Ibu-ibu Campurejo Dilatih Olah Kain Perca
Kamis, 24 Desember 2015 13:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Sisa kain perca yang selama ini dianggap sebagai sampah, ternyata bisa menjadi lahan penghasilan yang menjanjikan. Ibu-ibu kreatif yang memanfaatkan kain perca menjadi barang layak jual itu dipelopori masyarakat Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.
Sebanyak 20 orang sedang sibuk merangkai, menyetrika, menggunting maupun melipat kain potongan kecil-kecil di aula Kantor Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Kain itu merupakan sisa potongan dari para penjahit yang dibuang. Kemudian dimanfaatkan menjadi barang siap pakai. Misalnya, baju, tas, aksesoris, dan home dekoration.
"Bahannya semua dari sisa kain perca dari pabrik, maupun penjual kain. Kemudin dijadikan produk kraf, seperti sarung bantal kursi, seprai, gorden, tutup galon. Home dekoration, dan aksesoris, tas wanita, dompet, serta baju," ujar Pimpinan Pelangi Nusantara, Ir Endahing Noor Suryanti, Kamis (24/12).
Workshop pemanfaatan barang-barang sampah itu merupakan aplikasi pemanfaatan dana CSR dari perusahaan migas JOB P-PEJ tahun 2015. Dalam pelaksanaannya, bekerjasama dengan lembaga pelatihan, keterampilan dan pemberdayaan masyarakat Kreasi Pelangi. "Setelah pelatihan maka peserta secara otomatis akan masuk kedalam komunitas," katanya.
Dalam pelatihan ini, tujuanya untuk memberi nilai tambah pendapatan, juga memanfaatkan limbah. Kendalanyan, kata dia, menjaga mereka tetap berkelanjutan, fokus pemberdayaan perempuan dan menciptakan produk yang bisa bersaing. Sedangkan, dalam komunitas Lintas Nusantara bisa memasarkan jangkauan pasar yang sudah ekspor.
"Nilai barang hasil pemanfaatan kain perca ini sudah terjual di Thailand, Jepang, Australia. Rencananya ingin masuk pasar Asean," pungkasnya.
Salah satu peserta workshop, Juwariyah (51), Warga Dukuh Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, sebelumnya belum pernah memanfaatkan limbah kain sebagai bahan siap pakai.
"Sebelumnya kalau ada limbah kain itu ya dibakar atau dikubur," katanya.
Sebelumnya, dia mengaku belum pernah bikin pemanfaatan limbah kain. Pada pelatihan ini, dia akan memanfaatkan kain perca untuk dibuat tas. Wanita yang kesehariannya seorang penjahit itu setelah mengikuti pelatihan mengaku punya rencana untuk memanfaatkan limbah kain yang dimiliki.
"Limbahnya banyak, setelah pelatihan ini rencananya akan memanfaatkan limbah kain untuk bisa dijual," katanya. (rul/tap)












































.md.jpg)






