News Ticker
  • Kalender Jawa Hari Ini, Besok Rabu 22 April 2026, Detail Weton Rabu Wage
  • Bazar UMKM Perempuan Warnai Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro
  • Sinergi Aparatur dan Semangat Emansipasi Warnai Upacara Gabungan di Bojonegoro
  • Pentingnya Klasifikasi Informasi Publik sebagai Wujud Tranparasi kepada Masyarakat
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kejaksaan Negeri Bojonegoro Hadirkan Gedung Kantor Pelayanan
  • Dinsos Bojonegoro Fasilitasi Perawatan Lansia Terlantar ke UPT PSTW Pasuruan
  • Pemprov Jatim Siapkan 19 Sekolah Rakyat Permanen di Berbagai Daerah
  • Penyakit Langka, Remaja di Kanada Idap Alergi Air
  • Prakiraan Cuaca 21 April 2026 di Bojonegoro
  • 21 April dalam Sejarah
  • Kalender Jawa Hari Ini, Besok Selasa 21 April 2026, Detail Weton Selasa Pon
  • Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek PPID 2026
  • Transformasi Layanan Labkesmas Bojonegoro Fokus pada Akurasi Uji Lingkungan dan Penjaminan Mutu
  • KORMI Bojonegoro Perkuat Struktur Organisasi dan Sinergi Lintas Sektor Lewat Konsolidasi Serta Halal Bihalal
  • DKPP Hadirkan B’FOS di Area CFD Alun-alun untuk Perkuat Pemasaran Produk Pertanian Bojonegoro
  • Pemprov Jawa Timur Jajaki Kerja Sama Sister Province dengan Alexandria, Fokus pada Sektor Perdagangan Hingga Pendidikan
  • Prakiraan Cuaca 20 April 2026 di Bojonegoro
  • 20 April dalam Sejarah
  • Jatuh dan Tercebur ke Parit, Pemotor asal Rengel, Tuban Meninggal di Kedungadem, Bojonegoro
  • Kena Sanksi dari Kemenkes, Empat RSUD di Bojonegoro Terancam Turun Akreditasi
  • Kalender Jawa Hari Ini, Besok Senin 20 April 2026, Detail Weton Senin Pahing
  • Semarak Pentas Seni Budaya Lokal di Taman Lokomotif Bojonegoro
  • Tabrakan di Balen, Bojonegoro, Seorang Pemotor Luka-luka
  • Gelar Festival Alam Lestari, RPS Tanam Pohon dan Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Tuban
Diguyur Hujan, Puluhan Hektare Tanaman Tembakau Petani di Bojonegoro Banyak yang Mati

Diguyur Hujan, Puluhan Hektare Tanaman Tembakau Petani di Bojonegoro Banyak yang Mati

Bojonegoro - Akibat hujan yang masih turun pada minggu kedua Juli 2025 ini, mengakibatkan puluhan hektare tanaman tembakau para petani wilayah Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rusak bahkan mati.
 
Kondisi daun dan batang tembakau yang rata-rata berumur satu hingga dua bulan menjadi layu dan mengering serta sebagian tak dapat diselamatkan lagi. 
 
 
Para petani telah berusaha menyelamatkan tanaman tembakau mereka, antara lain dengan membuat saluran agar genangan air dapat cepat mengalir, hingga meninggikan terasan, agar tanaman tembakau tidak terendam genangan air.
 
Para petani diperkirakan bakal mengalami kerugian jutaan rupiah, sebab mereka telah mengeluarkan banyak biaya mulai dari proses pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga pemupukan.
 
Selain di Kecamatan Kedungadem, kondisi tersebut diperkirakan juga dialami para petani tembakau di wilayah Kecamatan Baureno, Kanor, Kepohbaru, dan Kecamatan Sugihwaras.
 
Sekadar diketahui, tanaman tembakau cocok ditanam di daerah beriklim kering dan hangat dengan curah hujan yang rendah, karena jika tanaman tembakau ditanam saat musim hujan atau diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka pertumbuhannya akan terganggu bahkan bisa mati.
 
 

Kondisi tanaman tembakau milik petani di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang layu akibat diguyur hujan. (Aset: Istimewa)

 
Di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, setidaknya ada 17 hektare tanaman tembakau yang ditanam para petani desa setempat
 
Tanaman tembakau yang baru berumur rata-rata satu bulan, langsung rusak karena diguyur hujan selama sepekan ini. Bahkan sebagian besar tanaman yang awalnya tumbuh normal, mendadak layu bahkan mati.
 
Salah satu petani di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Darmaji ditemui awak media ini di sawahnya Senin (07/07/2025) menuturkan bahwa saat ini dirinya menanam kurang lebih enam ribu batang tembakau di sawah miliknya.
 
 
Darmaji menjelaskan bahwa tanaman tembakau yang ada di sawahnya saat ini merupakan penanaman yang keempat kali, karena sebelumnya tembakau yang ia tanam juga mati akibat diguyur hujan.
 
“Setiap selesai tanam diguyur hujan yang sangat lebat akhirnya mati, terus ditanam kembali sampai empat kali,” tutur Darmaji.
 
Darmaji mengaku menderita para petani tembakau di desanya, termasuk dirinya, dipastikan menderita kerugian yang sangat besar, lantaran telanjur mengeluarkan banyak modal dan biaya, terutama mulai dari proses pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga pemupukan.
 
“Ruginya ya banyak. Bibitnya saja sudah empat kali kan. Sedangkan yang masih hidup ini sebagian layu. Kemungkinan besar masih ada yang mati lagi.” tutur Darmaji.
 
 
Untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar, saat ini para petani telah berusaha membuat saluran air serta meninggikan terasan atau guludan (jawa, red), agar tidak terjadi genangan air saat turun hujan. Upaya ini diharapkan dapat menyelamatkan tanaman tembakau yang tersisa, sehingga tak sampai membuat petani benar-benar gagal panen.
 
Darmaji berharap cuaca di wilayah Kabupaten Bojonegoro dapat kembali normal karena tanaman tembakau adalah tanaman kering yang tidak banyak membutuhkan air, sehingga jika hujan terus berlanjut, maka hampir dipastikan para petani tembakau akan menderita kerugian yang besar akibat mengalami gagal panen.
 
“Harapannya ya hujan tidak turun lagi agar tembakau yang masih hidup bisa tumbuh dengan baik,” kata Darmaji.
 
 

Kondisi tanaman tembakau milik petani di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang layu akibat diguyur hujan. (Aset: Istimewa)

 
Untuk diketahui, sejak zaman dahulu, Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai daerah penghasil tembakau (virginia) dengan kualitas terbaik di Indonesia, sehingga setiap musim kemarau, para petani di kabupaten setempat masih banyak yang menanam tembakau.
 
Namun, kondisi cuaca pada musim kemarau tahun ini yang masuk kategori kemarau basah, mengakibatkan hujan masih sering turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, yang mengakibatkan tanaman tembakau para petani mati.
 
Kini para petani hanya bisa pasrah, namun mereka tetap berharap kondisi cuaca dapat kembali normal sehingga mereka setidaknya tidak merugi terlalu besar atau dapat kembali modal untuk persiapan cocok tanam di musim selanjutnya. (red/imm)
 
 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Panduan Lengkap Prompt AI untuk Media Sosial, Blog, dan YouTube Anda

Panduan Lengkap Prompt AI untuk Media Sosial, Blog, dan YouTube Anda

Para kreator konten dihadapkan pada tuntutan produksi yang luar biasa besar di ruang digital. Persoalan utamanya kini bukan sekadar memproduksi ...

1776777034.782 at start, 1776777035.1216 at end, 0.33960795402527 sec elapsed