Putus Asa, Seorang Petani di Gondang Nekat Gantung Diri
Kamis, 26 November 2015 16:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Gondang - Sakit berkepanjangan tak kunjung sembuh kerap menyebabkan penderitanya putus asa. Karena tidak kuat menanggung beban itu yang bersangkutan jadi gelap mata dan memilih mengakhiri hidup sebagai jalan pintas.
Seperti yang dilakukan Purwani (50), warga Dukuh Tadahan RT 12 RW 04, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Diduga, karena tidak tahan menderita sakit ginjal dan jantung yang tidak kunjung sembuh, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu memilih nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Kamis (26/11) pagi.
Peristiwa gantung diri itu diketahui pertama kali oleh istri korban, Jumini (45). Pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, dia mencari-cari korban. Biasanya pada jam-jam pagi itu korban sudah pamit pergi ke sawah. Namun hingga matahari meninggi, korban tidak kelihatan.
Jumini lalu mencari korban di dapur. Dia pun langsung lemas, ketika menemukan tubuh korban Purwani sudah tergantung di dapur rumahnya dalam kondisi meninggal dunia. Dia berteriak histeris, yang disusul kedatangan tetangga sekitar. Sontak peristiwa gantung diri korban membuat gempar warga Dukuh Tadahan.
Beberapa warga langsung melapor kepada kepala desa setempat, yang dilanjutkan laporan ke pihak Kepolisian Sektor Gondang.
Mendapat laporan itu Kapolsek Gondang AKP Fandil beserta beberapa anggpta dan tim dokter Puskesmas Gondang mendatangi lokasi kejadian. Dengan disaksikan kepala desa dan pihak keluarga, polisi menurunkan jenazah korban dari gantungan.
Dari pemeriksaan awal, korban gantung diri menggunakan tali tampar plastik warna biru, kondisi tali simpul hidup. Tampar plastik itu dililitkan di sabuk kap rumah bagian dapur. Panjang tampar dari sabuk kap ke leher 80 centimeter, leher ke tanah 210 centimeter, dan kaki korban ke tanah 60 centimeter. Korban memakai baju hitam motif garis-garis, bercelana pendek warna coklat.
Hasil visum permukaan oleh dokter Puskesmas Gondang terhadap tubuh korban, menunjukkan, ciri-ciri mayat korban panjang 170 centimeter, rambut hitam, kulit sawo matang, mata tertutup dan gigi dalam kondisi mengigit. Ada luka di leher bekas jeratan tali, kemaluan tidak keluar sperma, dan dubur keluar kotoran warna hitam.
"Di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Korban murni bunuh diri. Keluarga korban juga sudah menerima kematian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan menolak otopsi," ujar Kapolsek Gondang AKP Fandil kepada beritabojonegoro.com (BBC).
Menurut pihak keluarga, imbuh Kapolsek, korban punya riwayat sakit ginjal dan jantung selama bertahun-tahun tidak kunjung sembuh. Sudah diobatkan kemana-mana, bahkan pernah dilakukan tindakan operasi di RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro pada 2009 lalu.
"Sekitar pukul 11.00 WIB jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan," pungkas Kapolsek. (lyn/tap)
*) Foto tubuh korban tergantung di dapur rumahnya































.md.jpg)






