Ini Tips Pemasaran Digital Inovatif untuk UMKM dari Owner Dasilva
Jumat, 19 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro terus didorong untuk naik kelas. Salah satu strategi yang mutlak dikuasai pada era modern ini adalah pemanfaatan ruang digital secara tepat dan terencana demi mendongkrak penjualan produk lokal.
Dalam rangkaian kegiatan Bojonegoro Wastra Batik Festival yang digelar pada Kamis (18/06/2026) kemarin, dilaksanakan Talkshow Inspiratif bertema Strategi Pemasaran Digital Inovatif UMKM dan Ekonomi Kreatif. Acara tersebut menghadirkan narasumber Claudino Da Silva selaku Owner Dasilva yang membagikan sejumlah tips dan strategi penting bagi para pelaku usaha.
Tips pertama dari Claudino adalah mengubah pola pikir dalam menggunakan media sosial. Ia menjelaskan bahwa selama ini masih banyak pelaku UMKM yang berpikir cukup dengan mengunggah konten jualan di media sosial, maka produk tersebut akan langsung terjual dengan sendirinya. Menurutnya, pendekatan seperti itu keliru dan perlu dilengkapi dengan strategi yang matang.
Ia menekankan pentingnya melakukan riset pasar dan membangun kekuatan branding terlebih dahulu melalui konten yang kreatif. Konten yang dibuat harus mampu menumbuhkan rasa percaya dari calon konsumen sebelum pelaku usaha melangkah ke tahap penjualan produk.
“Mayoritas UMKM berpikir posting jualan kemudian laku. Sebaiknya dilakukan riset branding, membuat konten untuk membangun kepercayaan, kemudian melakukan penjualan,” jelasnya.
Tips berikutnya adalah memahami target pasar secara lebih mendalam. Claudino mengajak para pelaku usaha untuk benar-benar menentukan siapa calon pembeli mereka, mengetahui seberapa besar daya beli konsumen tersebut, memahami permasalahan yang sedang mereka hadapi, serta mengenali apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pasar saat ini.
Selain itu, ia juga membagikan kiat praktis lain yang dapat langsung diterapkan oleh UMKM, di antaranya adalah menciptakan produk yang memiliki nilai pembeda atau keunikan tersendiri dari kompetitor, serta selalu mengikuti perkembangan tren konten yang sedang diminati publik.
Kiat yang tidak kalah penting menurutnya adalah mengedepankan teknik storytelling atau seni bercerita dalam melakukan promosi, serta membangun personal branding yang kuat sebagai pendiri atau pemilik usaha. Teknik bercerita dinilai jauh lebih memikat hati konsumen ketimbang sekadar menawarkan potongan harga.
“Story telling lebih penting daripada diskon. Personal branding founder juga perlu dibangun untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” ungkapnya.
Materi tips pemasaran digital yang disampaikan tersebut mendapat sambutan yang sangat antusias dari seluruh peserta yang hadir di lokasi. Hal itu terlihat jelas dari tingginya minat peserta untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi tanya jawab berlangsung.
Salah satu peserta talkshow, Kusumawati, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, menjadi penanya pertama dalam sesi tersebut. Ia antusias menanyakan mengenai bagaimana strategi pemasaran melalui media sosial yang paling efektif dan dapat diterapkan dengan anggaran promosi yang sangat terbatas.
Tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti talkshow ini menunjukkan semangat besar dari pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Bojonegoro untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan pemasaran digital mereka. Melalui bekal tips tersebut, pelaku usaha diharapkan menjadi semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar terkini.





































