News Ticker
  • Tabrakan Supra vs Tiger di Kedungadem, Bojonegoro, Pengendara Supra Meninggal Dunia
  • Peringati Bulan Sura, Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Tradisi Ruwatan Murwakala Gratis di Khayangan Api
  • Mengenal Proses Bersin dan Berbagai Faktor Pemicu Refleks Alami Tubuh
  • Dampak Anjloknya Rupiah, Harga Beras hingga Minyak Goreng di Bojonegoro Melejit
  • Belum Teridentifikasi, Mayat Perempuan yang Ditemukan di Hutan Ngasem, Bojonegoro Dimakamkan
  • Permudah Layanan Literasi, Dispusip Bojonegoro Luncurkan Program Tanya Pustakawan
  • Musim Kemarau Ekstrem, Enam Kabupaten di Jatim Siaga Darurat Kekeringan
  • Tinggal Sendirian, Warga Padangan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
  • HMI Cabang Bojonegoro Rumuskan Arah Gerakan Progresif Lewat Konfercab Ke-XXIII
  • Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Tembus 9 Ribu Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus
  • Prakiraan Cuaca  19 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 19 Mei dalam Sejarah
  • Rumah Warga di Kanor Hangus Terbakar, Wabup Bojonegoro Gerak Cepat Bantu Korban
  • Kerangka Manusia Ditemukan di Tengah Hutan Temayang, Bojonegoro
  • Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan, PDKB Bojonegoro Lakukan Studi Pembelajaran ke Kediri
  • Disbudpar Bojonegoro Matangkan Paket Wisata KaGeT Melalui Simulasi di Kedewan
  • Ratusan Pesilat Berebut Tiket Puslatda Jatim dalam Kejurprov Pencak Silat 2026 di Surabaya
  • Mengenal Ubi Cream Cheese, Camilan Viral yang Mengombinasikan Karbohidrat Kompleks dan Lemak Jenuh
  • Kemenag Tetapkan Awal Dzulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei
  • Prakiraan Cuaca 18 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 18 Mei dalam Sejarah
  • RAPI Bojonegoro Rumuskan Arah Baru dalam Muswil ke-9
  • Hari Buku Nasional 17 Mei: Lahir dari Keprihatinan Rendahnya Literasi
  • Sering Dipakai Campuran Kopi dan Teh, Ini Perbedaan Nutrisi Antara Susu dan Krimer
Terdampak COVID-19, Pengusaha Olahan Salak Asal Wedi, Bojonegoro, Tambah Aneka Varian

Ekonomi Kreatif dan UMKM

Terdampak COVID-19, Pengusaha Olahan Salak Asal Wedi, Bojonegoro, Tambah Aneka Varian

Bojonegoro - Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, merupakan salah satu desa wisata dengan potensi buah salaknya, sehingga banyak warga setempat yang mengolah salak menjadi berbagai makanan olahan dan kue berbahan dasar salak.
 
Salah satu pengusaha olahan salak di desa setempat, Retno Wulandari (31) mengaku sejak adanya pandemi COVID-19 permintaan olahan salak mulai menurun. Agar omzetnya tidak menurun drastis, Retno menyiasati dengan menambah sejumlah varian produk olahan salak dan kue berbahan dasar salak.
 
Retno Wulandari mengungkapkan, saat ini permintaan untuk kue kering mawaran sedang banyak, bahkan dia juga memiliki beberapa reseller.
 
"Jadi karena omzet olahan salak menurun, selama pandemi ini saya membuat aneka kue kering dan kue basah," kata Retno Wulandari, kepada awak media ini Sabtu (20/02/2021)
 
 
Wulan, begitu dia biasa dipanggil, menuturkan bahwa mulai Desember 2019 sampai Februari 2020 itu penjualan olahan salak sudah mulai berkurang. Terlebih saat mulai munculnya pandemi COVID-19 pada Maret 2020, penjualan kue olahan salak malah banyak sekali turunnya.
 
"Saat mulai adanya pandemi, banyaknya return dari toko titipan dan menurunnya penjualan online." kata Wulan.
 
Namun, beberapa saat kemudian, atau tepatnya mulai Mei 2020, penjualan asinan salak dan setup salak cukup bagus. Hal tersebut disebabkan adanya cuaca yang panas, sehingga konsumen mencari minuman segar seperti asinan salak dan setup salak.
 
"Saya juga membuat inovasi untuk asinan buah dan sayuran. Apalagi saat itu masyarakat jarang yang keluar rumah, jadi saya ngalahi ngantar pesanan," kata Wulan.
 
 

Retno Wulandari, dengan aneka olahan salak produksinya. (foto: ver/beritabojonegoro)

 
 
Wulan mengungkapkan bahwa olahan salak di desanya mulai dikenal setelah adanya Festival Salak yang pertama, pada tahun 2017. Festival tersebut sengaja diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentag potensi buah salak.
 
Usai festival tersebut, Wulan mulai belajar membuat olahan salak pada salah satu ibu di desanya yang memang menekuni olahan salak.
 
"Setelah membuat kurma salak saya membuat madumongso salak. Alhamdulillah diterima di pasaran dengan sangat bagus, lalu saya mulai mengurus legalitas seperti P-IRT dan Sertifikat Halal, serta mulai bergabung dengan grup UMKM Galeri di Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro," kata Wulan menambahkan.
 
 
 
Saat ini, setiap hari Wulan bisa memproduksi sampai 20 kilogram salak. Wulan bersyukur usahanya mampu membantu para petani salak di desanya. Terlebih lagi saat harga salak anjlok atau kalau kualitas salaknya kurang bagus serta tidak manis.
 
Selain membuat kurma salak dan madumongso salak, saat ini Wulan juga membuat asinan salak. Menurutnya, asinan salak ini banyak peminatnya. Karena baru pertama kali ada di Bojonegoro, 
 
"Ada minuman yang manis, pedes, asem, asin, dengan perpaduan buah." kata Wulan.
 
 
 
Bagi pembaca yang ingin mencicipi kue kering, asinan salak, atau olahan salak lainnya, bisa menghubungi Retno Wulandari di nomor telepon +62 822-3473-2868. (ver/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1779220062.4525 at start, 1779220062.7892 at end, 0.33675789833069 sec elapsed