Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging Naik
Rabu, 02 Desember 2015 16:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Menjelang Hari Raya Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, harga daging sapi di pasaran mulai menanjak. Hal itu dinyatakan oleh para pedagang daging sapi di Pasar Kota Bojonegoro.
Salah satu pedagang daging sapi pasar kota Bojonegoro Hj. Anis Ruhan (48) asal Sumberejo, mengamati bahwa dalam seminggu ini daging sapi mengalami kenaikan harga sebesar Rp 5 ribu per kilogram. “Minggu kemarin, harga masih Rp 90 ribu, sekarang Rp 95 ribu perkilogram. Akhir November lalu naiknya,” katanya.
Sebagai pedagang yang tahu kondisi di lapangan, Hj Anis menilai kenaikan ini disebabkan karena jumlah sapi yang layak dipotong pasokannya kurang sementara ada peraturan dari Dinas Peternakan yang melarang sapi betina untuk sembelih juga punya pengaruh. “Kami penjual dan jagal kesulitan mencari bahan baku, semantara yang jantan harganya mahal,” katanya saat ditemui BeritaBojonegoro.com (BBC).
Dilarangya menyembelih sapi betina oleh Dinas Peternakan adalah untuk menekan kelangkaan pasokan daging sapi. Sapi betina yang dimaksud adalah yang dalam usia produktif alias masih bisa beranak.
"Mungkin dari pemerintah bisa memberikan solusi kepada pedagang daging sapi agar harga bisa turun. Karena kalau harga daging naik, sulit lagi untuk turun,” lanjutnya.
Selain sapi, daging ayampun mengalami kenaikan harga. Salah satu penjual daging ayam, Sumiatun (38) asal Ledok Kulon mengatakan masuk bulan Desember ini harga daging ayam menjadi Rp 30 ribu perkilogramnya. Padahal, kata Sumiatun, sebelumnya masih 26 ribu perkilogram.
"Kenaikan itu membuat pelanggan daging ayam sepi. Padahal ini masuk musim gawe, tapi pelanggan masih sepi,” terangnya.
Sumiatun menambahkan, stok daging ayam pun saat ini berkurang. “Daging ayam dagangan saya ini saja dikirimi dari Jatirogo. Kalau di Bojonegoro sepi,” katanya.(mol/moha)
Foto penjual daging ayam di Pasar Kota Bojonegoro


































.md.jpg)






