Sarapan Bukan Musuh Diet, Ini Cara Efektif Turunkan Berat Badan Menurut Ahli
Senin, 22 Juni 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Upaya mendapatkan berat badan ideal sering kali memicu pertanyaan di tengah masyarakat mengenai perlu atau tidaknya meninggalkan kebiasaan sarapan di pagi hari. Berdasarkan penjelasan para ahli kesehatan, melewatkan sarapan justru bukan langkah yang tepat karena berisiko memicu konsumsi kalori yang jauh lebih banyak pada siang atau malam harinya. Untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal dan membakar lebih banyak lemak, terdapat sejumlah langkah strategis yang jauh lebih efektif diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selain mempertahankan rutinitas sarapan pagi.
Langkah utama yang paling direkomendasikan oleh para pakar obesitas adalah dengan meningkatkan aktivitas gerak tubuh melalui olahraga rutin, salah satunya dengan pembiasaan jalan cepat setiap hari. Olahraga aerobik yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu mendongkrak tingkat metabolisme tubuh bahkan hingga 24 jam setelah latihan selesai, sehingga pembakaran energi berjalan lebih maksimal. Selain aktivitas kardio, latihan kekuatan atau bentuk otot juga sangat penting untuk membangun massa otot, mengingat jaringan otot aktif bekerja membakar kalori secara alami meskipun tubuh sedang dalam kondisi beristirahat.
Aspek konsumsi juga memegang peranan penting dalam program penurunan berat badan ini, di mana masyarakat disarankan untuk mengubah pola makan menjadi porsi kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering. Pola makan seperti ini dinilai jauh lebih sehat dibandingkan makan satu atau dua kali dalam porsi besar, karena setiap kali proses pencernaan bekerja, tubuh secara otomatis akan membakar kalori untuk menyerap nutrisi.
Di samping itu, konsumsi minuman stimulan alami seperti teh hijau atau teh hitam berkafein saat makan juga dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori sekaligus membatasi penyerapan karbohidrat di dalam tubuh secara efektif.
Editor Mohamad Tohir












.sm.jpg)




.sm.jpg)



















