News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Gandeng KPKNL Madiun Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Catat Jadwal dan Syaratnya
  • Antisipasi Kekeringan di Kawasan Tanpa Cekungan Air Tanah, Dinas PU SDA Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe
  • Perebutan Emas Cabor Futsal dan Bola Tangan Rampung, MMA Jadi Penutup Porkab II Bojonegoro 2026 Hari Ini
  • Kunjungan Kerja di Bojonegoro, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Rencana Pengembangan Batalyon TP 885 dan Brigif 33 di Dander
  • 11 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 Juli 2026
  • Kandang Ayam Senilai Rp2 M di Malo, Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Panen Melon Bersama, Bupati Bojonegoro Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Modern
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp11,03 Miliar untuk Lima Program Beasiswa Mahasiswa
  • Seorang Lansia Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api Jayabaya di Perlintasan Baureno
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 10 Jul 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Juli 2026
  • 10 Juli dalam Sejarah
  • Kecamatan Kota Dominasi Emas Kickboxing, Klasemen Sementara Porkab II Bojonegoro Masih Memimpin
  • Dalam Sehari Terjadi Enam Kebakaran Lahan di Bojonegoro, Ini Daftarnya
  • Pemkab Bojonegoro Berikan Pembinaan Ribuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Daerah
  • "El Último Tango", Sepatu Spesial Adidas untuk Perjalanan Terakhir Messi di Piala Dunia
  • Kejari Bojonegoro Terima Tahap II Kasus Dugaan Peredaran Rokok Ilegal
  • Paripurna DPRD, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
  • Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bojonegoro Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Setiap OPD Lahirkan Inovasi Lewat BIA 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 9 Juli 2026
  • Rumah Kosong di Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta Rupiah
  • Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat
Ikhtiar PEPC Mulai Merawat Alam dan Mencegah Pemanasan Global dari Sekolah

Ikhtiar PEPC Mulai Merawat Alam dan Mencegah Pemanasan Global dari Sekolah

Bojonegoro - Emisi karbon menjadi salah satu penyumbang terjadinya perubahan iklim dan pemanasan. PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) membangkitkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi emisi karbon dan merawat alam melalui program corporate social responsibility (CSR) berbasis sekolah.
 
Langkah PEPC ini dilakukan dengan menggandeng organisasi non pemerintah Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Program ini melibatkan tiga sekolah menengah pertama, yakni SMP Negeri 2 Purwosari, SMP Negeri 1 Ngasem, dan SMP Negeri 1 Ngambon.
 
 
Putut Prabowo, Manajer Program Pengurangan Jejak Emisi Karbon Berbasis Sekolah, menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir PEPC dan Ademos cukup intensif dalam melaksanakan program berbasis lingkungan.
 
"Di tengah isu global mengenai perubahan iklim, kami rasa penting berkontribusi di tingkat lokal. Kami membaca untuk mengampanyekan perubahan iklim ini akan lebih optimal jika disandarkan pada kalangan kaum muda yang punya latar belakang pendidikan," katanya. Kamis (29/12/2022).
 
 

Budidaya tanaman penghijauan dalam upaya mengurangi emisi karbon, yang diprakarsai oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). (Foto: Dok Istimewa)

 
Sekolah menjadi kunci dalam kegiatan ini. Ada dua skema program dengan target akhir menguatkan peran masyarakat untuk terlibat dalam pengurangan emisi karbon. "Skema pertama, mengampanyekan dan mengedukasi kaum muda untuk memberi perhatian kepada hal-hal yang menimbulkan jejak emisi dan upaya pengurangannya, seperti berhemat listrik dan beralih pada transportasi lebih ramah lingkungan," kata Putut.
 
Skema kedua, mengedukasi kaum muda untuk berkontribusi aktif dalam penyerapan emisi. Skema ini dimunculkan dengan kegiatan penghijauan. "Kaum muda diajak belajar melakukan budidaya tanaman, mulai dari pembibitan sampai terlibat dalam upaya penghijauan," kata Putut.
 
 
Dua skema ini menjadi fondasi bagi pengetahuan dasar untuk menghitung emisi yang dikeluarkan. "Harapannya dengan mengerti cara berhitung emisi karbon, mereka terlatih untuk melihat lingkungannya," kata Putut.
 
Saat ini, PEPC dan Ademos mulai melakukan pendidikan emisi dan budidaya tanaman di sekolah. Peran PEPC cukup sentral. "PEPC menjadi inisiator dan supporting program yang menjadi mitra strategis. Tanpa dukungan PEPC, program ini sulit dijalankan secepat ini," kata Putut.
 
Para siswa diajak untuk terlibat dalam kegiatan penanaman kurang lebih tiga ribu batang pohon yang dilakukan PEPC dan Ademos di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo, Desa Pelem Kecamatan Purwosari, dan Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem.
 
 
Setelah memahami pentingnya pengurangan emisi karbon, para siswa diharapkan membudidayakan sendiri pembibitan pohon di lingkungan sekolah masing-masing. "Bibit yang bisa dihasilkan oleh sekolah diharapkan bisa ditanam di lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal para pelajar. Agar setiap sekolah punya pengalaman dalam mengelola pembibitan, kami menyiapkan program kebun bibit percontohan di Dolokgede," kata Putut.
 
Para siswa juga diajak melakukan kaji lapangan mengenai pembenihan di Surakarta. "Kami mempelajari desain bangunan kebun bibit dan mengajak siswa belajar melakukan pembibitan di BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Solo. Ini awalan. Harapan kami ketika kebun bibit yang kami siapkan sudah jadi, pembelajaran bisa dilakukan di lokal kita, tidak di Solo," kata Putut.
 
Rencananya, penanaman pohon di sekolah mulai dilaksanakan pada Maret 2023. "Tergantung bagaimana pembacaan programnya," kata Putut.
 
 

Program pengurangan emisi karbon berbasis sekolah yang diprakarsai oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). (Foto: Dok Istimewa)

 
Wakil Kepala SMP Negeri 2 Purwosari Agus Wahyudi antusias menyambut program itu. "Kita harus menguatkan pemeliharaan lingkungan kepada anak-anak. Anak-anak SMP sekarang sudah banyak menggunakan sepeda motor. Kami harus memberikan pemahaman kepada mereka, bagaimana nasib lingkungan kita kalau semakin banyak kendaraan bermotor," katanya.
 
Wahyudi menyebut kegiatan itu sesuai dengan pembelajaran Kurikulum Merdeka. SMPN 2 Purwosari menunjuk 48 orang siswa pelopor dalam kegiatan ini. Mereka mendapat pembelajaran soal emisi karbon dari PEPC dan Ademos. Nantinya, salah satu upaya pengurangan emisi karbon itu adalah memperbanyak tanaman di lingkungan sekolah dan rumah siswa.
 
Masing-masing siswa pionir ini diharapkan membentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan lima orang, setelah mengikuti pelatihan dan pembelajaran. Jumlah keseluruhan siswa SMPN 2 Purwosari adalah 356 orang. Setiap siswa diharapkan nantinya bisa menanam minimal satu pohon.
 
"Rencananya kami akan menanam dulu di lingkungan sekolah. Di samping mereka memelihara di sekolah, kami coba agar mereka menanam di lingkungan sekolah untuk menularkannya ke keluarga masing-masing," kata Wahyudi.
 
 
Sementara itu, Manager JTB Site Office & PGA, Edy Purnomo, mengatakan, program ini dilatarbelakangi komitmen PEPC dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. "Kami juga menyadari betapa pentingnya keberlangsungan ekosistem lingkungan yang bebas dari dampak emisi karbon," katanya.
 
Program ini, lanjut Edy, juga berkorelasi kuat dengan program Adiwiyata di lingkungan sekolah, yang merupakan perwujudan kepedulian sekolah terhadap lingkungan.
 
"Kami ingin berkontribusi dalam usaha pengurangan jejak emisi karbon di sekitar wilayah operasi proyek JTB dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar wilayah operasi. Tak lupa kami juga menjalin hubungan dengan pemerintah daerah agar program pengurangan jejak emisi karbon berbasis sekolah dapat berjalan dengan baik," katanya. (*/red/imm)
 
 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783769023.0018 at start, 1783769023.381 at end, 0.37918186187744 sec elapsed