat Tapi Bisa Bikin 'Panas' Dalam, Ini Manfaat Makanan Pedas dan Risikonya bagi Kesehatan
  • 13 Januari dalam dalam Sejarah
  • Tanah Ambles di Blora, Akses Jalan Desa Terputus
  • Peringati Hari Desa 2026, Pemkab Blora Gelar Kenduri dan Pengalaman Dana Korban Bencana
  • Petani di Kepohbaru, Bojonegoro Meninggal Dunia di Sawah
  • Tertabrak Mobil, Seorang Pemotor di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Jawa Timur Dapat Jatah 216.968 Sertifikat Halal Gratis
  • PAD Bojonegoro Melonjak Tajam, Tembus Rp1,137 Triliun di 2025
  • Pemprov Jatim Tekankan Budaya Kerja Aman dan Sehat Tahun 2026
  • Rekor Baru, Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 Per Gram
  • Pemerintah Sediakan 1,35 Juta Kuota Sertifikat Halal Gratis Tahun 2026 bagi Pengusaha Kecil
  • Diet Aman dan Sehat Turunkan Berat Badan Tanpa Bahayakan Tubuh di Tahun 2026
  • 12 Januari dalam Sejarah
  • Khofifah Proyeksikan Produksi Jagung Jatim Capai 5,4 Juta Ton pada 2026
  • Kabupaten Bojonegoro Raih Peringkat 6 Nasional Indeks Pelayanan Publik (IPP) Tahun 2026
  • PMI Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader Tanggap Bencana di Dua Desa
Hari Batik, Penyandang Disabilitas di Blora, Ciptakan Motif Batik Virus Corona

Hari Batik, Penyandang Disabilitas di Blora, Ciptakan Motif Batik Virus Corona

Blora - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk di Indonesia, hingga hari ini masih berlangsung. Namun, dalam peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober hari ini, pandemi virus Corona (Covid-19) justru menjadi inspirasi bagi perajin Batik Difabel di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
 
 
Mereka yang tergabung pada Difabel Blora Mustika (DBM) Kabupaten Blora, menciptakan kain batik motif Virus Corona dengan kreasinya sendiri.
 
Begitu di-upload melalui media siber dan media sosial, sejumlah pesanan terus berdatangan. Pesanan datang dari instansi pemerintah, anggota dewan, hingga para pecinta batik di Blora.
 
 

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora, saat membuat batik motif virus Corona

 
Ketua Difabel Blora Mustika (DBM), Abdul Ghofur mengungkapkan ide pembuatan batik motif Corona muncul dari keprihatinan penyandang disabilitas atas besarnya dampak wabah tersebut terhadap sejumlah kalangan. Tak terkecuali terhadap produksi Batik Difabel Blora.
 
“Kita buat batik Corona ini karena kita ingin mengenang sejarah. Karena dampak dari pandemi ini sungguh luar biasa. Tidak hanya Indonesia tapi dunia. Termasuk di dalamnya penyandang disabilitas yang tidak bisa bekerja akibat wabah ini. Jadi kita ingin kenang sejarah itu, ada wabah yang membuat seluruh perekonomian terdampak,” kata Ghofur saat ditemui di Sekretariat Batik Difabel Indonesia di Desa Kamolan, Blora. Jumat (02/10/2020).
 
 
Menurut Ghofur, Wabah Covid yang sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan membuat perajin batik difabel tidak lagi bisa bekerja. Bahkan tidak hanya batik difabel, sejumlah perajin batik lain di Blora bahkan sudah ada yang alih profesi.
 
“Kita cukup bersyukur, dengan membuat motif ini (Corona) kita bisa kembali bekerja. Banyak perajin batik lain yang sudah tidak produksi. Mereka pilih alih profesi karena tidak ada pesanan sama sekali,” tutur Ghofur.
 
Batik Difabel Indonesia dibuat oleh para penyandang disabilitas. Dalam sehari, mereka bisa mengerjakan lima sampai sepuluh motif kain batik.
 
“Kalau batik difabel ini kan sesuai namanya, yang membuat adalah penyandang disabilitas, ada yang amputasi kaki, amputasi tangan, polio, dan sebagainya,” kata Ghofur.
 
Ghofur mengungkapkan bahwa, sejak sekitar seminggu diproduksi, kini pesanan batik motif Corona sudah banyak dipesan. Setidaknya sudah ada sekitar 50 pesanan yang datang.
 
“Kemarin dari Jakarta pesan enam sudah kita kirim. Sekarang ini pesanan dari instansi pemerintah kabupaten dan anggota dewan. Kita sangat mengapresiasi dukungan mereka terhadap pemberdayaan teman-teman disabilitas,” ujar Ghofur.
 
Ghofur pun berharap kedepan banyak instansi lain yang memesan batik motif Corona produksi difabel Blora.
 
 “Kalau kita harapannya cuma satu, pesanan lebih banyak dan datang terus, agar teman-teman difabel tetap bisa bekerja dan berdaya,” tuturnya berharap.
 
 

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora, saat membuat batik motif virus Corona

 
Hal yang sama juga dirasakan oleh para perajin batik 'Nimas Barokah' di Kelurahan Beran, Yanik Mariana, yang mengaku selama pandemi wabah Corona ini mulai sepi pengunjung (konsumen) yang datang. Menurut Yanik Mariana, bahwa pandemi Covid-19 tersebut juga berpengaruh pada sektor kerajinan batik seperti.
 
"Kini sudah jarang ada pembeli datang ke rumah produksi karena takut dengan wabah, mungkin juga karena social distancing. Meskipun begitu, kami tetap bertahan, berjualan secara online lewat media sosial. Batik karya kami, difoto dan diunggah di media sosial. Sehingga pembeli tidak perlu datang. Hal ini kita lakukan agar ekonomi tetap jalan,” ucap Yanik Mariana.
 
Pihaknya juga terus melakukan produksi batik agar tidak sampai memberhentikan karyawannya. Produksi batik dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.
 
 “Kami tetap produksi. Karyawan tetap bekerja dengan memakai masker, jaga jarak dan kita beri fasilitas cuci tangan pakai sabun. Karena saat ini sedang bulan Ramadhan, maka jam kerjanya agak dikurangi. Alhamdulillah masih bisa jalan walaupun biasanya bisa dapat 7-8 lembar, sekarang sehari hanya bisa dapat 3-5 lembar saja,” tutur Yanik Mariana.
 
 
Menurutnya saat ini karyawan mengerjakan beberapa batik pesanan seragam kantor terlebih dahulu yang sudah jelas pembelinya. Sedangkan pembuatan kain batik untuk stok mulai dikurangi.
 
 “Wabah Covid-19 ini juga berdampak pada pengiriman pasokan bahan baku pembuatan batik, seperti kain, malam, dan pewarna yang kebanyakan kami beli dari Solo dan Pekalongan. Kini agak susah karena ada pembatasan pembatasan,” tuturnya menambahkan.
 
Dirinya percaya bahwa wabah ini akan segera berakhir dan semuanya bisa kembali berjalan seperti normal sedia kala, dan berharap UMKM lain juga bisa bertahan terus berproduksi seperti yang dilakukannya.
 
 “Kami berharap UMKM lainnya bisa seperti kami untuk tetap bertahan, tetap bekerja, tetap berkarya. Kami optimis wabah ini akan cepat berlalu jika kita semuanya bisa bersatu, dan kompak mendukung arahan pemerintah,” kata Yanik mariana.
 
 
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Kabupaten Blora, Sarmidi SP MM, mengapresiasi para perajin batik yang tetap berusaha bertahan di tengah wabah Covid-19. Pihaknya memang terus memberikan dukungan agar sektor UMKM bisa terus berjalan.
 
 “Khusus untuk batik, kami menghimbau agar perkantoran, dinas, instansi tetap bisa memberikan orderan seragam kepada para perajin lokal Blora. Sehingga sektor UMKM ini bisa tetap jalan,” tutur Sarmidi SP MM. (teg/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Geopark Bojonegoro Berpeluang Raih UNESCO Global Geopark

Berita Video

Geopark Bojonegoro Berpeluang Raih UNESCO Global Geopark

Bojonegoro - Peluang Bojonegoro Geopark untuk meraih UNESCO Global Geopark (UGGp) cukup besar, karena Bojonegoro mengangkat tema petroleum system paling ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1768393576.8818 at start, 1768393577.2374 at end, 0.35556793212891 sec elapsed